Ini Alasan Kenapa BPJS Kelas 3 tidak dapat naik kelas perawatan?

Ini Alasan Kenapa BPJS Kelas 3 tidak dapat naik kelas perawatan?

ada 3 kelas yg dapat dipilih oleh peserta BPJS yaitu kelas 1, kelas 2 & kelas 3, ketiga kelas tersebut dlm hal rawat jalan memiliki fasilitas & pelayanan yg sama bedanya ialah saat si peserta harus di rawat inap maka peserta akan mendapatkan ruang kelas perawatan sesuai dengan kelas BPJS yg diambil, untuk peserta BPJS kelas I maka akan mendapatkan ruang kelas perawatan kelas satu, untuk peserta kelas II maka akan mendapatkan ruang rawat inap kelas dua, begitu juga untuk kelas III, akan mendapatkan ruang rawat inap kelas tiga.

Ada aturan bahwa peserta BPJS dapat naik kelas perawatan, misalnya kelas II naik kelas perawatan menjadi kelas I, maupun kelas I dapat naik kelas perawatan sampai kelas VIP, jika naik kelas perawatan maka konsekuensinya harus membayar sendiri selisih biaya yg timbul.

Baca juga: ketentuan naik kelas / turun kelas perawatan

Memang pada awalnya setiap peserta BPJS baik kelas 1, 2 maupun kelas 3 memiliki hak untuk naik kelas perawatan terutama jika kondisi ruang rawat inap untuk kelas yg menjadi haknya penuh, sayangnya mulai tanggal 3 agustus 2015 ada peraturan baru, bahwa khusus untuk semua peserta BPJS yg mengambil kelas 3 tidak dapat naik kelas, &  ketentuan membayar selisihpun sudah tidak berlaku lagi.

yg menjadi alasan utama kenapa banyak peserta BPJS  terpaksa memilih naik kelas perawatan ialah saat kondisi kelas kamar rawat inap yg menjadi haknya penuh, tentu jika peserta kebetulan mengambil kelas II / peserta mengambil kelas I pilihannya ialah naik kelas perawatan, lantas bagaimana dengan kelas III, padahal aturannya sudah jelas bahwa kelas III tidak boleh naik kelas, Jika kelas 3 BPJS tidak boleh naik kelas walaupun ruangan kelas atas haknya penuh, lalu bagaimana solusinya? apakah pilihannya dirujuk ke rumah sakit lain? / harus menjadi pasien umum & biaya ditanggung sendiri?

Alasan Kenapa Peserta BPJS Kelas 3 Tidak dapat Naik Kelas?

Ada banyak sekali tanggapan atas peraturan baru yg menyatakan bahwa kelas 3 bpjs tidak dapat naik kelas, bahkan kebanyakan banyak yg mengkritik atas kebijakan baru ini, mungkin penyebabnya ialah karena kebanyakan mereka tidak tahu duduk permasalahnya.
Kita tau bahwa setiap warga negara harus menjadi peserta BPJS, agar tidak memberatkan maka pemerintah menyediakan beberapa kategori jenis kepesertaan BPJS & juga kelas, beberapa kelas yg dapat dipilih oleh peserta mandiri yaitu kelas 1, 2 & kelas 3, setiap kelas memiliki besar iuran bulanan yg berbeda-beda, & kelas 3 ialah kelas yg iurannya paling murah untuk peserta bpjs mandiri, & kelas III ini sebenarnya diperuntukan untuk warga pas-pasan yg tidak mampu yg mengambil kepesertaan BPJS mandiri.
Sayangnya sebelum terendus banyak sekali yg memanfaatkan celah ini, banyak masyarakat kaya yg cerdik lebih memilih untuk mengambil iuran kelas 3, alasanya sangat sederhana, dengan mengambil kelas 3 maka iuran bulanan yg mereka bayarkan lebih irit walaupun mereka mampu untuk memilih kelas 1, & dengan memilih kelas 3 mereka masih dapat mendapatkan playanan rawat jalan yg sama, & saat di rawat inap, jika memang ingin naik kelas perawatan toh masih dapat dilakukan sehingga masih dapat memungkinkan untuk mendapatkan kelas perawatan yg lebih baik dari kelas 3, resikonya kan tinggal bayar selisih saja yg tidak seberapa & sangat mampu untuk mereka bayar.
Kita tau bahwa sistem bPJS keseahtan menggunakan sistem gotong royong yg mampu membantu yg tidak mampu, memang harusnya kelas 3 itu diperuntukan bukan untuk orang kaya, & seharusnya orang kaya tidak berlaku curang dengan memilih kelas 3, meskipun pada waktu itu kelas 3 masih memiliki kesempatan naik kelas perawatan, tapi tidak dapat dipungkiri, tabiat manuasia memang seperti itu tidak mau rugi.
Untung saja celah kecurangan tersebut dapat diketahui sehingga untuk menutupi celah yg dapat dimanfaatkan oleh orang yg kurang tepat dapat di tutupi dengan diterbitkannya peraturan baru yg mulai berlaku per tanggal 3 agustus 2015 bahwa setiap peserta yg mengambil kelas III tidak dapat naik kelas perawatan dengan alasan apapun.

Lantas bagaimana solusi jika kamar perawatan kelas 3 penuh?

Kasus kamar penuh tentu untuk kelas II / kelas I pilihanya ialah naik kelas perawatan / turun kelas perawatan, sayangnya tidak berlaku untuk kelas III, meskipun kondisi kamar penuh, mereka tidak dapat naik kelas perawatan. lantas bagaimana solusinya?
dapat dilihat di gambar salah satu catatan surat edaran di bawah ini:
Disebutkan di point 3 bahwa Peserta Bukan penerima upah (PBPU) & Bukan Pekerja (BP) yg memilih hak perawatan kelas III & ingin naik kelas perawatan yg lebih tinggi tidak dapat dijamin oleh BPJS.
digaris bawahi, seluruh kelas 3 tidak dapat naik kelas, solusinya ialah
Dirujuk ke rumah sakit lain / naik kelas tapi Menjadi pasien umum artinya, biaya harus ditanggung sepenuhnya oleh sendiri.
Baca juga: Awas Naik kelas VIP Biaya dapat membengkak
Dengan demikian sekarang sudah jelas alasan kenapa bpjs kelas 3 tidak dapat naik kelas perawatan, jika ruang kelas atas haknya penuh maka alternatif yg dapat dipilih ialah dirujuk ke rumah sakit lain yg memiliki kelas 3 masih kosong / naik kelas tapi statusnya ialah pasien umum. Semoga bermanfaat.

Ini Alasan Kenapa BPJS Kelas 3 tidak dapat naik kelas perawatan? | carinsurancenet.us | 4.5