Cabut Gigi dapat ditanggung BPJS Jika sesuai prosedur!

Cabut Gigi dapat ditanggung BPJS Jika sesuai prosedur!

Ada komplain dari salah satu peserta BPJS yg kebetulan ingin mencabut gigi dikarenakan giginya tumbuh tidak normal & menekan syaraf, karena peserta BPJS akhirnya ditempuhlah prosedur pengobatan dengan bpjs dengan datang ke faskes tingkat 1, kemudian mendapatkan rujukan ke rumah sakit, tapi setelah dirumah sakit pihak rumah sakit menolak untuk dilayani sebagai pasien BPJS untuk pencabutan gigi, akhirnya pasien dilayani sebagai pasien umum & harus membayar sendiri seluruh biayanya.

Cabut gigi ternyata dapat ditanggung bpjs

Pertanyaannya Apakah Cabut Gigi dapat ditanggung BPJS?

Cabut Gigi sebenarnya dapat ditanggung BPJS jika ditempuh sesuai prosedur yg ditentukan, sesuai dengan penjelasan dari pihak BPJS  dari situs lapor.go.id ialah sebagai berikut:

Peserta BPJS Kesehatan mendapatkan pelayanan gigi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun di Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan yg bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama :

  1. Dokter Gigi di Puskesmas; /
  2. Dokter Gigi di Klinik; /
  3. Dokter Gigi Praktek Mandiri/Perorangan

Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan:

  1. Dokter Gigi Spesialis/Sub Spesialis

Adapun Cakupan Pelayanannya ialah sebagai berikut: 

  • Administrasi pelayanan, meliputi biaya administrasi pendaftaran peserta untuk berobat, penyediaan & pemberian surat rujukan ke faskes lanjutan untuk penyakit yg tidak dapat ditangani di faskes tingkat pertama
  • Pemeriksaan, pengobatan, & konsultasi medis
  • Premedikasi
  • Kegawatdaruratan oro-dental
  • Pencabutan gigi sulung (topikal, infiltrasi)
  • Pencabutan gigi permanen tanpa penyulit
  • Obat pasca ekstraksi
  • Tumpatan komposit/GIC
  • Skeling gigi /pembersihan karang gigi (1x dlm setahun)

Adapun Prosedurnya sebagai berikut :
1. Jika peserta memilih terdaftar di Puskesmas/ Klinik sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertamanya, maka:

a) Puskesmas/Klinik wajib menyediakan jejaring (Dokter Gigi/Lab/Bidan & sarana penunjang lain)
b) Peserta mendapatkan pelayanan gigi di Dokter Gigi yg menjadi jejaring Puskesmas/klinik
c) Tidak ada pendaftaran peserta ke Dokter Gigi lain.

2. Jika peserta memilih terdaftar di Dokter Praktek Perorangan (Dokter Umum) sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertamanya, maka:

a) Peserta dapat mendaftar ke Dokter Gigi Praktek Mandiri/Perorangan sesuai pilihan dengan mengisi Daftar Isian Peserta (DIP) yg disediakan oleh BPJS Kesehatan.
b) Pelayanan gigi kepada peserta diberikan oleh Dokter Gigi sesuai pilihan Peserta.
c) Penggantian Fasilitas Kesehatan Dokter Gigi diperbolehkan minimal setelah terdaftar 3 (tiga) bulan di Fasilitas Kesehatan tersebut.

Tata Cara Pelayanan :

1. Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
a) Peserta datang ke Puskesmas/Klinik / ke Dokter Gigi Praktek Mandiri/Perorangan sesuai
pilihan Peserta.
b) Peserta menunjukkan kartu identitas BPJS Kesehatan (proses administrasi).
c) Fasilitas Kesehatan melakukan pengecekan keabsahan kartu peserta.
d) Fasilitas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan/pemberian tindakan/pengobatan.
e) Setelah mendapatkan pelayanan peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar yg disediakan oleh Fasilitas Kesehatan.
f) Bila diperlukan atas indikasi medis peserta akan memperoleh obat.
g) Rujukan kasus gigi dapat dilakukan jika atas indikasi medis memerlukan pemeriksaan/
tindakan spesialis/sub spesialis. Rujukan tersebut hanya dapat dilakukan oleh Dokter Gigi, kecuali Puskesmas/Klinik yg tidak memiliki Dokter Gigi.

2. Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan
a) Peserta membawa identitas BPJS Kesehatan serta surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
b) Peserta melakukan pendaftaran ke RS dengan memperlihatkan identitas & surat rujukan
c) Fasilitas Kesehatan bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan keabsahan kartu & surat rujukan serta melakukan input data ke dlm aplikasi Surat Elijibilitas Peserta (SEP) & melakukan pencetakan SEP.
d) SEP akan dilegalisasi oleh Petugas BPJS Kesehatan di Rumah Sakit.
e) Peserta mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan &// perawatan &// pemberian tindakan &// obat &// Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
f) Setelah mendapatkan pelayanan, Peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar yg disediakan oleh masing-masing Fasilitas Kesehatan.

Adapun Pelayanan Gigi yg Tidak Dijamin ialah sebagai berikut :
1. pelayanan kesehatan yg dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dlm peraturan yg berlaku;
2. pelayanan kesehatan yg dilakukan di Fasilitas Kesehatan yg tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dlm keadaan darurat;
3. pelayanan kesehatan yg dilakukan di luar negeri;
4. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
5. pelayanan meratakan gigi (ortodonsi);
6. biaya pelayanan lainnya yg tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan Kesehatan yg diberikan.

Cabut Gigi dapat ditanggung BPJS Jika sesuai prosedur! | carinsurancenet.us | 4.5