Ingin Naik Kelas VIP BPJS, awas biaya dapat membengkak?

Ingin Naik Kelas VIP BPJS, awas biaya dapat membengkak?

Hampir semua pelayanan kesehatan baik itu rawat jalan maupun rawat inap seluruhnya dapat ditanggung BPJS selama langkah yg ditempuh peserta BPJS sesuai dengan prosedur. Untuk rawat inap BPJS Sebenarnya dapat menanggung biaya rawat inap sampai kelas 1, namun ada peraturan yg diberlakukan bahwa peserta BPJS dapat naik kelas, bahkan dapat naik kelas perawatan sampai kelas VIP, dengan catatan peserta akan dikenakan tambahan selisih biaya rawat inap yg harus dibayar sendiri.

Berdasarkan peraturan direksi BPJS No 32 tahun 2015 tentang petunjuk teknis tatacara pendaftaran & & pembayaran iuran untuk peserta BPJS mandiri, yg mulai berlaku tanggal 3 agustus 2015, di salah satu surat edarannya menerangkan bahwa yg dapat naik kelas perawatan hanyalah peserta BPJS yg mengambil kelas I & Kelas II.

naik kelas vip biaya membengkak

Sedangkan peserta BPJS yg kebetulan mengambil kelas III, baik dari kategori peserta BPJS Peserta Bantuan Iuran (PBI) / peserta BPJS Mandiri tidak dapat naik kelas dengan alasan apapun. Jika kondisi ruang yg menjadi haknya penuh maka pilihannya dirujuk ke rumah sakit lain, / dapat naik kelas tapi menjadi pasien umum.

Untuk lebih jelas dapat dibaca: Alasan kenapa BPJS kelas III tidak dapat naik kelas perawatan

Hal-hal yg harus diwaspadai saat memutuskan untuk naik kelas Perawatan VIP

Memang ada banyak sekali  alasan  yg melatarbelakangi kenapa peserta BPJS harus memilih naik kelas, penyebab yg sering ditemukan ialah karena  ruang kelas perawatan yg menjadi haknya penuh, sehingga peserta mengambil alternaif naik kelas atas permintaan sendiri dengan konsekuensi harus membayar tambahan selisih biaya yg timbul.

Namun, sayangnya banyak sekali peserta BPJS yg pada akhirnya merasa dirugikan saat memutuskan untuk naik kelas perawatan, yg paling parah ialah saat mereka naik kelas VIP, didapati jumlah tagihan atas selisih biaya naik kelas nilainya sangat besar bahkan diluar perkiraan.

Hal ini sering dialami oleh beberapa peserta BPJS, dikarenakan di awal mereka belum benar-benar memahami dengan baik kebijakan bpjs untuk peserta yg naik kelas perawatan, sehingga banyak dari peserta BPJS yg merasa dirugikan.

Di artikel kali ini saya akan mencoba memberikan pemahaman mengenai konsekuensi saat peserta bpjs kesehatan harus naik kelas perawatan sampai VIP sehingga informasi ini dapat menjadi acuan yg harus dipertimbangkan oleh peserta bpjs saat memutuskan naik kelas perawatan.

#1 – Pahami Peraturan tentang naik Kelas Perawatan & Tambahan Biaya naik Kelas

Peraturan tentang naik kelas perawatan ini sudah jelas dituangkan pada Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional, disampaikan bahwa:
  1. dlm hal ruang rawat inap yg menjadi hak peserta penuh, peserta dapat dirawat di kelas perawatan satu tingkat lebih tinggi paling lama 3 (tiga) hari. Selanjutnya dikembalikan ke ruang perawatan yg menjadi haknya. Bila masih belum ada ruangan sesuai haknya, maka peserta ditawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan lain yg setara / selisih biaya tersebut menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan yg bersangkutan.”
  2. Apabila kelas sesuai hak peserta penuh & kelas satu tingkat diatasnya penuh, peserta dapat dirawat di kelas satu tingkat lebih rendah paling lama 3 (tiga) hari & kemudian dikembalikan ke kelas perawatan sesuai dengan haknya. Apabila perawatan di kelas yg lebih rendah dari haknya lebih dari 3 (tiga) hari, maka BPJS Kesehatan membayar ke FKRTL sesuai dengan kelas dimana pasien dirawat.
  3. Bila semua kelas perawatan di rumah sakit tersebut penuh maka rumah sakit dapat menawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yg setara dengan difasilitasi oleh FKRTL yg merujuk & berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan.
  4. Apabila Peserta menginginkan kenaikan kelas perawatan atas permintaan sendiri (menandatangani surat pernyataan tertulis), selisih biaya perawatan menjadi tanggung jawab peserta.
  5. Khusus untuk pasien yg meningkatkan kelas perawatan :
    • Sampai dengan kelas I, maka diberlakukan urun biaya selisih tarif INA-CBGs kelas ruang perawatan yg dipilih dengan tarif INA-CBGs yg menjadi haknya.
    • Jika naik ke kelas perawatan VIP, maka diberlakukan urun biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yg menjadi haknya.
  6. Selisih biaya yg timbul merupakan selisih dari tarif paket dimana peserta dirawat dikurangi dengan tarif paket hak peserta.
  7. Terkait dengan klaim, saat ini BPJS Kesehatan tidak dapat menerima klaim secara perorangan. Seluruh klaim pelayanan kesehatan dilakukan oleh fasilitas kesehatan kepada Kantor BPJS Kesehatan.
Mengenai Naik Kelas Perawatan
Peserta BPJS Memungkinkan untuk naik kelas perawatan jika ternyata kelas perawatan yg menjadi haknya penuh, dapat naik kelas / turun kelas maksimal selama 3 hari (biaya akan ditanggung BPJS), tapi setelah 3 hari peserta harus dikembalikan ke kelas perawatan yg menjadi haknya, jika setelah 3 hari ruang perawatan yg menjadi haknya masih penuh, peserta dapat ditawarkan untuk di rujuk ke rumah sakit lain / tetap mengambil kelas perawatan yg bukan haknya Atas Permintaan Sendiri (menandatangani surat pernyataan tertulis), dengan konsekuensi harus siap membayar tambahan selisih biaya yg timbul.

#2 – Hati-hati Naik Kelas VIP biaya dapat Membengkak

Untuk masalah ini saya sudah uraikan di artikel sebelumnya tentang kenapa naik kelas vip biaya dapat membengkak, mengenai naik kelas ini aturannya harus benar-benar dipahami dengan baik agar dapat pembaca pertimbangkan saat memutuskan untuk naik kelas perawatan, terutama saat memutuskan naik kelas VIP.
Ada 2 kategori naik kelas perawatan, yg pertama ialah naik kelas perawatan sampai kelas I & yg kedua ialah naik kelas perawatan sampai kelas VIP, keduanya memiliki perhitungan yg berbeda yg benar-benar harus pembaca pahami.

Naik kelas Perawatan sampai Kelas I

BPJS sendiri sebenarnya dapat menanggung biaya sampai kelas 1, sesuai dengan peraturan di atas, jika peserta naik kelas perawatan sampai kelas I, maka selisih biayanya ialah tarif INA-CBGs ruang perawatan kelas 1 dikurangi tarif INA-CBGs ruang perawatan kelas yg menjadi haknya.

Ingat tarif INA-CBGs menggunakan sistem paket berdasarkan diagnosa penyakit pasien, sehingga tidak dipengaruhi oleh lamanya hari perawatan, berapapun lamanya pasien dirawat di rumah sakit tetap tarif INA-CBGsnya akan sama jika pasien naik kelas perawatan sampai kelas 1 karena masih ditanggung bpjs. Selisih biaya akibat naik kelas perawatan sampai kelas 1 hanya untuk tarif ruang perawatan saja, itu dikarenakan tarif INA-CBGs untuk tindakan medis lainnya tarifnya sama antara kelas II & kelas I.

Contoh Kasus :
pembaca misalnya peserta BPJS kelas II, karena ruang kelas II penuh pembaca mengambil naik kelas Perawatan di kelas I, misalnya pembaca didiagnosa mengidap penyakit X, setelah dilihat Tarif INA-CBGs ruang perawatan untuk diagnosa penyakit X di kelas I ialah 1.000.000, sedangkan tarif INA-CBGs ruang perawatan di kelas II ialah 500.000.

Sesuai dengan aturan bahwa naik kelas perawatan sampai kelas I, yg diberlakukan ialah tarif INA-CBGs ruang kelas 1 dikurangi tarif INA-CBGs Ruang kelas II (yg menjadi haknya), maka tambahan selisih biaya yg harus pembaca bayar ialah 1.000.000 – 500.000= Rp. 500.000, pembaca misalnya harus di rawat inap selama 10 hari, maka selisih biaya yg harus pembaca bayar tetap Rp. 500.000, karena tarif INA-CBGs menggunakan sistem paket yg tidak dipengaruhi oleh jumlah hari perawatan.

Naik Kelas Perawatan sampai kelas VIP.

Hati-hati untuk naik kelas perawatan sampai VIP, karena biaya dapat sangat membengkak, harap pertimbangkan baik-baik sebelum naik kelas perawatan VIP karena biaya dapat sangat besar diluar dugaan.

Sesuai peraturan saat naik kelas VIP maka tambahan selisih biaya yg harus dibayar ialah Total Tarif Lokal VIP dikurangi dengan Tarif INA-CBGs untuk ruang kelas yg menjadi haknya.

Contoh Kasus :
Misal pembaca ialah peserta BPJS kelas I, karena ruangan penuh atas permintaan sendiri pembaca memilih naik kelas VIP, misalnya pembaca didiagnosa mengidap Penyakit X, setelah dilihat tarif INA-CBGs kelas I untuk penyakit X (tarif ruangan + biaya tindakan medis) ialah Rp. 3.000.000.

Misal pasien dirawat di ruang VIP selama 5 hari, setelah dihitung total seluruh biaya di ruang VIP dlm 5 hari ialah Rp. 25.000.000.

Maka selisih biaya yg harus pembaca bayar sendiri ialah sebagai berikut:
Sesuai peraturan Jika naik ke kelas perawatan VIP, maka diberlakukan urun biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yg menjadi haknya.

Sesuai dengan aturan tersebut maka perhitungan selisih biaya yg harus dibayar ialah: 25.000.000 – 3.000.000 = Rp. 22.000.000.

Semakin lama pasien bpjs di rawat di ruang VIP maka biayanya akan semakin besar itu disebabkan diruang VIP biaya akan dipengaruhi oleh jumlah hari perawatan sedangkan Untuk Tarif INA-CBGs di ruang perawatan yg menjadi haknya akan tetap nilainya karena paket.

Tidak masalah jika pembaca sudah siap dengan konsekuensinya, apalagi pembaca ialah orang kaya yg sangat mampu, namun beda halnya dengan peserta BPJS yg kebetulan kurang mampu, oleh karena itu naik kelas VIP benar-benar harus sangat dipertimbangkan.

Naik Kelas VIP beberapa hari kemudian pindah lagi ke Kelas ruang perawatan yg menjadi haknya, Kok Biayanya Membengkak?

Tidak sedikit peserta yg merasa terjebak dengan aturan BPJS tentang naik kelas VIP yg berlaku saat ini, karena ternyata biaya yg harus mereka keluarkan sangat besar diluar perkiraan.

Kasus ini sering menjadi masalah yg dialami beberapa peserta saat mereka naik kelas perawatan VIP beberapa hari kemudian kembali di rawat di kelas perawatan yg menjadi haknya ternyata perhitungan selisih biaya seolah-olah si peserta di rawat di ruang VIP seluruhnya sehingga tidak jarang peserta yg merasa terjebak & di PALAK oleh Rumah sakit.

Contoh Kasus:
Contoh kasus ini saya angkat berdasarkan kasus sebenarnya dari peserta yg naik kelas perawatan VIP.

Pasien X ialah peserta BPJS kelas I, dia di rawat di rumah sakit selama 10 hari, dengan rincian 1 hari di VIP, & 9 hari dia dirawat di kelas ruangan yg menjadi Haknya (di ruangan kelas 1).

Seharusnya berdasarkan aturan yg berlaku, perhitungan selisih biaya ialah total biaya 1 hari dikelas VIP – tarif INA-CBGs kelas ruang perawatan yg menjadi haknya, 9 hari di ruang kelas 1 tidak dihitung karena sudah sesuai dengan kelas yg menjadi haknya, jika diperhitungkan mungkin biayanya tidak terlalu besar.

Namun kenyataannya ternyata di luar dugaan, rumah sakit menghitung selisih biaya seolah-olah si pasien di rawat 10 hari di ruang VIP dengan alasan meskipun perawatan diruang VIP hanya 1 hari, karena sudah pernah naik ruang VIP, 10 hari perawatan di tarik menjadi VIP, sehingga tidak ayal selisih biaya yg harus dibayarnyapun sangat besar.

Kasus di atas banyak sekali yg mengalami, ntah kurang kejelasan dari kebijakan bpjs sehingga implementasinya mudah untuk diselewengkan / mungkin salah perhitungan, yg jelas kasus di atas sering terjadi & pernah dialami oleh peserta bpjs di beberapa daerah, penjelasan dari pihak pihak BPJS pun sepertinya masih kurang memuaskan.

Oleh karena itu saya pribadi menghimbau jangan sekali-kali minta naik kelas VIP, kecuali pembaca siap & sanggup membayar biaya yg dapat sangat besar.

Sebelum Naik Kelas VIP Ini yg harus pembaca lakukan?

Jika pembaca memang terpaksa harus mengambil naik kelas VIP maka coba bicarakan terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit mengenai perkiraan biaya yg akan timbul, karena biasanya saat memutuskan naik kelas perawatan akan ada surat pernyataan tertulis yg harus ditandatangai.

1. Pahami surat pernyataan tersebut sebelum pembaca tandatangani jangan sampai pembaca nantinya merasa dirugikan.

2. Tanyakan bagaimana perhitungan jika kasusnya beberapa hari di rawat di VIP kemudian kembali dirawat di kelas ruangan yg menjadi haknya. jangan sampai terjadi kasus di atas, walaupun di VIP dirawat selama 1 hari, tapi seluruh biaya perawatan menjadi VIP.

***
Demikian tentang hal-hal yg harus diwaspadai saat pembaca sebagai peserta BPJS memutuskan untuk naik kelas Perawatan VIP, kecuali pembaca sudah siap dengan konsekuensinya. semoga bermanfaat.

Ingin Naik Kelas VIP BPJS, awas biaya dapat membengkak? | carinsurancenet.us | 4.5