Asuransi syariah ialah

Asuransi syariah ialah

awal

Asuransi syariah ialah suatu usaha tolong menolong untuk saling melindungi. Diantara sekelompok orang dengan berinvestasi aset/tabaru yg memberikan pengembalian dengan nilai tertentu dengan akad sesuai dengan syariah. Asuransi syariah ialah sistem didalamnya terdapat peserta yg menginfaqkan seluruh data yg akan digunakan untuk membayar klaim saat terjadi suatu resiko yg dihadapi oleh peserta lain. Maka disini kita dapat melihat posisi perusahaan asuransi syariah, dimana perusahaan asuransi syariah hanya berposisi sebagai pengatur / pengelola dari dana infaq yg digunakan untuk saling tolong-menolong & menginvestasikan dana yg diterima & dilimpahkan pada perusahaan-perusahaan yg beroperasi secara halal sesuai tuntutan syariah.
Sering juga diistilahkan asuransi ta’awun, artinya saling membantu / tolong-menolong & ini berkesesuaian dengan firman Alloh SWT surat al-Maidah ayat 2, artinya;
“& saling tolong menolonglah dlm kebaikan & ketaqwaan & jangan saling tolong menolong dlm dosa & permusuhan”.

 

asuransi syarian & investasi syariah

Kenapa Asuransi Syariah.

Asuransi yg ada di Indonesia sebelumnya ialah sistem asuransi yg berbasiskan konfensional, tak ada masalah sebetulnya, tetapi pertanyaan mulai timbul dimana komunitas masyarakat mulai menginginkan sistem asuransi syariah, dimana sistemnya menjamin ummat Islam pada khususnya mendapati perasaan aman & tentram memiliki produk asuransi seperti halnya produk keuangan lainnya yg diinginkan bersesuaian dengan keyakinan yg dimiliki yg memiliki aturan yg sangat jelas(dalan fiqh Islam) memberikan arahan segala macam aspek kehidupan duniawi agar sesuai bermanfaat pula dikehidupan selanjutnya setelah hari pembalasan. Beberapa poin yg menjadi ganjalan untuk ummat melihat system yg bukan asuransi syariah, diantaranya;
  • Pada system transaksi asuransi konfensional, terdapat suatu ketidakjelasan, ketidaktahuan(jahalah) & ketidakpastian(ghoror) dlm hal siapakah yg mendapatkan keuntungan (dapat jadi kita si tertanggung sedang dimanfaatkan oleh system tertentu).
  • Terdapat riba yg sangat jelas. Misalkan kita membayar dana premi yg kecil tentu berharap mendapatkan keuntungan / nilai yg jauh lebih besar daripada yg disetorkan, / dapat saja yg didapatkan sebaliknya, merugi, tak mendapatkan apa-apa. Macam judee/bert4ruh kan 🙂
  • Unsur judee/bert4ruh yg sangat kental. Seperti yg dituliskan diatas ini terbukti dimana dengan setoran premi yg kecil diharapkan mendapatkan pengembalian yg sangat besar yg menjadikan untung ya tapi untung-untungan, dimana saat terjadi resiko mendapatkan keuntungan apabila sebaliknya maka kita sebagai tertanggung mendapati kerugian, dana yg kita setor hangus (sesuai perjanjian).
Tentu saja tiga poin diatas cukup sudah untuk membuktikan bahwa sistem yg ada tidak sesuai dengan keyakinan kita sebagai ummat muslim yg berusaha sebaik mungkin menjalankan syariat Islam untuk mendapatkan keridohan dari Alloh SWT dimana apapun yg kita lakukan sesuai dengan tuntunan & keberkahan yg dijanjikan.
Perjanjian asuransi syariah di Indonesia maupun di negara lainnya, dengan akad sesuai syariah yg sangat jelas transparan, dana tabaru’ (dana & premi yg dihimpun) akan digulirkan dlm cara investasi terbaik dengan berinvestasi yg sesuai prinsip fiqh dlm investasi syariah. Selain itu dana tersebut akan digunakan untuk menjaga / menyongsong resiko yg akan terjadi kepada para pemegang polis asuransi syariah / perserta asuransi. Tentu saja pada akhirnya persiapan apapun termasuk persiapan finansial yg kita lakukan selalu tetap sejalan dengan aturan fiqh Islam yg kita junjung menjadikan tak ada lagi keraguan dihati atas harta kita (yg disimpan di lembaga asuransi syariah) yg kelak akan dipertanyakan asalnya, penggunaanya & kemana kita membelanjakannya. Wallohu’alam.

Asuransi syariah ialah | carinsurancenet.us | 4.5