Cara Mencairkan 100% JHT Jamsostek BPJS (Syarat & Ketentuan)

Cara Mencairkan 100% JHT Jamsostek BPJS (Syarat & Ketentuan)

Ketentuan peraturan syarat & prosedur mencairkan (klaim) saldo JHT program BPJS ketenagakerjaan / JAMSOSTEK 10%, 30% sampai 100% – Jaminan Hari tua (JHT) ialah salah satu program BPJS ketenagakerjaan (BPJS TK) / dulu dikenal dengan JAMSOSTEK sebagai salah satu solusi untuk persiapan masa depan para pekerja yg dapat memberikan jaminan hari tua untuk tenaga kerja. Saldo JHT dapat di claim / dicairkan dengan syarat & ketentuan yg telah ditetapkan.

Ada peraturan baru yg dikeluarkan oleh pemerintah terkait bagaimana cara mencarikan program JHT (Jaminan Hari tua) BPJS ketenagakerjaan ini, berdasarkan peraturan pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 yg mulai berlaku sejak 1 september 2015 menyatakan bahwa saldo JHT dapat diambil 10%, 30% hingga 100% tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun / peserta minimal berumur 56 tahun seperti yg tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan pemerintah (PP) No 46 tahun 2015) .
klaim / pencairan jht bpjs ketenagakerjaan
Ini tentunya sebuah kabar baik untuk para peserta BPJS  Ketenagakerjaan, karena mereka dapat mencairkan saldo JHT lebih cepat kapanpun & dimanapun, baik dlm keadaan masih bekerja maupun dlm keadaan sudah berhenti bekerja (PHK maupun karena resign), bahkan untuk peserta yg sudah berhenti bekerja mereka dapat mencaikan saldo JHT sampai 100% walaupun usia kepesertaan kurang dari 10 tahun.

Syarat & ketentuan mencaikan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek

Ada beberapa pilihan untuk klaim saldo JHT, dapat dicairkan hanya 10% saja, 30% saja / sampai 100%, berikut ialah syarat & ketentuannya:

Ketentuan Mencairkan saldo JHT 10%, 30% & 100% terbaru

Berikut beberapa ketentuan yg harus pembaca ketahui terkait cara mencairkan (klaim) saldo JHT Jamsostek (BPJS ketenagakerjaan):
  • Sesuai dengan peraturan pemerintah no 60 tahun 2015 yg mulai berlaku sejak 1 september 2015, pencairan 10% & 30% dapat dilakukan hanya untuk peserta yg masih bekerja dengan syarat usia kepesertaan sudah menginjak 10 tahun, pencairan hanya boleh dipilih salah satu, 10% / 30% saja, tidak dapat dua-duanya. 10% untuk dana persiapan pensiun, sedangkan yg 30 persen untuk biaya perumahan.
  • Setelah melakukan salah satu pencairan 10% / 30% pencairan berikutnya yg dapat dilakukan ialah pencairan 100% setelah keluar dari pekerjaan.
  • Sementara untuk mencairkan saldo JHT sampai 100% hanya diperuntukan untuk peserta yg sudah tidak bekerja (keluar, resign / PHK), saldo dapat langsung dicairkan setelah menunggu 1 bulan sejak keluar tidak bekerja.
  • Pencairan JHT 100% Tidak dapat dicairkan tanpa paklaring (surat pengalaman/berhenti kerja), paklaring dapat diminta dari perusahaan yg sudah pembaca tinggalkan, jika perusahaan sudah tidak ada maka dapat meminta ke disnaker.
  • Pastikan Data KTP sama dengan data Kartu Keluarga (KK) jika berbeda pembaca dapat membuat surat keterangan koreksi kesalahan dari kelurahan setempat.
  • Pengambilan Saldo JHT tidak dapat diwakilkan, jika si peserta cacat total pencairan harus disertai surat kuasa, kecuali untuk peserta yg meninggal dunia.
  • Cara klaim JHT Jika kartu BPJS hilang, untuk mencairkan saldo JHT BPJS, pembaca harus mengurus surat pengganti kartu peserta yg hilang yaitu surat keterangan hilang dari kepolisian. Dengan mencantumkan no Kartu Peserta BPJS di dlm surat keterangan hilang tersebut, maka pembaca sudah dapat mencairkan JHT pembaca.
  • Untuk Peserta yg sudah berhenti bekerja, saldo JHT dapat dicairkan 100% setelah menunggu selama satu bulan sejak keluar dari pekerjaan, meskipun usia kepesertaan kurang dari 10 tahun.

Persyaratan klaim Saldo JHT 10% / 30% terbaru

Berikut ialah persyaratan untuk klaim saldo JHT 10% / 30% yg berlaku mulai 1 september 2015 berdasarkan peraturan pemerintah No 60 tahun 2015:
  1. Usia kepesertaan minimal harus sudah 10 tahun
  2. Peserta masih aktif bekerja diperusahaan.
Syarat Untuk pencairan Saldo JHT 10% 

  • Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yg asli.
  • Fotocopy KTP / Paspor Peserta dengan menunjukkan yg asli.
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yg asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan
Sedangkan syarat untuk klaim saldo JHT 30% ialah sebagai berikut:

  • Fotocopy kartu BPJS TK/Jamsostek dengan membawa yg asli.
  • Fotocopy KTP / Paspor Peserta dengan menunjukkan yg asli.
  • Fotocopy KK (Kartu Keluarga) dengan menunjukkan yg asli.
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Dokumen Perumahan.
  • Buku Rekening Tabungan

Untuk pencairan saldo JHT 10% & 30% diberlakukan pajak progresip yg harus pembaca tanggung sebagai berikut:
  • Saldo JHT di bawah 50 juta dikenakan pajak 5%
  • Saldo JHT 50 juta sampai dengan 250 juta dikenakan pajak 15%
  • Saldo JHT 250 juta sampai 500 juta dikenakan pajak 25%
  • di atas 500% dikenakan pajak 30%
  • Untuk peserta yg sama sekali belum pernah mencairkan saldo JHT setelah lebih dari 10 tahun & saldo JHT diambil 100% setelah berhenti bekerja maka pajak yg berlaku hanya 5% saja.

Persyaratan klaim Saldo JHT sampai 100%

Ketentuan:
Klaim saldo JHT 100%  yg berlaku mulai 1 september 2015 berdasarkan peraturan pemerintah No 60 tahun 2015 menyatakan siapapun peserta BPJS TK yg sudah berhenti bekerja baik karena Putus Hubungan Kerja (PHK) / resign dengan kemauan sendiri, dapat mencairkan saldo JHT sampai 100% setelah menunggu 1 bulan,  tanpa harus menunggu usia 56 tahun / saat pembaca mengalami cacat total / meninggal dunia, sedangkan untuk yg masih bekerja hanya ada 2 pilihan untuk mencairkan saldo JHT yaitu 10% saja untuk persiapan pensiun / 30% untuk biaya perumahan.

Persyaratan pencairan saldo JHT sampai 100%:
Berikut ialah persyaratan untuk pencairan saldo JHT BPJS (JAMSOSTEK) sampai 100%:
  • Sudah berhenti bekerja (PHK/ resign)
  • Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  • Paklaring (Surat pengalaman bekerja / surat keterangan sudah berhenti bekerja)
  • KTP / boleh juga SIM.
  • Kartu Keluarga (KK).
  • Buku Tabungan untuk pencairan JHT.
Jangan lupa sertakan fotocopy minimal sebanyak 1 lemar untuk masing-masing dokumen di atas.
Prosedur Pencairan
Sedangkan prosedur pencairannya ialah seabagai berikut:
  • Mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
  • mengisi formulir pengajuan klaim JHT,
  • Menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun,
  • Ceklis kelengkapan berkas,
  • Panggilan wawancara & foto
  • Terakhir transfer seluruh saldo JHT ke nomor rekening bank.

Itulah informasi mengenai Cara Mencairkan JHT Jamsostek BPJS 100% (Syarat & Ketentuan), semoga informasi yg disajikan dapat memberikan pengetahuan tambahan untuk pembaca & semoga pembaca lebih bijak dlm menggunakan anggaran keuangan pembaca dengan memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, semoga membantu/

Cara Mencairkan 100% JHT Jamsostek BPJS (Syarat & Ketentuan) | carinsurancenet.us | 4.5