Cara Mengambil Dana JHT Jamsostek/BPJS TK Tanpa Paklaring (bisakah?)

Cara Mengambil Dana JHT Jamsostek/BPJS TK Tanpa Paklaring (bisakah?)

Cara Mengambil Dana JHT Jamsostek/BPJS TK Tanpa Paklaring (bisakah?) – Ada banyak sekali keluhan yg datang dari peserta bpjs ketenagakerjaan terkait pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) jamsostek / dana bpjs ketenagakerjaan yg menjadi haknya, pasalnya masih banyak dari mereka tidak dapat mencairkan dana bpjs tk /jamsostek yg menjadi haknya karena terkendala dengan persyaratan yg belum lengkap / belum sesuai dengan yg telah ditentukan oleh undang-undang bpjs ketenagakerjaan.

Padahal jika persyaratan lengkap & sesuai dengan ketentuan yg diminta, pengajuan pencairan dana jamsostek / dana bpjs tk sangat mudah & dapat diproses secara cepat. Kendala yg sering dihadapi peserta bpjs yg ingin melakukan pencairan dana bpjs 100% ialah paklaring, mereka gagal melakukan pencairan dana bpjs karena bermasalah dengan paklaring yg berisi surat keterangan kapan mulai bekerja & kapan berhenti bekerja, baik karena tidak memiliki paklaring di berkas persyaratan klaim ataupun karena data paklaring salah. Baca juga: Syarat & ketentuan Pencairan dana jamsostek bpjs 100%

pencairan jht tanpa paklaring

Apakah dana JHT Jamsostek BPJS dapat dicairkan tanpa Paklaring?

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER-12/MEN/VI/2007 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan, & Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, menyatakan bahwa Salah satu syarat klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS TK / Jamsostek ialah Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan / Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial / yg disebut dengan Paklaring.

Paklaring pada dasarnya ialah surat keterangan pernah bekerja dimana di dalamnya memuat tanggal mulai bekerja & tanggal berhenti bekerja, dikeluarkan oleh perusahaan pada saat karyawan / pegawai keluar / berhenti bekerja.

Di peraturan BPJS sebelumnya, untuk persyaran claim JHT paklaring harus difotocopy & dilegalisir oleh perusahaan tempat dimana dulu bekerja, namun khusus untuk peserta yg berhenti bekerja sejak 1 september 2015 & seterusnya, jika ingin melakukan klaim JHT, syaratnya harus melampirkan dokumen paklaring (surat berhenti bekerja) yg di tujukan kepada Disnaker setempat & di tembuskan kepada kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Jadi kesimpulannya : “paklaring wajib disertakan di  sebagai salah satu berkas pesyaratan untuk melakukan klaim / pencairan 100% dana JHT jamsostek bpjs ketenagakerjaan, jika tidak maka pencairan akan ditolak.”

Baca juga: 6 Penyebab ditolaknya pencairan 100% dana JHT jamsostek bpjs

Saya pernah punya paklaring tapi hilang sebelum digunakan untuk pencairan dana JHT BPJS Jamsostek bagaimana solusinya?

Jika paklaring hilang maka solusinya ialah membuat kembali paklaring dari perusahaan yg bersangkutan, namun jika perusahaan sudah tutup maka dapat meminta surat keterangan tidak bekerja dari dinas tenaga kerja yg berlokasi di kota yg sama dengan perusahaan yg bersangkutan.
Namun berdasarkan pernyataan dari pihak bpjs melalui fanspage resmi BPJS Ketenagakerjan, untuk paklaring hilang maka salah satu solusinya ialah membuat surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian, dengan mencantumkan nama perusahaan tempat bekerja di dalamnya. 
pembaca dapat berkoordinasi dengan pihak bpjs ketenagakerjaan untuk informasi lebih lanjut terutama mengenai paklaring yg hilang, namun menurut saya cara terbaik ialah dengan membuat ulang paklaring di perusahaan yg bersangkutan.

Cara Mengambil Dana JHT Jamsostek/BPJS TK Tanpa Paklaring (bisakah?) | carinsurancenet.us | 4.5