Cara Mengurus BPJS di Rumah Sakit tanpa BPJS

Cara Mengurus BPJS di Rumah Sakit tanpa BPJS

Apa yg saya tuliskan di blog asuransi keluarga dibawah  kali ini bersifat personal / kodisional. Variabel Tempat & waktu berpengaruh, & ini sekedar sharing pengalaman dari teman seorang teman. Secara formal prosedur cara mengurus PBJS di rumah sakit sudah banyak dibahas dibeberapa blog, baik itu blog yg membahas fokus di asuransi kesehatan keluarga / di blog lain yg berisi general(gado-gado).
Dikatakan, Idealnya BPJS sekarang merupakan jalan yg terbaik untuk rakyat Indonesia untuk mendapatkan fasilitas kesehatan. Dikatakan secara formal pembiayaan kesehatan jadi ringan karena ditanggung BPJS, ya tentu sebetunya kita sama-sama tahu sejatinya biaya kesehatan ditanggung dari iuran masyarakat lain yg melakukan pembayaran iuran/premi secara rutin, sejujurnya dapat dikatakan rugi jika kita dengan kondisik kesehatan yg rata-rata harus mengeluarkan biaya iuran/premi dibayarkan ke sistem BPJS dimana kita tidak tahu apakan kita akan sangat membutuhkan bantuan BPJS.
Sejenak kita mencoba realistis, sebenarnya kita ditakut-takuti dengan [mungkin] data statistik yg salah & ditakuti kondisi yg belum tentu terjadi dimasa yg akan datang. so mungkin untuk menghindari perasaan kerugian karena harus bayar iuran/premi bulanan BPJS yg menurut saya pribadi dengan penghasilan pas-pasan tidak sedikit ialah saya harus sakit untuk mendapatkan manfaat atas iuran yg saya keluarkan, hmmm.. cara fikir yg salah dimana kita harus menganggap benar sebuah sistem yg belum tentu kebenarannya.
Mari kita lakukan riset lagi tentang data kesehatan & kecenderungan kondisi kesehatan kita beberapa tahun yg akan datang. ialah lebih bijak kiranya kita tidak mengeluarkan dana kita untuk sesuatu yg belum tentu kita butuhkan & kita juga tak tahu pasti bahwa iuran yg dikeluarkan entah kemana bermuaranya. Pastikan uang kita tetap memberikan manfaat untuk kita / setidaknya untuk kepada siapa kita inginkan.

Kalaulah seandainya kita ingin realistis menyoal BPJS ini. Kenapa kita tak mengambil produk asuransi kesehatan komersial / kalau pembaca muslim mengapa tidak mengambil misal; produk asuransi keluarga syariah, dimana sistem yg ditawarkan menurut saya pribadi lebih lengkap & beragam manfaat & fasilitasnya. Dimana dibeberapa pruduk asuransi tersebut sudah menjadi standar de facto misalnya dari pilihan dana yg disetor dengan sistem hangus tetapi dengan kelebihan sistem double claim dll / ada juga pilihan antara produk dengan sistem hangus / asuransi dengan sistem invest dimana selain mendapatkan perlindungan peserta asuransi[kita] mendapatkan pengembalian dana[iuran] beserta bunga invest nya / jika kita menggunakan produk asuransi syariah kita dapatkan plus untuk hasil nya.

Prosedur Cara mengurus BPJS di rumah sakit yg benar berdasarkan ketentuan yg berlaku.

Seperti yg dituliskan diatas, yg kita lakukan setelah melalui prosedur ialah hanya membayar atas jenis kelas yg kita ambil; kelas 1, kelas 2 & kelas 3. Kelas sendiri merupakan pilihan atas fasilitas rawat inap dimana untuk kualitas pelayanan[dikatakan] semua kelas mendapat perlakuan yg sama 0_o.

Adapun besar iuran BPJS untuk setiap kelas yg dipilih berbeda;

  • Rp 59.500/orang/bulan, manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
  • Rp 42.500/orang/bulan, manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.
  • Rp 25.500/orang/bulan, manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.
Langkah selanjutnya, untuk mendapat manfaat / menggunakan fasilitas ialah ketahui prosedurnya. Jangan sampai pembaca tak dilayani oleh petugas hanya karena pembaca tidak mengetahui prosedurnya, lebih parah lagi karena tak dilayani sampe memanggil LSM / wartawan segala, WTF! :-). sistem BPJS ini berdasarkan sistem rujukan dari fasilitas kesehatan tk 1[fasilitas kesehatan terdekat dari tempat tinggal] sebelum kita dapat menggunakan layanan dari rumah rumah sakit jadi pastikan pembaca menggunakan prosedur yg ada.

1.    Pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat 1

Di faskes 1 ini kita mendapatkan pelayanan sesuai dengan sarana yg tersedia. & bilamana dibutuhkan untuk mendapatkan pengobatan/perawatan tetapi sarana yg tersedia di faskes 1 tidak ada, selanjutnya akan diberi rujukan kefasilitas kesehatan yg lebih memadai lagi dlm hal ini rujukan ke rumah sakit.

2.    Mendaftarkan diri di bagian pelayanan BPJS di rumah sakit yg dituju.

Persiapkan berkas yg telah dipersyaratkan agar pembaca tidak direpotkan untuk bolak-balik melengkapinya. Copy surat rujukan faskes 1, kartu identitas, kartu keluarga & kartu BPJS. Setelah itu yg perlu pembaca lakukan ialah ngantri & sabar 😛 sampai urusan berkas administrasi legalitas pengguna layanan BPJS selesai. kadang ada perasaan kita dipandang rendah karena pengguna BPJS jika dibanding dengan kelas VIP atan VVIP yg mendapatkan pelayanan prioritas 🙂 tentu ini hanya perasan saya saja mungkin.
Apabila tahap ini selesai maka pembaca berarti selesai pemberkasan juga mendapati surat eligilibilas BPJS plus kartu rekam medis beserta kartu berobat.

3.    Poliklinik di rumah sakit yg sesuai rujukan atas resiko kesehatan yg dimiliki.

Setelah berada di poliklinik yg dituju, misal pembaca hendak katagori operasi ringan[contoh: hernia] banyak cek yg harus dilakukan dari mulai cek darah, cek pernapasan, cek jantung & yg terakhir sampai mendapat kesimpulan hasil seluruh cek dengan persetujuan dari dokter yg bertanggung jawab untuk operasi. Setelah itu langsung menuju kamar rawat inap sambil menunggu jadwal opeasi dari dokter bedah.
Untuk contoh kasus hernia ini kurang lebih 3 hari, dari mulai berkas, operasi, pengecekan pasca operasi, setelah itu ditawari pulang. Semoga lekas sembuh.  

Cara mengurus BPJS di rumah sakit kenyataanya / triknya :-).

Bagian ini mungkin yg serunya 😉 ya, tidak juga sih. Sebenarnya, trik ini hanya dapat terjadi dengan beberapa syarat;

  1. pembaca tidak mau membayar seumur hidup iuran BPJS, (misalkan, lebih baik saya sedekahkan saja ke sanak sodara & tetangga terdekat.)
  2. pembaca menginginkan pelayanan kelas 1 atas perawatan medis / pengobatan yg dibutuhkan.
  3. pembaca punya cukup untuk membayar biaya operasi, tetapi yg harus dikeluarkan hampir setengahnya saja. Bahkan uang yg dikeluarkan ini hanya sekedar tanda terimakasih saja.
  4. Silaturahmi pembaca cukup luas sampai kenal karyawan rumah sakit tertentu.
Ditambah asumsi: rumah sakit tidak peduli siapa yg berobat / membutuhkan pelayanan medis yg jelas rumah sakit akan melakukan penagihan ke pemerintah dlm hal ini BPJS.

The point is..

Ya pembaca tinggal reka-reka saja berdasarkan syarat & asumsi diatas, pembaca mendapat pelayanan asuransi kesehatan kelas I / VIP, tanpa menjadi anggota asuransi kesehatan BPJS. Memang ini bukan trik gratis tapi minimal ongkos operasi yg dikeluarkan jadi mungkin hanya 50%, & sebetulnya seperti dituliskan sebelumnya yg 50% ini sebagai tanda terimakasih saja kepada sodara kita yg telah membantu mencarikan[mungkin] kartu BPJS orang punya untuk dipakai pembaca beroperasi di rumah sakit yg bersangkutan. & rumah sakit sendiri mendapat biaya pengganti dari BPJS bukan dari pembaca.
Apakah ini benar-benar terjadi & dapat triknya masih dapat dipakai, saya tidak dapat menjaminnya. Fikiran bijak yg dapat mengambil hikmahnya saja yg dapat memahaminya. Wallohu’alam.

Demikian sedikit coretan tentang cara mengurus BPJS di rumah sakit tanpa BPJS.
update artikel yg  berhubungan disini >> jurus-jurus-penipuankecurangan-dlm asuransi kesehatan..

Cara Mengurus BPJS di Rumah Sakit tanpa BPJS | carinsurancenet.us | 4.5