Cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan JHT, JKK, JP, JKM (Contoh kasus lengkap)

Cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan JHT, JKK, JP, JKM (Contoh kasus lengkap)

Di artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan secara panjang lebar bagaimana cara menghitung iuran bpjs kesehatan untuk perusahaan (BPJS PPU) dilengkapi dengan contoh kasus, di artikel kali ini saya akan jelaskan juga bagaimana cara menghitung iuran bpjs ketenagakerjaan.

Sama halnya seperti iuran BPJS Kesehatan yg ditanggung oleh perusahaan / BPJS Pekerja penerima upah (BPJS PPU), untuk BPJS Ketenagakerjaan juga iuran bulanannya memiliki perhitungan khusus, sebagian ditanggung oleh perusahaan & sebagian dipotong dari gaji karyawan. Perhitungan iuran bpjs ketenagakerjaan merujuk kepada 4 program utamanya yaitu JHT / jaminan hari tua, JKK / jaminan kecelakaan kerja, JP / jaminan pensiun & JKM / jaminan kematian.

perhitungan iuran bpjs ketenagakerjaan JHT, JKK, JP, JKM

untuk pembaca yg kebetulan masih bingung bagaimana cara menghitung iuran bulanan untuk bpjs ketenagakerjaan, maka disini saya akan uraikan dasar perhtungan iuran bpjs ketenagakerjaan sekaligus dengan contoh kasus sehingga artikel ini dapat dijadikan referensi untuk melakukan perhitungan tarif iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan yg harus dibayarkan untuk setiap karyawan di perusahaan pembaca.

Dasar Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK)

Dasar perhitungan ini bersumber dari situs resmi http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/ sebagai berikut:

1. Tarif iuran bulanan dihitung berdasarkan program yg dimiliki oleh bpjs ketenagakerjaan yg meliputi:

  • Program jaminan hari tua (JHT)
  • program jaminan keselamatan kerja (JKK)
  • program jaminan pensiun (JP)
  • program jaminan Kematian (JKM)
2. Iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) sangat tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja, yg dikelompokkan menjadi:
  • Kelompok I (tingkat risiko sangat rendah) : 0,24% dari upah sebulan
  • Kelompok II (tingkat risiko rendah) : 0,54% dari upah sebulan
  • Kelompok III (tingkat risiko sedang) : 0,89% dari upah sebulan
  • Kelompok IV (tingkat risiko tinggi) : 1,27% dari upah sebulan
  • Kelompok V (tingkat risiko sangat tinggi) : 1,74% dari upah sebulan
JKK iurannya ditanggung sepenuhnya oleh pemberi kerja.

3. Iuran jaminan kematian (JKM) sebesar 0,30% dari upah sebulan. ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
4. Iuran jaminan hari tua (JHT) sebesar 5,7% dari upah sebulan, dengan ketentuan 3,7% ditanggung oleh pemberi kerja & 2% ditanggung oleh pekerja.
5. Iuran jaminan pensiun (JP) sebesar 3% dari upah sebulan, dengan ketentuan 2% ditanggung oleh pemberi kerja & 1% ditanggung oleh pekerja. 
6. Upah sebulan yg dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok & tunjangan tetap.
7. Batas terendah upah yg dijadikan dasar perhitungan iuran disesuaikan dengan UMR/UMP/UMK wilayah setempat yg berlaku.
8. Batas tertinggi upah sebulan yg dijadikan dasar perhitungan iuran sebesar Rp 8.000.000,00. (dapat berubah sesuai dengan peraturan yg berlaku)
9. Denda sebesar 2% dari total iuran jika iuran terlambat dibayarkan, iuran dibayar paling lambat setiap tanggal 15 setiap bulannya.

Data yg harus dikumpulkan sebelum melakukan perhitungan

Berdasarkan data dasar perhitungan di atas maka data yg harus dikumpulkan sebelum melakukan perhitungan iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan ialah sebagai berikut:
1. pembaca harus mengetahui data gaji pokok & tunjangan tetap setiap karyawan/pegawai
2. Mengetahui nilai UMR/UMP/UMK wilayah setempat yg berlaku
3. Sudah menentukan tingkat resiko linkgungan kerja, ini untuk menentukan nilai persentase untuk perhitungan iuran jaminan keselematan kerja. besarannya biasanya akan selalu dievaluasi paling lama  setiap 2 (tahun) sekali

Contoh Kasus Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Untuk lebih memahami perhitungan iuran bpjs ketenagakerjaan yg harus dibayarkan setiap bulannya, maka saya menyajikan studikasus sebagai berikut:
#Contoh Kasus:
Misal, Perusahaan X yg letaknya di kota Jakarta memiliki 2 karyawan, & sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, berapakah total iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan yg harus dibayarkan setiap bulannya, jika data upah sebulan ke 2 karyawan tersebut diketahui sebagai berikut :
  • Iwan, Gaji Pokok Rp 4.000.000 & tunjangan tetap Rp. 1.500.000
  • Budi Gaji pokok  Rp. 7.500.000 & tunjangan tetap Rp. 2.500.000
Misal UMP/UMK/UMR kota jakarta ialah Rp 4.000.000, & perusahaan dari hasil evaluasi termasuk perusahaan yg memiliki tingkat resiko lingkungan kerja rendah.
#Jawab:

Diketahui :
  • UMP = Rp. 4.000.000
  • Tingkat resiko lingkungan kerja rendah, maka persentase perhitungan untuk JKK ialah 0.54% dari upah sebulan


#1. Perhitungan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk iwan:

Upah sebulan Iwan, 4.000.000 + 1.500.000 = Rp 5.500.000
Karena upah sebulan untuk iwan di atas UMP & di bawah batas tertinggi upah sebulan (Rp 8.000.000), maka yg dijadikan dasar perhitungan ialah upah iwan sebulan yaitu Rp. 5.500.000, dengan rincian sebagai berikut:
#Iuran JKK,  0.54% x 5.500.000 = Rp 29. 700, dibayar oleh perusahaan

#Iuran JKM, 0.30% x 5.500.000 = Rp 16.500, dibayar oleh perusahaan
#Iuran JHT, 5.7% x upah sebulan, sebagian dibayar oleh perusahaan & karyawan
  • Dibayar oleh perusahaan 3.7% x 5.500.000 = Rp. 203.500
  • Dipotong dari gaji karyawan 2% x 5.500.000 = Rp 110.000
#Iuran JP, total 3% x upah sebulan dibayar oleh perusahaan & karyawan

  • Dibayar oleh perusahaan, 2% x 5.500.000 = Rp 110.000
  • Dipotong dari gaji karyawan, 1% x 5.500.000 =  Rp 55.000
#TOTAL:
Total Iuran bpjs ketenagakerjaan yg harus dikeluarkan untuk karyawan iwan ialah:

  • Dari perusahaan, 29.700 + 16.500 + 203.500 + 110.000 =  Rp. 359.700
  • Dipotong dari gaji karyawan, 110.000 + 55.000 = Rp. 165.000
  • Total, 359.700 + 165.000 = 524.700

#2 – Perhitungan Iuran BPJS ketenenagakerjaan untuk Budi

Upah budi sebulan, 7.500.000 + 2.500.000 = Rp 10.000.000
Karena upah budi sebulan di atas UMR & di atas nilai tertinggi upah sebulan (Rp 8.000.000), maka yg dijadikan dasar perhitungan iuran bpjs ketenagakerjaan untuk Budi ialah nilai tertinggi upah sebulan yaitu Rp. 8.000.000, dengan rincian sebagai berikut:
#Iuran JKK,  0.54% x 8.000.000 = Rp 43.200, dibayar oleh perusahaan

#Iuran JKM, 0.30% x 8.000.000 = Rp 24.000, dibayar oleh perusahaan
#Iuran JHT, 5.7% x upah sebulan, sebagian dibayar oleh perusahaan & karyawan
  • Dibayar oleh perusahaan 3.7% x 8.000.000 = Rp. 296.000
  • Dipotong dari gaji karyawan 2% x 5.500.000 = Rp 160.000
#Iuran JP, total 3% x upah sebulan dibayar oleh perusahaan & karyawan
Karena nilai maksimal untuk perhitungan jaminan pensiun ialah 7.000.000 sedangkan upah budi sebulan yg dijadikan dasar perhitungan ialah 8.000.000 maka yg dijadikan dasar perhitungan untuk Jaminan pensiun ialah yg 7.000.0000

  • Dibayar oleh perusahaan, 2% x 7.000.000 = Rp 140.000
  • Dipotong dari gaji karyawan, 1% x 7.000.000 =  Rp 70.000
#TOTAL:
Total Iuran bpjs ketenagakerjaan yg harus dikeluarkan untuk karyawan Budi ialah:

  • Dari perusahaan, 43.200 + 24.000 + 296.000 + 140.000 =  Rp. 503.200
  • Dipotong dari gaji karyawan, 160.000 + 70.000 = Rp. 230.000
  • Total, 503.200 + 240.000733.200

Total iuran yg harus di bayarkan ialah

  • Iwan, Rp 524.700
  • Budi, Rp 733.200
  • Total, Rp 1.257.900
Contoh kasus di atas setidaknya dapat memberikan gambaran bagaimana cara menghitung iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan. Untuk mendapatkan perhitungan dengan cepat & akurat pembaca dapat menggunakan bantuan microsoft excel.

Silahkan download Worksheet perhitungan iuran bpjs tk excel

Semoga membantu, mohon maaf bila ada kesalahan perhitungan, intinya berdasarkan dasar perhitungan, kurang lebih seperti itu.

Demikian artikel tentang Cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan JHT, JKK, JP, JKM (Contoh kasus lengkap), semoga bermanfaat.

Cara menghitung iuran BPJS Ketenagakerjaan JHT, JKK, JP, JKM (Contoh kasus lengkap) | carinsurancenet.us | 4.5