Antara rokok vs asuransi jiwa

Antara rokok vs asuransi jiwa

Penghantar.

Seru, mungkin itu kata yg pas, beberapa blog yg ngebahas bahayanya asap rokok, di bagian comment nya biasanya sedikit memanas, banyak yg ngotot rokok halal karena kata kiayi yg merokok juga memfatwakan kalau rokok itu halal, ada juga yg berterimakasih dengan tulisan yg menyadarkannya & berharap dapat menghilangkan  kebiasaan merokok, ada juga web LSM yg menyuarakan anti rokok tapi tentu ini ga nyambung sebab LSM level nasional yg menyuarakan hak non perokok hanya bergerak di tataran atas saja, misal hanya menggunakan artis & tokok untuk memberikan ‘pencerahan’ bukan bergerak menggandeng misal, para ulama / tokok untuk memberikan penyadaran.

Mungkin karena LSM sama tokoh Islam memang berseberangan ya, buktinya berbagai ketidakadilan yg dialami ummat Islam LSM yg katanya level nasional pada bungkam, ya tidak ada maksud mengungkit-ungkit sih, cuma mencoba mencatat saja, & menerangkan & mengingatkan kepada sodara seiman, siapa kawan siapa lawan, jadi bilamana terjadi konflik sosial yg memanasi seperti diwilayah timur tengah, kita sudah pada tahu sebab kita sudah ‘menandai’nya 😉 tapi seperti kata pepatah; ‘The enemy of my enemy is my friend‘, untuk sementara anggap saja kita berjuang di issue yg sama yakni ‘asap rokok’, semoga saja memang ikhlas karena ingin melakukan penyadaran bukan sekedar karena ada ‘pendanaan dari luar’ apapun orderan isue yg harus diangkat pasti dilakukan, been there done that.

Antara rokok vs asuransi jiwa

fakta tentang rokok.

  • Para perokok tidak hidup sepanjang orang-orang yg tidak merokok.
  • Beberapa perusahaan memecat pekerja yg merokok dikarenakan biaya kesehatan, berkurangnya produktifitas dari masalah kesehatan & konflik sosial.
  • Biaya membeli rokok cukup murah tetapi tetap menghabiskan uang para perokok karena merokok telah menjadi rutinitas.
  • Rokok dijual bebas, tanpa batas, tanpa aturan, di semua tempat, & untuk siapa saja.
  • Pajak rokok di Indonesia termasuk yg paling rendah di muka bumi ini, hanya 30% dari harga eceran (di negara lain dapat 60%).
sumber: berbagai sumber

Rokok di media.

Terlepas apakah itu media cetak / media visual cukup membahagiakan, tentu ini dari sudut pandang fihak yg terzalim di mana tak mampu menghindar dari asap rokok kecuali ikut menghisapnya dengan berbagai konsequensi bahaya yg nyata, baik itu posisi anak-anak / ibu hamil / orang-orang yg merasa terganggu kesehatan pernafasannya karena asap rokok dari orang yg mengisapnya ditempat yg sama. Membahagiakan dlm arti, sudah menjadi sebuat keepakatan/aturan salah satunya benar-benar membatasi ruang gerak iklan rokok di televisi, & media cetak, ada juga peringatan bahaya rokok di kemasan/bungkus rokok, meskipun ragu juga efentifitas gambar korban bahaya merokok yg ditampilkan mempengaruhi fikiran & perasaan para ‘perokok sejati’. coba deh search gambar di google dengan kata kunci ‘cigarette warning images‘, duh.. gambar2 cukup menjijikan & menakutkan, tapi toh katanya itu orang, mbok ya jangan doakan saya gitu dong.. katanya.

Entahlah, cuma sedikit saja fenomena yg kita tau yg memang muncul kepermukaan & memang diumpankan untuk kita ketahui, katanya banyak juga tentang ini(rokok) yg tak kita ketahui, misalnya bagaimana kabarnya tentang perundang-undangan yg digodok para wakil rakyat & para lobbies di kantor yg dibiayai oleh rakyat, apakah produk undang-undangnya memang pro pada kesehatan rakyatnya? / pro pada ‘pendapatan negara’, & keputusan lain dengan pandangan yg lebih jauh kedepan, maksudnya kedepan apa ke dana pensiun mereka? entahlah 🙂

Rokok di Asuransi Jiwa.

Di media rokok mendapatkan posisi terbatas & lebih lagi status perokok dlm sistem asuransi, khususnya di asuransi jiwa & umumnya di produk asuransi lain. Dikatakan, beruntunglah pembaca pabila tidak merokok jika hendak / memiliki polis asuransi jiwa, dari sekian banyak keuntungan dlm asuransi jiwa karena tidak merokok, sedikit diantaranya;

  1. Kita mendapati kewajiban premi yg lebih murah dibanding dengan keadaan bahwa kita ialah seorang perokok aktif. Sampai-sampai pada perusahaan asuransi jiwa tertentu kita dapat menghemat 2-3kali lipat dari jumlah uang petanggungan yg harus dibayarkan, & jangan lupa dikalikan berapa tahun lamanya masa pertanggungan, biasanya asuransi jiwa masa pertanggungannya jangka panjang > 20 tahun.
  2. Setelah mendapati keuntungan diatas, hitung pula keuntungan akibat berhenti merokok. kira-kira berapa rupiah yg didapat setelah dikali perhari perbulan & pertahun. pembaca dapat melakukan hal yg lebih bermanfaat, misalnya; menambah keuntungan dengan melakukan ‘top up‘ dari nilai untuk hasil kelak dari produk investasi dari asuransi unitlink.

Rokok & asuransi nasional.

Bahkan pada tahun 2014 terdahulu Menurut Deputi 3 Kemenko Kesra Emil Agustiono, harus ada asuransi tersendiri yg mengelola premi kesehatan para perokok, “Semestinya penyakit-penyakit yg diakibatkan oleh hobi, seperti merokok tak sewajarnya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” paparnya. Menarik sekali pernyataan ini, apa kabarnya tindak lanjutnya sekarang sudah terealisasikan?… okeh ada kata pepatah lagi yg pas nih.. too good to be true. ya setidaknya kita mengharapkan yg terbaik untuk rakyat bangsa ini didalam doa, amin.

Antara rokok vs asuransi jiwa | carinsurancenet.us | 4.5