Apa Perbedaan Asuransi Konvensional & Asuransi Syariah?

Apa Perbedaan Asuransi Konvensional & Asuransi Syariah?

Cara Memilih Produk Asuransi yg Tepat
Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Sebagai negara Muslim terbesar tentunya konsumen Muslim juga menjadi yg paling besar. Kebutuhan hidup di negara Indonesia terutama makanan selalu dipantau agar sesuai dengan syariat Islam. & salah satunya yaitu pengelolaan dana. Dengan banyaknya produk asuransi membuat konsumen di Indonesia harus pintar-pintar dlm memilih produk asuransi mana yg tepat & sesuai dengan syariat Islam. Terkadang hal inilah yg membuat ragu para konsumen di Indonesia. Selain dari masalah tentang bagaimana pengelolaan dananya, sistem yg terdapat di perusahaan asuransi seperti menanggung resiko kematian turut menjadi pertanyaan apakah sudah sesuai dengan syariat Islam / belum.

Melihat akan kebutuhan serta permasalahan tersebut, sekarang ini perusahaan asuransi mulai menggencarkan produk asuransi yg berbasis syariah yg mana sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini disambut baik oleh para konsumen Indonesia yg sebagian besar beragama Islam. Namun meski terus mengembangkan produk asuransi berbasis syariah, tidak mengesampingkan pula produk asuransi yg berbasis lainnya yaitu konvensional. Lalu apakah perbedaan dari asuransi konvensional & asuransi syariah itu?

Perbedaan Asuransi Syariah & Asuransi Konvensional
Asuransi syariah sebenarnya memiliki beberapa persamaan dengan asuransi konvensional. Tapi ada juga perbedaannya. Kedua jenis asuransi tersebut memiliki persamaan tujuan yaitu untuk menanggulangi resiko yg kemungkinan akan terjadi di masa depan. Lalu, bagaimana dengan perbedaannya? Perbedaan dari kedua jenis asuransi tersebut terletak pada sistem pengelolaan resikonya. Misalkan pada asuransi konvensional resiko sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan dengan catatan dimiliki oleh pihak yg tertanggung & dana yg didapat berasal dari nasabah. Sedangkan asuransi syariah resiko ditanggung bersama dengan nasabah lainnya. Dengan kata lain, resiko yg dimiliki nasabah ditanggung & dibagi bersama dengan nasabah lainnya berdasarkan pada azas tolong-menolong. Selain itu dana yg dikelola pada asuransi syariah tidak mengandung unsur riba sehingga sesuai dengan syariat Islam dengan cara untuk hasil.

Visi Misi Asuransi Syariah & Asuransi Konvensional
Selain itu, visi misi antara asuransi syariah & konvensional juga berbeda. Visi misi dari asuransi syariah ialah aqidah, ibadah, ekonomi, & pemberdayaan umat. Sedangkan visi misi dari asuransi konvensional ialah ekonomi & sosial. & pada kepemilikan dana, asuransi syariah sepenuhnya ialah milik nasabah / peserta.

Sedangkan pada asuransi konvensional dana yg terkumpul dari para nasabah merupakan milik perusahaan. Sehingga perusahaan dengan bebas untuk mengalokasikan dana tersebut. Hal ini tentu sedikit merugikan untuk para nasabah karena dana yg terkumpul tidak bebas dimiliki oleh nasabah itu sendiri. Asuransi syariah tidak mengenal dana hangus, sehingga jika nasabah ingin berhenti / tidak dapat melanjutkan lagi pembayaran, maka nasabah tersebut dapat mengambil dana yg tersimpan, tentu setelah dipotong biaya administrasi 🙂 yg biasanya lumayan besar pabila kita memutuskan untuk menutup polis saat kita menutupnya tahun-tahun awal[tahun ke 1-2], biasanya biaya administrasi jauh lebih sedikit jika sedikit lebih lama[2 tahun lebih]. Asuransi syariah juga tidak menutup para nasabah dari penganut lain untuk ikut dlm asuransi syariah ini.

berikut tabel gambaran ringkas perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi konvesional / umum;

.

Asuransi Konvensional

Asuransi Syariah

Akad

Jual beli.

Tolong-menolong / takaful.
Investasi Dana

invest modal berdasarkan riba/bunga.

Investasi dana berdasarkan sistem syariah dengan cara untuk hasil (mudharabah)
Kepemilikan Dana

Dana yg terkumpul dari nasabah (premi) menjadi hak milik perusahaan; perusahaan bebas menentukan investasinya, entah akan dimasukan ke saham, reksadana / jenis investasi lainnya.

Perusahaan hanya memegang amanah untuk mengelola & tetap Dana yg terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. kadang peserta diberikan keleluasaan hendak di jenis investasi mana yg diinginkan atas iuran/premi yg disetor.
Pengawasan
Dewan Syariah

Tidak ada pengawasan, dari fihak independen.(dengan konpensasi riba/bunga yg mengiurkan biasanya perserta asuransi awam tidak akan mempersoalkan/memperdulikan urusan pengawasan ini)

Adanya Dewan Pengawas Syariah. Fungsinya mengawasi produk yg dipasarkan beserta investasi dana, memastikan agar proses & hasilnya tetap sesuai dengan tuntunan kaidah fiqih syariat Islam.
Pembayaran
Klaim

Dari rekening dana perusahaan.

& rekening tabarru’ (dana kebajikan) seluruh peserta; sejak awal sudah diikhlaskan oleh peserta untuk keperluan tolong menolong bila terjadi musibah.
Keuntungan

Seluruhnya menjadi milik perusahaan. kecuali pembaca memiliki saham perusahaan asuransi dimana pembaca memiliki polis 😉

Dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip untuk hasil (Al-mudharabah)

Apa Perbedaan Asuransi Konvensional & Asuransi Syariah? | carinsurancenet.us | 4.5