Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Bila Perusahaan Sudah Tutup?

Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Bila Perusahaan Sudah Tutup?

Salah satu syarat untuk mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) sebesar 100% ialah status kepesertaan dari peserta tersebut harus non-aktif, tapi sayangnya masih banyak peserta bpjs tk yg sampai saat ini mengalami kesulitan untuk mengambil dana JHT yg menjadi haknya, salah satu penyebabnya ialah karena status kepesertaan mereka masih aktif, padahal mereka sudah keluar tidak lagi bekerja di perusahaan yg bersangkutan.

Berdasarkan informasi yg didapat, jika peserta sudah keluar (resign/phk) namun status kepesertaan bpjs ketenagakerjaan ternyata masih dlm keadaan aktif kemungkinan terbesar ialah perusahaan memiliki tunggakan sehingga sebelum tunggakan tersebut dilunasi pihak BPJS TK tidak akan dapat menonaktifkan kepesertaan untuk karyawan keluar tersebut.

cara menonaktifkan bpjs ketenagakerjaan jika perusahaan sudah tutup

Pada dasarnya jika ada karyawan keluar pihak perusahaan akan secepatnya melakukan pelaporan ke pihak bpjs tk untuk menonaktifkan kepesertaan karyawan tersebut, ini bertujuan agar perusahaan tidak terus terbebani oleh pembayaran iuran bulanan untuk karyawan tersebut. rugi kan karyawan keluar masa iuran bpjsnya harus terus dibayarkan, rugi buat perusahaan dong….

Tapi pada kenyataannya banyak sekali kasus perusahaan bermasalah dengan tunggakan sehingga karyawan keluar tidak dapat dinonaktifkan, bahkan banyak sekali kejadian status kepesertaan masih aktif padahal perusahaan sudah tutup. sehingga karena status kepesertaan bpjs ketenagakerjaan masih aktif maka karyawan tersebut akan terhambat tidak akan pernah dapat mencairkan dana JHT yg menjadi haknya.

Ketentuan Penonaktifan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Untuk menonaktifkan bpjs ketenagakerjaan tidak dapat dilakukan oleh pribadi, tapi harus melalui hrd perusahaan  yg diberi tanggung jawab untuk mengelola kepesertaan bpjs ketenagakerjaan. 
Adapun ketentuan penonaktifan kepesertaan bpjs ketenagakerjaan ialah sebagai berikut:

  1. BPJS Ketenagakerjaan setiap bulan menerima data upah karyawan data mutasi karyawan (karyawan yg keluar & baru masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan)
  2. Berdasarkan data tersebut, petugas kami melakukan rekonsiliasi antara upah yg dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan & iuran yg disetorkan ke Bank & disesuaikan juga dengan karyawan perusahaan tersebut yg baru masuk & keluar
  3. Data karyawan yg masuk perusahaan tersebut diisi di form F1a sebagai data peserta & selanjutnya memperoleh kartu peserta
  4. Begitu pula dengan karyawan yg keluar dari perusahaan tersebut, perusahaan menyerahkan & mengisi form F1b sebagai bukti bahwa karyawan tersebut telah Non Aktif dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
  5. Atas dasar laporan & Form tersebut petugas kami melakukan proses kepesertaan
  6. Bilamana perusahaan tidak melaporkan karyawan keluar & tidak menyerahkan Form F1b, maka BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat melakukan proses Non Aktif Kepesertaan, & perusahaan berkewajiban untuk membayar iuran karyawan tersebut karena status kepesertaan masih AKTIF
  7. Maka solusinya, silakan melaporkan ke pihak perusahaan untuk melaporkan status kepesertaan, sehingga proses kepesertaan dapat dilakukan
  8. Proses kepesertaan (baik karyawan masuk di daftarkan & keluar) hanya dapat dilakukan di kantor cabang & oleh petugas yg ditunjuk menjadi pembina perusahaan tersebut & BUKAN di kantor Pusat

Tapi bagaimana Menonaktifkan kepesertaan bpjs jika perusahaan sudah tutup?

Kejadian ini banyak sekali dialimi oleh beberapa peserta bpjs & mungkin juga pembaca salah satunya, pembaca sudah keluar sementara kepesertaan bpjs pembaca masih aktif & saat pembaca ingin mengurusnya untuk menonaktifkan kepesertaan bpjs pembaca, ternyata diketahui perusahaan pembaca sudah tidak adal alias sudah tutup.
Lantas bagaimana solusinya apakah kepesertaan masih dapat dinonaktifkan?
Jika perusahaan pembaca sudah tutup & pembaca belum dilaporkan non aktif dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, maka pembaca dapat membuat surat pernyataan di atas materai yg menyatakan :
  • bahwa pembaca benar benar sudah berhenti bekerja dari perusahaan tersebut
  • mencantumkan periodesasi (tanggal masuk & tanggal berhenti bekerja) 
  • menyebutkan unit kerjanya, 
  • Menyatatakan bahwa perusahaan sudah tutup 
  • Menyatakan belum pernah mengajukan klaim Jaminan Hari Tua,

Datang ke disnaker untuk meminta surat keterangan dari Disnaker setempat bahwa perusahaannya telah non aktif. dengan persyaratan:

  • Membawa paklaring jika ada
  • Membawa KTP & KK
  • Membawa surat pernyataan yg telah dibuat

Itulah tentang cara menonaktifkan bpjs ketenagakerjaan bila perusahaan sudah tutup, semoga arikel di atas dapat menjadi solusi atas permasalahan pembaca saat ini.

Cara Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Bila Perusahaan Sudah Tutup? | carinsurancenet.us | 4.5