Cara Klaim Dana JHT 10% / 30% (ketentuan, syarat & prosedur)

Cara Klaim Dana JHT 10% / 30% (ketentuan, syarat & prosedur)

Kebijakan tentang cara klaim dana JHT sudah beberapa kali mengalami perubahan, sampai oktober 2016 kebijakan terbaru ialah PP nomor 60 tahun 2015 & Peraturan menteri tenaga kerja & transmigrasi No. 19 tahun 2015, yg menjelaskan bahwa Untuk mencaikan JHT 10% / 30% hanya dapat dilakukan pada saat si peserta masih bekerja, dengan masa kerja minimal 10 tahun, sedangkan untuk mencairkan 100% peserta harus sudah keluar dengan masa tunggu 1 bulan sejak keluar.

Ada beberapa ketentuan terkait dengan pencairan dana JHT 10% / 30% ini, peserta hanya boleh memilih salah satu saja, dapat yg 10% / yg 30%, yg 10% untuk pesiapan pensiun & yg 30% diperuntukan untuk kepemilikan rumah, baca:Cara mendapatkan DP rumah KPR dari BPJS TK ,
Jika salah satu pencairan sudah dipilih maka peserta tidak dapat mencaikan JHT secata bertahap lagi, pencairan berikutnya ialah pencairan yg 100% saat si peserta sudah berhenti bekerja minimal 1 bulan / sudah berusia 65 tahun / mengalami cacat permanen / meninggal dunia.

cara klaim pencairan jht 10% / 30%

Berikut ialah rincian persyaratan untuk mencairkan dana JHT 10% / 30%
Ketentuan wajib:
  1. Masih aktif bekerja di perusahaan
  2. Sudah menjadi peserta Jamsostek / BPJS ketenagakerjaan minimal selama 10 tahun
Sedangkan berkas dokumen persyaratan untuk mencairkan uang JHT 30% & 10% ialah sebagai berikut:
Untuk klaim saldo JHT yg 10%:
  1. Fotocopy & asli kartu BPJS TK/Jamsostek
  2. Fotocopy & asli KTP / paspor peserta
  3. Fotocopy & asli Kartu Keluarga (KK)
  4. Fotocopy & asli surat keterangan masih aktif bekerja diperusahaan, fotocopy dilegalisir oleh perusahaan
  5. Buku tabungan (semua bank, kecuali BJB, informasi terakhir BJB belum bekerjasama dengan bpjs, jika ingin cepat dapat menggunakan rekening bank BNI)
Untuk klaim saldo JHT yg 30%:
  1. Fotocopy & asli kartu BPJS TK/Jamsostek
  2. Fotocopy & asli KTP / paspor peserta
  3. Fotocopy & asli Kartu Keluarga (KK)
  4. Fotocopy & asli surat keterangan masih aktif bekerja diperusahaan, fotocopy dilegalisir oleh perusahaan
  5. Buku tabungan (semua bank, kecuali BJB, informasi terakhir BJB belum bekerjasama dengan bpjs, jika ingin cepat dapat menggunakan rekening bank BNI)
  6. Dokumen Perumahan
yg wajib diperhatikan:
  1. Data di kartu BPJS & KTP harus sama
  2. Data di KTP & juga KK harus sama, jika ada perbedaan data, maka sebelum melakukan pencairan persyaratan harus di revisi, misal jika tempat tinggal di KK & KTP beda maka harus minta surat keterangan pindah domisili dari disdukcapil, jika RT.RW di KTP & KK berbeda maka harus minta keterangan surat pindah dari Kelurahan setempat.

Ketentuan Tarif Pajak Progresif
Pencairan dana JHT 10% & 30% akan dikenakan pajak progresif yg besarnya disesuaikan dengan nilai saldo JHT peserta, dengan ketentuan:

Untuk pencairan setelah 10 tahun kepesertaan & bukan di usia pensiun (56 tahun) maka rinciannya ialah:

  1. Jika saldo JHT 50 juta pajaknya 5%
  2. Jika saldo di atas 50 juta sampai 250 juta, tarif pajaknya ialah 15%
  3. Jika saldo di atas 250 juta sampai 500 juta, tarif pajaknya ialah 25%
  4. Jika saldo di atas 500 juta maka tarif pajaknya ialah 30%.
Sedangkan untuk yg mencairkan dana JHT di usia pensiun (56), maka berapapun total saldonya, hanya akan dikenakan 5% saja.

Prosedur klaim:

Prosedur klaim BPJS dapat dilakukan dengan datang langsung / melalui aplikasi online e-klain, namun untuk lebih memudahkan proses pencairan, klaim dapat dilakukan secara online melalui aplikasi online e-klaim, baca: Cara klaim bpjs tk melalui e-klaim terbukti lebih mudah, setelah proses klaim secara online dilakukan, pembaca harus datang ke kantor BPJS sesuai dengan jadwal yg telah ditentukan dengan membawa persyaratan aslinya.
Demikian tentang Cara Klaim Dana JHT 10% / 30% (ketentuan, syarat & prosedur), semoga bermanfaat.

Cara Klaim Dana JHT 10% / 30% (ketentuan, syarat & prosedur) | carinsurancenet.us | 4.5