6 Penyebab ditolaknya Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek/BPJS

6 Penyebab ditolaknya Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek/BPJS

Penyebab kenapa Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek/BPJS gagal karena ditolak – Jaminan Hari Tua (JHT) ialah salah satu program yg diusung oleh program Jamsostek  yg saat ini sudah ber transformasi menjadi  BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK),  setelah era BPJS TK hari ini JHT masih menjadi bagian dari salah satu program di dalamnya.  Kewajiban peserta ialah membayar iuran bulanan yg besar kecilnya sangat disesuaikan dengan gaji & tunjangan tetap peserta, iuran dibayarkan secara kolektif oleh perusahaan, & iuran yg dibayarkan ialah sebagai simpanan & JHT yg dananya dapat di ambil di kemudian hari dengan persyaratan & ketentuan-ketentuan yg telah di atur.

klaim-jht

Kebijakan mengenai klaim pencairan JHT sudah mengalami beberapa kali perubahan, & peraturan terakhir yg dijadikan acuan untuk saat ini ialah peraturan pemerintah (PP) nomor 60 tahun 2015 yg merupakan revisi atas peraturan sebelumnya. Di peraturan terbaru ini dijelaskan bahwa bahwa pencairan JHT BPJS TK dapat dicairkan 100% setelah peserta tidak bekerja dengan masa tunggu satu bulan sejak keluar dari perusahaan.

Pencairan dana JHT Jamsostek BPJS TK memang dapat diambil dlm beberapa kategori yaitu:

  1. Pencairan dana 30% untuk dana perumahan
  2. Pencairan dana 10% untuk persiapan pensiun
  3. Pencairan dana 100% saat peserta sudah tidak bekerja

Khusus untuk peserta yg sudah tidak bekerja (keluar karena resign / PHK) minimal setelah 1 bulan berhenti bekerja, /  saat karyawan sudah berusia 65 tahun / saat karyawan mengalami cacat mental permanen, Sedangkan Dana 10% & 30% hanya dapat diambil salah satu saja saat peserta masih bekerja, dana tersebut dapat diambil jika  masa kerja peserta minimal sudah mencapai  10 tahun,  pencairan dana 30% / 10% tidak dapat dua-duanya, hanya boleh dipilih salah satu saja,  jika salah satu sudah diambil maka pencairan berikutnya ialah pencairan dana yg 100%.

Baca juga: Pencairan JHT melalui aplikasi Online (e-klaim) terbukti lebih mudah

6 Penyebab kenapa Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek/BPJS pembaca ditolak

Ada banyak sekali keluhan yg banyak sekali dilaporkan oleh peserta BPJS TK dari berbagai terutama terkait saat melakukan pencairan, mereka banyak mengalami kesulitan dengan berbagai kendala, padahal sebenarnya jika saja syarat & ketentuannya sesuai dengan yg telah ditetapkan pencairan akan mudah untuk dicairkan.

Berikut ialah beberapa hal yg sering menyebabkan ditolaknya pencairan JHT BPJS sehingga peserta harus rela bulak-balik ke kantor bpjs karena dianggap persyaratan belum memenuhi ketentuan:

1. Berkas Persyaratan kurang lengkap.

Salah satu yg menyebabkan ditolaknya klaim pencairan JHT ialah berkas persyaratan yg kurang lengkap,  oleh karena itu sebelum melakukan pencairan pastikan berkas persyaratan lengkap & data yg tercantum di dalamnya memiliki kesesuaian. Berikut ialah berkas persyaratan yg harus disiapkan oleh peserta:

  1. Fotocopy & asli KTP
  2. Fotocopy & asli Kartu Keluarga (KK)
  3. Fotocopy & asli Paklaring, pastikan tanggal keluar bekerja benar, karena ada kasus jika tanggal keluar tidak sama dengan tanggal ke luar di data bpjs tk yg dilaporkan perusahaan maka paklaring terpaksa harus dibuat ulang, fotocopy paklaring harus di legalisir oleh perusahaan.
  4. Fotocopy & asli Izajah Terakhir, Izajah biasanya digunakan untuk pembanding data persyaratan, jadi pastikan datanya sama dengan yg tercantum di persyaratan lainnya, seperti misalnya tanggal lahir & nama.
  5. Fotocopy & asli Akta kelahiran, Sama halnya dengan izajah, akta kelahiran juga digunakan sebagai salah satu alat pembanding data, jadi harus dipastikan bahwa data yg tercantum di Akta kelahiran & data yg tercantum di berkas lainnya sama.
  6. Fotocopy & asli buku rekening bank milik peserta (hampir untuk semua bank kecuali BJB, karena info terakhir belum bekerjasama dengan BPJS TK, jika ingin cepat menggunakan rekening BNI)
  7. Fotocopy & asli Surat keterangan domisili dari RT/RW setempat jika pencairan dilakukan di kantor BPJS tidak sesuai dengan KTP.

2. Data RT/RW yg tercantum di KK & KTP berbeda

Ini juga sepertinya jangan dianggap remeh, karena jika terjadi perbedaan maka klaim JHT dapat ditolak, data RT/RW dapat berbeda karena peserta misalkan pindah rumah, jika terjadi perbedaan maka peserta wajib menyertakan surat keterangan pindah RT/RW dari kelurahan setempat.

3. Data alamat di KK & alamat di KTP berbeda

Ini juga salah satu penyebab ditolaknya persyaratan klaim 100% BPJS TK pembaca, Jika data alamat yg tertera di KTP & KK berbeda, missal karena yg bersangkutan pindah domosili,  maka peserta wajib menyertakan surat keterangan pindah dari dinas kependudukan & catatan sipil (disdukcapil) setempat, yg  mencantumkan alamat sebelum pindah & alamat sekarang.

4. Data NIK di KK & KTP berbeda.

Ini juga salah satu penyebab yg sering menjadi alas an penolakan berkas klaim BPJS, jika data NIK di KK & KTP berbeda maka pembaca harus memperbaiki salah satu berkas mana yg dianggap paling benar, untuk mengurus perbaikian data NIK yg terdapat di KK ataupun data NIK di KTP maka pembaca dapat dating ke dinas kependudukan & catatatan sipil setempat.

5. Alamat Pencairan tidak sesuai dengan alamat KTP

Ini juga sering menjadi salah satu ditolaknya klaim 100% JHT, jika pencairan dilakukan di kantor BPJS yg terdapat di luar daerah / provinsi yg tidak sesuai dengan alamat KTP, maka peserta wajib menyertakan surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.

6. Data Berkas Persyaratan tidak sesuai

Pastikan bahwa sebelum melakukan klaim pencairan 100% JHT BPJS persyaratan sudah lengkap & data yg tertera di setiap berkas sesuai & sama, jika ada salah satu saja data yg berbeda apapun data tersebut maka wajib diperbaiki & dicocokan, baik dengan menyertakan surat pernyataan maupun melakukan perbaikan data yg tidak sesuai, jika tidak maka kemungkinan besar klaim akan ditolak.

baca juga: Panduan Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek BPJS Tanpa Gagal

Penyebab penyebab di atas ialah yg sering di alami oleh peserta yg ingin melakukan pencairan 100% JHT, saya pribadi memang terus terang saja belum pernah punya pengalaman melakukan pencairan JHT Jamsostek/BPJS TK,  yg saya uraikan di atas ialah pengalaman dari rekan kerja yg pernah mengalami penolakan sampai 6 kali & harus rela bolak balik kantor BPJS, antri & berdesak-desakan berulang kali, dikarenakan ada ketidaksesuaian data & juga kurang lengkapnya berkas persyaratan. Beliau hampir saja putus asa padahal uang JHT yg akan dicairkan tidaklah terlalu besar, namun karena sudah kepalang tanggung akhirnya semua persyaratan & kendalanya di lengkapi sesuai dengan ketentuan yg berlaku & pada akhirnya dapat mencairkan dana uang JHT Jamsostek/BPJSTK yg menjadi haknya.

Memang untuk kebanyakan peserta BPJS TK yg akan melakukan pencairan, persyaratan & prosedurnya dirasa cukup merepotkan & menyulitkan, namun apapun itu sebenarnya ini ialah tuntutan persyaratan bpjs untuk meningkatkan ke hatihatian sehingga dapat terhindar dari hal-hal yg berbau penipuan.

Sebenarnya kita tidak perlu bulak-balik ke kantor BPJS, satu kali datang saja sebenarnya sudah cukup jika kelengkapan & ketentuan persyaratan benar-benar disiapkan dengan baik. Semoga penyebab penolakan klaim JHT yg saya uraikan di atas dapat menjadi referensi untuk para peserta BPJS TK yg akan melakukan pencairan JHT 100%, sehingga dapat lebih mudah & meng antisifasi segala bentuk penyebab penolakan klaim pencairan, sehingga dana BPJS dapat dicairkan dengan lancar & mudah. Semoga artikel di atas bermanfaat.

6 Penyebab ditolaknya Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek/BPJS | carinsurancenet.us | 4.5