Ada Apa Nih, Disinyalir Konselor Asing Tidak Daftarkan Karyawannya dlm Program Jamsostek?

Ada Apa Nih, Disinyalir Konselor Asing Tidak Daftarkan Karyawannya dlm Program Jamsostek?

Info BPJS ketenaga kerjaan. Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berlaku untuk setiap pekerja, tidak terkecuali Organisasi Internasional (OI) & Perwakilan Negara Asing (PNA) yg bertugas di Indonesia.

“Seluruh pekerja di Indonesia termasuk pekerja Asing seharusnya dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan, agar dapat bekerja dengan tenang,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dlm pertemuan yg diselenggarakan di Kementerian Luar Negeri dlm rilis yg diterima Jumat  (3/6).

BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi & edukasi kepada para PNA & OI yg hadir.

Kegiatan itu diselenggarakan dlm rangka diseminasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada para PNA & OI yg beraktifitas di Indonesia, untuk memberikan pemahaman program BPJS Ketenagakerjaan serta penekanan kewajiban mendaftarkan pekerja / PNA yg beraktifitas di Indonesia, sesuai dengan UU berlaku.

Direktur Pelayanan & Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan, Evi  Afiatin yg juga hadir dlm kegiatan ini mengatakan, PNA yg bekerja di Indonesia sekurang-kurangnya enam bulan, wajib didaftarkan dlm program BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dengan pasal 14 UU nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kepesertaan Warga Negara Asing (WNA) khusus diatur dlm Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) & Jaminan Kematian (JKm), Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua, serta Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2013 tentang Penahapan Program Jaminan Sosial,” papar Evi.

Berdasarkan data Kemenlu, terdapat sekitar 104 PNA & 27 OI yg beraktivitas di Indonesia, namun baru 28 PNA terdaftar dlm program BPJS Ketenagakerjaan. Beberapa kedutaan & konselor misalnya, hanya mendaftarkan 1-2 orang pekerjanya saja ke dlm program BPJS Ketenagakerjaan. Padahal pekerja WNI / WNA yg bekerja di PNA & OI lebih banyak jumlahnya.

Penegakan hukum sangat penting menjamin perlindungan untuk setiap pekerja di Indonesia, khususnya WNA ataupun WNI yg bekerja pada PNA & OI yg ada di wilayah Indonesia.

Melalui kegiatan diseminasi program ini, BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Direktorat Jenderal Protokol Konsuler cq Fasilitas Diplomatik Kemenlu mengajak & mengimbau agar  seluruh PNA, OI & perusahaan asing lainnya yg berada & beraktivitas di Indonesia untuk mendaftarkan seluruh karyawannya, baik WNA & WNI dlm program BPJS Ketenagakerjaan.

Ada Apa Nih, Disinyalir Konselor Asing Tidak Daftarkan Karyawannya dlm Program Jamsostek? | carinsurancenet.us | 4.5