4 Program Utama BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK) Serta Manfaatnya

4 Program Utama BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK) Serta Manfaatnya

Sebelum saya uraikan lebih terperinci, harap bedakan antara bpjs ketenagakerjaan dengan bpjs PPU (peserta penerima upah) / badan usaha, karena ternyata ada beberapa pihak yg menganggap sama antara bpjs ketenagakerjaan dengan bpjs badan usaha, padahal keduanya ialah program yg jelas-jelas berbeda.

BPJS PPU / BPJS badan usaha merupakan BPJS kesehatan yg memberikan jaminan kesehatan untuk tenaga kerja sedangkan bpjs ketenagakerjaan ialah bpjs yg memberikan jamianan sosial ekomi kepada setiap pekerja.

Perusahaan wajib mendaftarkan setiap karyawannya baik ke bpjs kesehatan sebagai peserta bpjs badan usaha & juga ke bpjs ketenagakerjaan, jadi jika pembaca ialah karyawan perusahaan maka pembaca seharusnya didaftarkan oleh perusahaan untuk menjadi peserta bpjs kesehatan yg ditanggung oleh perusahaan & juga bpjs ketenagakerjaan yg sebagian iuran bulannya ditanggung oleh perusahaan.

program utama bpjs ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan ialah progam pemerintah yg memberikan jaminan sosial ekonomi kepada para pekerja yg bekerja di indonesia, program ini sebenarnya bukanlah program baru, tapi merupakan program peralihan dari program sebelumnya yaitu Jaminan Sosial Tenaga Kerja / lebih kita kenal dengan JAMSOSTEK.

Karena merupakan program peralihan dari jamsostek, program-program bpjs ketenagakerjaan pun tidak jauh berbeda dengan program yg dimiliki oleh jamsostek sebelumnya, namun memiliki sedikit perubahan. yg meliputi:

  • Program jaminan hari tua (JHT)
  • Program Jaminan Pensiun (JP), ini merupakan program baru di bpjs ketenagakerjaan yg sebelumnya tidak ada di jamsostek.
  • Program Jaminan Kematian (JKM)
  • Program jaminan kecelakaan kerja (JKK)
  • Sedangkan program Jaminan pelayanan kesehatan (JPK) yg sebelumnya dimiliki oleh jamsostek sudah tidak lagi menjadi bagian dari progam bpjs ketenagakerjaan, JPK saat ini sudah dialihkan menjadi BPJS kesehatan.

4 Program Utama BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK) Serta Manfaatnya

Secara lebih detail berikut ialah 4 program utama dari bpjs ketenagakerjaan serta manfaat yg dapat diperoleh oleh pesertanya:

#1 – Program Jaminan Hari Tua (JHT)

JHT ialah salah satu program yg dimiliki oleh bpjs ketenagakerjaan yg dapat memberikan jaminan sosial ekonomi salah satunya untuk pesertanya saat mereka menginjak masa tua.

Manfaat dari jht ialah sebagai berikut:

a. Pemberian  uang tunai yg besarnya merupakan nilai akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya, yg dibayarkan secara sekaligus apabila :

  • peserta mencapai usia 56 tahun (usia pensium)
  • meninggal dunia
  • cacat total tetap
  • Peserta Resign / di PHK & tidak aktif bekerja

Hasil pengembangan JHT paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah.

b. Manfaat JHT sebelum mencapai usia 56 tahun dapat diambil sebagian jika mencapai kepesertaan 10 tahun dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Diambil max 10 % dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun
  • Diambil max 30% dari total saldo untuk uang perumahan

Pengambilan sebagian tersebut hanya dapat dilakukan sekali selama menjadi peserta. Jika setelah mencapai usia 56 tahun peserta masih bekerja & memilih untuk menunda pembayaran JHT maka JHT dibayarkan saat yg bersangkutan berhenti bekerja.

BPJS Ketenagakerjaan wajib memberikan informasi kepada peserta mengenai besarnya saldo JHT beserta hasil pengembangannya 1 (satu) kali dlm setahun.

Apabila peserta meninggal dunia, urutan ahli waris yg berhak atas manfaat JHT sbb :

  • Janda/duda
  •  Anak
  • Orang tua, cucu
  • Saudara Kandung
  • Mertua
  • Pihak yg ditunjuk dlm wa siat
  • Apabila tidak ada ahli waris & wasiat maka JHT dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan

Jika terjadi JHT kurang bayar akibat pelaporan upah yg tidak sesuai, menjadi tanggungjawab perusahaan

#2 – Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK ialah salah satau program yg dimiliki oleh bpjs ketenagakerjaan yg dapat memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yg terjadi dlm hubungan kerja, termasuk kecelakaan yg terjadi dlm perjalanan dari rumah menuju tempat kerja / sebaliknya & penyakit yg disebabkan oleh lingkungan kerja.
Manfaat yg diberikan oleh jaminan kecelakaan kerja (JKK) antara lain ialah sebagai berikut:
a. Pelayanan kesehatan karena resiko kecelakaan kerja
Pelayanan kesehatan (perawatan & pengobatan), antara lain:
  • pemeriksaan dasar & penunjang;
  • perawatan tingkat pertama & lanjutan;
  • rawat inap dengan kelas ruang perawatan yg setara dengan kelas I rumah sakit pemerintah;
  • perawatan intensif (HCU, ICCU, ICU);
  • penunjang diagnostic;
  • pengobatan dengan obat generik (diutamakan) &// obat bermerk (paten)
  • pelayanan khusus;
  • alat kesehatan & implant;
  • jasa dokter/medis;
  • operasi;
  • transfusi darah (pelayanan darah); &
  • rehabilitasi medik.
b. Santunan penggantian biaya pengangkutan 
Perhitungan biaya transportasi untuk kasus kecelakaan kerja yg menggunakan lebih dari satu jenis transportasi berhak atas biaya maksimal dari masing-masing angkutan yg digunakan & diganti sesuai bukti/kuitansi dengan penjumlahan batasan maksimal dari semua jenis transportasi yg digunakan.
peserta yg mengalami kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja, ke rumah sakit &// kerumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;
  • Angkutan darat/sungai/danau diganti maksimal Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).
  • Angkutan laut diganti maksimal Rp1.500.000 (satu setengah juta rupiah).
  • Angkutan udara diganti maksimal Rp2.500.000 (dua setengah juta rupiah).
c. Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB),
Dibayarkan kepada pemberi kerja (sebagai pengganti upah yg diberikan kepada tenaga kerja) selama peserta tidak mampu bekerja sampai peserta dinyatakan sembuh / cacat sebagian anatomis / cacat sebagian fungsi / cacat total tetap / meninggal dunia berdasarkan surat keterangan dokter yg merawat &// dokter penasehat.
Dengan perincian penggantian, sebagai berikut:
  • 6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100% dari upah.
  • 6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 75% dari upah.
  • 6 (enam) bulan ketiga & seterusnya diberikan sebesar 50% dari upah.

d. Santunan Kecacatan
  • Cacat Sebagian Anatomis sebesar = % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Sebagian Fungsi = % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Total Tetap = 70% x 80 x upah sebulan.
Dengan ketentuan:

  • Jenis & besar persentase kecacatan dinyatakan oleh dokter yg merawat / dokter penasehat yg ditunjuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI, setelah peserta selesai menjalani perawatan & pengobatan.
  • Tabel kecacatan diatur dlm Lampiran III Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja & Jaminan Kematian.
e. Santunan kematian & biaya pemakaman
  • Santunan Kematian sebesar = 60 % x 80 x upah sebulan, sekurang kurangnya sebesar Jaminan Kematian.
  • Biaya Pemakaman Rp3.000.000,-.
  • Santunan berkala selama 24 bulan yg dapat dibayar sekaligus= 24 x Rp200.000,- = Rp4.800.000,-.
f. Program Kembali Bekerja (Return to Work) berupa pendampingan kepada peserta yg mengalami kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja yg berpotensi mengalami kecacatan, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja.

Kegiatan Promotif & Preventif untuk mendukung terwujudnya keselamatan & kesehatan kerja sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja 
g. Rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) &// alat ganti (prothese) untuk Peserta yg anggota badannya hilang / tidak berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus dengan patokan harga yg ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah ditambah 40% (empat puluh persen) dari harga tersebut serta biaya rehabilitasi medik.

h.Beasiswa pendidikan anak untuk setiap peserta yg meninggal dunia / mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja sebesar Rp12.000.000,- (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta.
Terdapat masa kadaluarsa klaim 2 tahun sejak kecelakaan terjadi & tidak dilaporkan oleh perusahaan.

#3 – Program Jaminan Kematian (JKM)

Salah satu program bpjs ketenagakerjaan yg memberikan jaminan kematian kepada setiap pesertanya jika meninggal dunia.
Beberapa manfaat dari JKM meliputi:
a. Memberikan manfaat uang tunai yg diberikan kepada ahli waris saat peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.

b. Manfaat Jaminan Kematian dibayarkan kepada ahli waris peserta, apabila peserta meninggal dunia dlm masa aktif (manfaat perlindungan 6 bulan tidak berlaku lagi), terdiri atas:
  • Santunan sekaligus Rp16.200.000,00 (enam belas juta dua ratus ribu rupiah);
  • Santunan berkala 24 x Rp200.000,00 = Rp4.800.000,00 (empat juta delapan ratus ribu rupiah) yg dibayar sekaligus;
  • Biaya pemakaman sebesar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah); &
  • Beasiswa pendidikan anak diberikan kepada setiap peserta yg meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja & telah memiliki masa iur paling singkat 5 (lima) tahun yg diberikan sebanyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta.
Besarnya iuran & manfaat program JKM untuk peserta dilakukan evaluasi secara berkala paling lama setiap 2 (dua) tahun

#4 –  Program Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan pensiun ialah jaminan sosial yg bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yg layak untuk peserta &// ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, / meninggal dunia.
Manfaat pensiun ialah sejumlah uang yg dibayarkan setiap bulan kepada peserta yg memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, / kepada ahli waris untuk peserta yg meninggal dunia. yg meliputi:

a. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada peserta (yg memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yg setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia;
b. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada peserta (kejadian yg menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta & density rate minimal 80%) yg mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali / akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia / peserta bekerja kembali;

c. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada janda/duda yg menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia / menikah lagi, dengan kondisi peserta:
  • meninggal dunia bila masa iur kurang dari 15 tahun, dimana masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan & density rate 80% /
  • meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.
d. Manfaat Pensiun Anak (MPA)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada anak yg menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yg didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, / bekerja, / menikah dengan kondisi peserta;
meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun, masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun & memenuhi density rate 80% & tidak memiliki ahli waris janda/duda /
meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT & tidak memiliki ahli waris janda/duda /
Janda/duda yg memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.
e. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)
Manfaat yg diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yg menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun & memenuhi density rate 80%.
f. Manfaat Lumpsum
Peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:
  • Peserta memasuki Usia Pensiun & tidak memenuhi masa iur minimum 15 tahun
  • Mengalami cacat total tetap & tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta & minimal density rate 80%.
  • Peserta meninggal dunia & tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta & minimal density rate 80%.
g. Manfaat Pensiun diberikan berupa manfaat pasti yg ditetapkan sebagai berikut:
Untuk 1 (satu) tahun pertama, Manfaat Pensiun dihitung berdasarkan formula Manfaat Pensiun; &
Untuk setiap 1 (satu) tahun selanjutnya, Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun tahun sebelumnya dikali faktor indeksasi.
h. Formula Manfaat Pensiun ialah 1% (satu persen) dikali Masa iur dibagi 12 (dua belas) bulan dikali rata-rata upah tahunan tertimbang selama Masa Iur dibagi 12 (dua belas).
i. Pembayaran Manfaat Pensiun dibayarkan untuk pertama kali setelah dokumen pendukung secara lengkap & pembayaran Manfaat Pensiun bulan berikutnya setiap tanggal 1 bulan berjalan & apabila tanggal 1 jatuh pada hari libur, pembayaran dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.
j. dlm hal peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yg bersangkutan diperkerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun / pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun.
k. Penerima manfaat pensiun ialah peserta / ahli waris peserta yg berhak menerima manfaat pensiun.

Demikian uraian detail mengenai 4 Program Utama BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK) Serta Manfaatnya, semoga bermanfaat.

4 Program Utama BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK) Serta Manfaatnya | carinsurancenet.us | 4.5