Haruskah berinvestasi di reksadana?

Haruskah berinvestasi di reksadana?

Pertanyaanya mengapa reksadana merupakan investasi alternatif untuk sebagian orang / kebanyakan orang, tentu alasan yg umum ialah bahwa reksadana ialah jenis investasi dengan karakter resiko yg lebih kecil dibanding dengan jenis investasi yg lainnya dimana manager investasi akan memilah, memilih & menebar dana yg terhimpun untuk keamanan dari resiko investasi.

Pernyataan ini mungkin ada benarnya untuk situasi tertentu dimana pribadi kita[yg sebagian besar pekerja, ya kita memang secara institusi didik untuk menjadi pekerja] dengan berbagai keterbatasan waktu & pengetahuan ingin mendapati keuntungan dari investasi yg lebih besar dari simpanan/tabungan tetapi resikonya lebih kecil pula dari investasi saham secara langsung. & akan berbalik tatkala waktu dialokasikan demi mendapatkan pengetahuan yg cukup untuk memahami berbagai produk investasi yg ada di pasaran, dengan pengetahuan & modal yg cukup untuk menguji pengetahuan tentu secara logika ini akan menurunkan resiko.

haruskah berinvestasi di reksadana
reksadana

Menurut robert kiyosaki, (sebetulnya banyak juga sih yg mementang pemikiran dia). Dikatakan kita wajib memiliki pengetahuan yg cukup dimana dengan pengetahuan yg cukup kita dapat mengurangi / mungkin menghilangkan resiko yg ada, & pada situasi ini mungkin orang yg tidak memiki pengetahuan yg cukup akan menganggap kita pengambil resiko & tentu ini tidak benar sepenuhnya. So luangkan waktu dapatkan lebih. Jangan serahkan pada “yg ahlinya” dengan berbagai potongan/fee 🙂 milikilah pengetahuan investasi pada pengetahuan terlebih dahulu, & dapat dipastikan itu akan menghemat gelembung pengeluaran yg tidak seharusnya.

Istilah dlm investasi reksadana berdasarkan UUPM(undang undang pasar modal).

Berdasarkan Pasal 1 angka 27 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal; ialah  wadah yg dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dlm Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Portofolio efek ialah kumpulan efek yg dimiliki oleh orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, / kelompok yg terorganisasi berupa surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, & setiap derivatif dari Efek (lihat ketentuan Pasal 1 angka 5, angka 23, & angka 24 UUPM).

Manajer investasi ialah pihak yg kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah / mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, & bank yg melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yg berlaku (Pasal 1 angka 11 UUPM).

Selain pihak-pihak yg telah disebutkan, reksa dana biasanya juga akan melibatkan kustodian, yaitu pihak yg memberikan jasa penitipan Efek & harta lain yg berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, & hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, & mewakili pemegang rekening yg menjadi nasabahnya (Pasal 1 angka 8 UUPM)

Kembali, sebelum berinvestasi apapun, kita harus menentukan tujuan investasi & memahami ‘profile resiko’ pembaca. Selanjutnya tentu luangkan waktu untuk mempelajari produk invetasi nya, terlepas apakah kita hanya sekedar investor sampingan / investor pro ‘wanna be’. Pelajari pula biaya-biaya yg akan timbul, dimana harus membeli produk investasi reksadana & tidak lupa yg terakhir famami pula kira-kira berapa yg akan kita dapat atas dana invest yg kita setorkan.

Demikian sedikit tulisan tentang investasi reksadana, semoga di lain kesempatan kembali mengangkat tentang subjek ini dengan sedikit lebih mendalam. & terbuka lah wawasan bangsa ini akan ragam jenis pilihan produk investasi yg dapat dipilih sesuai kemampuan & keinginan. Semoga bermanfaat.

referensi:
hukumonline, apa itu reksadana

Haruskah berinvestasi di reksadana? | carinsurancenet.us | 4.5