bolehkah bekerja sama dlm ekonomi dengan non-muslim?

bolehkah bekerja sama dlm ekonomi dengan non-muslim?

Tak dapat dihindari lagi, dlm perekonomian, bisnis investasi sekarang kita tidak saja berinteraksi dengan sesama saudara se-akidah, tapi kadang kita dituntut keadaan untuk bekerja sama pula dengan ‘orang lain’. Tentu jika pembaca tidak perduli dengan hukum agama tentang bagaimana menurut Islam atas apa yg kita lakukan misal, pembaca tak perduli dimana hendak pembaca invest dana yg penting untung didunia saja. pembaca boleh abaikan tulisan berikut ini, / abaikah saja seluruh isi blog ini ;-). Lain halnya jika pembaca seperti saya, kadang terbersit setitik perasaan gundah sesungguhnya, apakah misalkan; dana yg kita invest pada perusahaan asing / aseng salah menurut pandangan agama? Tentu ini tidak dapatlah dengan secara serampangan kita menggunakan logika kita untuk membuat keputusan ini tatkala ini terjadi pasti kita akan berorientasi pada investasi yg menguntungkan dengan mengesampingkan keberkahan & tujuan yg lebih mulia lagi bahkan lebih parah lagi kita akan terjerumus pada contoh, skema bisnis cepat kaya. Tentu perlu dasar hukum yg jelas atas modal usaha yg kita miliki kalaulah kita berencana untuk memutar baik itu kita simpan dlm sebuah sistem asuransi syariah, reksadana termasuk reksadana syariah / dlm investasi saham, agar menjadi sebuah investasi yg menguntungkan supaya hasilnya juga jelas membawa kebaikan/kemaslahatan baik untuk pribadi, keluaga, lingkungan & alam.

Rujukan

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik & berlaku adil untuk orang-orang yg tiada memerangimu karena agama & tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yg berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah: 8)

Ibnu Katsir –rahimahullah– menjelaskan, “Allah tidak melarang kalian berbuat ihsan (baik) untuk orang kafir yg tidak memerangi kaum muslimin dlm agama & juga tidak menolong mengeluarkan wanita & orang-orang lemah, yaitu Allah tidak larang untuk berbuat baik & berbuat adil kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yg berbuat adil.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 247).

Dari rujukan diatas dinyatakan bolehnya bekerja sama termasuk dlm urusan ekonomi / bisnis investasi & hanya urusan bisnis, tetapi janganlah pula kita sebagai muslim berbisnis dengan berorientasi hanya pada investasi menguntungkan belaka sampai pada sifat loyal & mendukungnya dlm urusan akidah. & jika itu dilakukan maka status pun berubah menjadi haram yg artinya sudah meninggalkan ketetapan yg diwajibkan oleh Alloh, yg pasti bekerjasama tersebut pasti mengantarkan pada kerusakan, nauzubillah.

Tetapi, para ulama sepakat bahwa bekerjasama dengan sesama muslim lebih utama karena dapat memberikan kekuatan ekonomi ummat & memberikan perasaan aman, sebaliknya bekerja sama dengan non-muslim dapat memberikan keburukan pada agama, ahlak & harta kita, pernyataan ini tentu mengandung arti bahwasannya jika lah kita harus berkerja sama bisnis & investasi dengan non-muslim ini haruslah dijadikan jalan terakhir seperti dlm keadaan darurat / terpaksa. Ingatlah sejak pertamakali Islam dikenal dunia, Islam diserang secara ekonomi/diboikot oleh kafir qurais sebelum terjadi serangan fisik kepada generasi awal/para sahabat Nabi Muhammad SAW. Ya, kembali lagi difikirkan, bersihkan diri kita dari keburukan baik itu jiwa raga & harta kita, jangan menjadi pribadi yg mengabaikan ketentuanNYA, semoga apapun yg kita lakukan selalu menjadi keberkahan, baik itu keberkahan berupa diangkatnya / dimudahkannya kesulitan hidup, diberikan keluarga yg harmonis, / memiliki anak-anak yg soleh yg berbakti pada agama & kita sebagai orang tuanya, & diri ini berguna untuk saudara & lingkungan sekitar. amin (dari berbagai sumber)

bolehkah bekerja sama dlm ekonomi dengan non-muslim? | carinsurancenet.us | 4.5