Besar Iuran & Hak kelas peserta BPJS Mandiri (Perorangan)

Besar Iuran & Hak kelas peserta BPJS Mandiri (Perorangan)

Di artikel sebelumnya pernah dibahas tentang hak kelas & besar iuran peserta BPJS PPU Peursahaan / badan usaha yg hanya berhak atas kelas 1 & kelas 2 dengan biaya iuran bulanan menggunakan perhitungan persentase dari gaji pokok ditambah tunjangan tetap, di artikel kali ini saya akan membahas juga tentang besar iuran & hak kelas untuk peserta BPJS Mandiri / perorangan dimana besar iuran bulannya sudah ditentukan.

Peserta BPJS mandiri ialah peserta BPJS kesehatan dimana iuran bulannya ditanggung sepenuhnya oleh sendiri. Ada 2 golongan yg dapat dikategorikan menjadi peserta BPJS mandiri yaitu peserta BPJS dari golongan Pekerja bukan penerima upah (PBPU), & golongan Bukan Pekerja (BP), kedua golongan tersebut harus mendaftarkan seluruh anggota keluarganya yg tercatat di Kartu Keluarga (KK) dengan mengambil kelas BPJS yg sama.

Siapa saja yg dapat menjadi peserta BPJS Mandiri?

Jenis peserta BPJS Kesehatan
Jenis Peserta BPJS Kesehatan
Siapapun sebenarnya dapat menjadi peserta BPJS mandiri selama mampu membayar iuran bulanan BPJS, berikut ialah kategori calon peserta yg dapat menjadi peserta BPJS mandiri:

1. Pekerja bukan penerima upah (PBPU) yg meliputi:

  • Pengacara
  • Akuntan
  • Arsitek
  • Dokter
  • Konsultan
  • Notaris
  • Penilai
  • Aktuaris
  • Artis
  • dll
2. Golongan Masyarakat Bukan Pekerja (BP) yg meliputi:
  • Penerima Pensiunan dari TNI/Polri, Pejabat negara, PNS
  • Veteran perintis kemerdekaan, Tuvet & juga NTuvet
  • Investor
  • Pemberi Kerja

Hak Kelas Peserta BPJS Mandiri

Peserta BPJS mandiri mendapatkan hak kelas 1, 2 & kelas 3, itu artinya jika pembaca memilih menjadi peserta BPJS mandiri maka pembaca dapat memilih kelas I, kelas II / kelas III, kelas yg diambil sangat menentukan besar kecilnya biaya iuran bulanan yg harus dibayar, kelas satu , iurannya paling mahal diikuti oleh kelas dua & kelas tiga.
Pelayanan Rawat Jalan BPJS keseahtan untuk setiap kelas semuanya sama tidak ada yg dibedakan, baik kelas 1, kelas 2 maupun kelas 3 untuk pengobatan rawat jalan akan mendapatkan pelayanan yg sama, yg membedakan ialah pelayanan saat di rawat inap, peserta BPJS akan mendapatkan kamar rawat inap sesuai dengan kelas BPJS yg diambil.
Silahkan baca: perbedaan fasilitas kesehatan kelas 1,2 & 3 bpjs.
Jadi saat memilih kelas BPJS yg harus pembaca pikirkan ialah pilihlah kelas yg sesuai dengan kemampuan pembaca, jangan sampai setelah pembaca memilih kelas pembaca merasa terbebani dengan kelas BPJS yg pembaca ambil, karena saya ingatkan sekali lagi, bahwa kelas bpjs yg pembaca pilih akan menentukan besar kecilnya biaya iuran bulanan yg harus pembaca bayar setiap bulannya, kelas apapun dapat pembaca pilih dengan penuh perhitaungan,  jika dikemudian hari pembaca merasa kurang cocok dengan kelas yg pembaca ambil, maka pembaca dapat memilih turun kelas / naik kelas dengan syarat & prosedur tertentu.
Silahkan baca: Ketentuan naik kelas / turun kelas bpjs

Besar iuran bulanan peserta BPJS mandiri

Untuk baya iuran bulanan bpjs kesehatan untuk peserta mandiri, menggunakan nilai yg telah ditetapkan oleh pemerintah, umumnya peserta kelas i biaya iuran bulanannya paling mahal, diikuti oleh kelas 2 & kelas 3.
Biaya iuran bulanan bpjs berdasarkan kelas bpjs sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan , iuran BPJS resmi mengalami kenaikan sebagai berikut:
  • Kelas 1, iuran bulanan yg harus dibayar awalnya Rp. 59.500 menjadi Rp. 80.000
  • Kelas 2, awalnya Rp. 42.500 menjadi Rp. 51.000
  • Kelas 3, awalnya Rp. 25.500 menjadi Rp. 30.000 (update: khusus kelas 3 kenaikan dibatalkan jadi tetap besarnya Rp. 25.500 sesuai diterbitkannya pp nomor 28 tahun 2016 revisi ketiga atas pp no 12 tahun 2013).

Demikian pembahasan tentang Besar Iuran & Hak kelas peserta BPJS Mandiri (Perorangan / individu), semoga dapat membantu.

Besar Iuran & Hak kelas peserta BPJS Mandiri (Perorangan) | carinsurancenet.us | 4.5