Dasar Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Perusahaan Terbaru

Dasar Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Perusahaan Terbaru

Di artikel sebelumnya saya sudah pernah menyajikan artikel mengenai bagaimana cara menghitung iuran BPJS Kesehatan badan usaha / BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah (BPJS PPU) secara detail & lengkap yg disertai dengan contoh kasus, nah di artikel kali ini saya akan kembali menyajikan artikel tentang perhitungan yg masih berkaitan dengan BPJS, tapi kali ini perhitungan yg akan dibahas ialah mengenai dasar perhitungan iurn bpjs ketenagakerjaan perusahaan terbaru. 

BPJS Ketenagakerjaan / dikenal juga dengan BPJS TK ialah program yg diselenggarakan oleh pemerintah yg merupakan hasil transformasi / peralihan dari program JAMSOSTEK sebelumnya. Program ini khusus memberikan jaminan sosial ekonomi untuk para pekerja yg bekerja di indonesia, baik warga negara indonesia maupun warga negara asing yg sudah bekerja di indonesia minimal selama 6 bulan.

dasar perhitungan tarif iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan

Setiap karyawan / pegawai baik pegawai yg bekerja  di perusahaan maupun pegawai mandiri dapat ikut menjadi peserta bpjs ketenagakerjaan dengan cara mendaftar secara kelompok/kolektif, baik melalui perusahaan tempat bekerja / melalui wadah kelompok minimal 10 orang untuk para bekerja secara mandiri.

Iuran bpjs ketenagakerjaan yg harus dibayarkan setiap bulannya dihitung berdasarkan persentase dari gaji pokok & tunjangan tetap. iuran yg dibayarkan sebagian dipotong dari gaji peserta & sebagian dibayarkan oleh perusahaan.

Karena bpjs TK merupakan program peralihan dari jamsostek, program-program yg dimiliki oleh BPJS TK pun tidak jauh berbeda dengan program-program yg diusung oleh jamsostek, saat ini ada 4 program utama dari bpjs ketenagakerjaan meliputi:

  • Program jaminan hari tua (JHT)
  • Program Jaminan kecelakaan kerja (JKK)
  • Program Jaminan Pensiun (JP)
  • Program Jaminan kematian (JKM)

Perhitungan iuran bulanan dari bpjs ketenagakerjaan pun disesuaikan dengan program-program tersebut yg besarnya dihitung berdasarkan persentase dari upah sebulan (gaji pokok & tunjangan tetap).

Dasar Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Perusahaan Terbaru

Untuk pembaca yg kebetulan sedang mencari informasi mengenai dasar perhitungan / tarif iuran bulanan dari bpjs ketenagakerjaan, maka artikel ini dapat pembaca jadikan rujukan untuk melakukan perhitungan iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan di perusahaan pembaca.
Dasar perhitungannya ialah sebagai berikut:

A. Tarif Iuran Bulanan Untuk Program Jaminan Hari tua (JHT)

Besar iuran yg harus dibayarkan setiap bulan untuk program jaminan hari tua (JHT) ialah sebesar 5,7% dari upah sebulan dengan rincian:
  • 2% dipotong dari upah pekerja
  • 3.7% dibayarkan oleh pemberi kerja
Upah sebulan yg dijadikan dasar perhitungan ialah Gaji pokok ditambah dengan tunjangan tetap.

B. Tarif Iuran Bulanan untuk Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Sedangkan besar iuran bulanan yg harus dibayarkan untuk jaminan kecelakaan kerja (JKK) dihitung berdasarkan persentase yg  disesuaikan dengan tingkat resiko lingkungan kerja, dikali dengan upah sebulan (gaji pokok & tunjangan tetap) dengan rincian:
  1. Tingkat resiko sangat rendah, 0,24% dari upah sebulan
  2. Tingkat resiko rendah,0,54% dari upah sebulan
  3. Tingkat resiko sedang, 0.89% dari upah sebulan
  4. Tingkat resiko tinggi, 1,27% dari upah sebulan
  5. Tingkat resiko sangat tinggi, 1.74% dari upah sebulan
Iuran untuk program jaminan kecelakaan kerja seluruhnya dibayarkan oleh pemberi kerja (perusahaan) yg dibayarkan (untuk peserta penerima upah), yg besarnya tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja yg sesuai, besarannya dievaluasi paling lama 2 (tahun) sekali, & mengacu pada table tingkat resiko di atas, semakin besar tingkat resiko lingkungan kerja maka persentase perhitungannya puns semakin besar.

C. Dasar Perhitungan Tarif untuk Program jaminan pensiun (JP)

Dasar perhitungan tarif iuran bulanan untuk program jaminan pensiun (JP) ialah sebesar 3% dari upah perbulan (gaji pokok + tunjangan tetap) dengan rincian:
  • 2% di bayar oleh pemberi kerja
  • 1% dipotong dari gaji pekerja
Upah setiap bulan yg dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok & tunjangan tetap. Sejak tahun 2015 batas paling tinggi upah yg digunakan sebagai dasar perhitungan ditetapkan sebesar Rp 7 Juta (tujuh juta rupiah). 
BPJS Ketenagakerjaan menyesuaikan besaran upah dengan menggunakan faktor pengali sebesar 1 (satu) ditambah tingkat pertumbuhan tahunan produk domestik bruto tahun sebelumnya. Selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan menetapkan serta mengumumkan penyesuaian batas upah tertinggi paling lama 1 (satu) bulan setelah lembaga yg menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang statistik (BPS) mengumumkan data produk domestik bruto.

D. Dasar perhitungan tarif iuran bulanan untuk program jaminan kematian (JKM).

Sedangkan dasar perhitungan tarif bulanan untuk program jaminan kematian / JKM ialah sebagai berikut:
  • untuk peserta penerima gaji / upah sebesar 0,30% (nol koma tiga puluh persen) dari gaji / upah sebulan, dibayarkan oleh perusahaan.
  • Iuran JKM untuk peserta bukan penerima upah sebesar Rp 6.800,00 (enam ribu delapan ratus Rupiah) setiap bulan, dibayar oleh pribadi
Upah setiap bulan yg dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok & tunjangan tetap.

Table Dasar Perhitungan Tarif Iuran Bulanan BPJS Ketenagakerjaan

Secara garis besar berikut ialah table dasar perhitungan tarif iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan (BPJS TK):
dasar perhitungan tarif iuran bulanan bpjs ketenagakerjaan
Table tarif bpjs tk, klik untuk memperbesar

Kapan Pembayaran Iuran bulanan harus dilakukan?

Pembayaran iuran bulanan untuk bpjs ketenagakerjaan harus dibayarkan paling lambat sampai tanggal 15 bulan berikutnya, jika terlambat membayar iuran maka akan dikenakan denda sebesar 2% untuk setiap bulan keterlambatan dari total iuran bulanan yg dibayarkan.

Dasar Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Perusahaan Terbaru | carinsurancenet.us | 4.5