Benarkah asuransi merupakan bukti tanggung jawab kita kepada keluarga?

Benarkah asuransi merupakan bukti tanggung jawab kita kepada keluarga?

Pertanyaan diatas timbul setelah membaca salah satu blog seorang yg sangat pakar[katanya] tentang keuangan diIndonesia. Menarik sekali sebab saya pribadi ialah seorang awan yg mencoba memahami semuanya dari dahulu kala mulai mengetahui apa itu uang & cara menggunakannya sampai pada saat ini sedang menulis didepan komputer dengan msword nya waktu maghrib yg hujan lebat ini, sejujurnya saya masih tetap belajar. Tetapi tentu saja belajar dlm arti yg lebih luas / kalau perlu saya menyatakannya dlm arti yg sangat-sangat luas tak terbatas, ok, maksudnya yg tidak belajar untuk membentuk sebuah pola pemahaman yg terbentuk sesuai dengan siapa yg mengajari, tetapi cenderung mencoba mempertanyakan setiap sebuah kesimpulan yg diberikan tanpa menyebarluaskan sebelum didapati sebuah keyakinan yg mantap sementara, sebab dikehidupan ini pasti selalu ada alternatif teori cara & langkah yg dapat ditempuh. Ada yg mengatakan; jangan memberikan kesimpulan sebab itu tidak mengajari apapun kecuali hanya akan membuat orang malas. Wallohualam 🙂

oke, aku setuju..

bukti tanggung jawab kepada keluarga
orang tua takkan pernah mengabaikan

kemungkinan atas pertanyaan diatas, ialah benar(mungkin) asuransi ialah ikhtiar/usaha kita untuk mencoba membuktikan tanggung jawab secara finansial/keuangan kita kepada keluarga [tulisan saya sebelumnya yg nyambung dengan tulisan ini link artikel untuk sang buah hati ]. Tentu dengan syarat kita tidak dapat mempersiapkan cara yg lain untuk menjamin keadaan keuangan keluarga dimasa yg akan datang sepeninggal kita kelak, cara lain disini maksudnya menginvestasikan sejumlah dana kedalam sebuah skema invetasi yg sangat menguntungkan dibanding dengan keuntungan dari asuransi, / karena alasan kita terlaku sibuk sebagai pekerja & tak dapat melakukan hal lain selain bekerja, maka sudah tentu kita pasti menyerahkan usutan rencana keuangan kita kepada orang lain, katakankan konsultan keuangan / lembaga keuangan bank / perusahaan asuransi untuk melakukan perencanannya, tentu saja ini bukan hal yg buruk, kalau 🙂 kalau kita tidak punya pilihan lain. Pernah ada pengalaman dengan seorang teman pada waktu itu saya mencoba mengajak dia untuk gabung ambil paket asuransi pendidikan anak syariah sebab kebetulan sebelumnya saya sudah ambil produk asuransi tersebut. Lantas jawabannya ternyata sangatlah simple, kesimpulannya dia tidak mau mengendapkan uangnya di asuransi karena dia dapat menyimpan uangnya pada usaha yg produktif & hasilnya jauh lebih menguntungkan, tentu saja kata beliau ini toh dapat diwariskan juga ke keluarga, katanya pula segala urusan keuangan dikomunikasikan kepada istri, untuk diketahui istrinya seorang ibu rumah tangga sejati, SUBHANALLOH.

Kesimpulan.?

Ya sebetulnya seperti yg disampaikan diatas pembaca berhak membuat kesimpulan sendiri dari tulisan diatas. Semua pilihan kembali pada masing2 yg hendak secara mantap untuk mengambil mana yg hendak dipilih, atas nama tanggung jawab kita kepada keluarga;
  • Baik itu kita menginvestasikan pada sebuah jenis perniagaan yg lebih menguntungkan sebagai warisan kita kepada keluarga kelak.
  • / kita memutuskan bahwa kita akan menjadi pekerja sampe malaikat maut menjemput & menyerahkan urusan keuangan ahliwaris pada institusi keuangan baik itu bank / perusahaan asuransi.
yg jelas kedua pilihan diatas yg akan diambil sekarang, mungkin setelah membaca tulisan ini. Kita harus mendapatkan informasi yg menyeluruh & berimbang sebelum putusan diambil.
Apabila keputusan yg akan diambil ialah menginvestasikan pada sesuatu kegiatan yg lebih menguntungkan daripada diendapkan di asuransi, pertimbangkan pula potensi resiko yg akan timbul, apakah resiko yg akan timbul masih dlm tahan toleransi nyali pembaca / tidak kalau tidak maka pilihlah asuransi, tentu pilihlah perusahaan asuransi yg terbaik, & produk yg paling banyak memberikan manfaat untuk kita, cari referensi, jangan asal memilih karena popularitasnya saja, jangan sampai menyesal dikemudian hari.

Benarkah asuransi merupakan bukti tanggung jawab kita kepada keluarga? | carinsurancenet.us | 4.5