Ini Dia Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dari BPJS

Ini Dia Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dari BPJS

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

 

  • Memberikan perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan yg terjadi dlm hubungan kerja, termasuk kecelakaan yg terjadi dlm perjalanan dari rumah menuju tempat kerja / sebaliknya & penyakit yg disebabkan oleh lingkungan kerja.
  • Iuran dibayarkan oleh pemberi kerja yg dibayarkan (untuk peserta penerima upah), tergantung pada tingkat risiko lingkungan kerja, yg besarannya dievaluasi paling lama 2 (tahun) sekali, & mengacu pada table sebagai berikut:
No.Tingkat Risiko Lingkungan KerjaBesaran Persentase
1.tingkat risiko sangat rendah0,24 % dari upah sebulan
2.tingkat risiko rendah    0,54 % dari upah sebulan
3.tingkat risiko sedang  0,89 % dari upah sebulan
4.tingkat risiko tinggi    1,27 % dari upah sebulan
5.tingkat risiko sangat tinggi  1,74 % dari upah sebulan
Untuk kecelakaan kerja yg terjadi sejak 1 Juli 2015, harus diperhatikan adanya masa kadaluarsa klaim untuk mendapatkan manfaat. Masa kadaluarsa klaim selama selama 2 (dua) tahun dihitung dari tanggal kejadian kecelakaan. Perusahaan harus tertib melaporkan baik secara lisan (manual) ataupun elektronik atas kejadian kecelakaan kepada BPJS Ketenagakerjaan selambatnya 2 kali 24 jam setelah kejadian kecelakaan, & perusahaan segera menindaklanjuti laporan yg telah dibuat tersebut dengan mengirimkan formulir kecelakaan kerja tahap I yg telah dilengkapi dengan dokumen pendukung.
Manfaat yg diberikan, antara lain;
No.ManfaatKeterangan
1.Pelayanan kesehatan (perawatan & pengobatan), antara lain:

  • pemeriksaan dasar & penunjang;
  • perawatan tingkat pertama & lanjutan;
  • rawat inap dengan kelas ruang perawatan yg setara dengan kelas I rumah sakit pemerintah;
  • perawatan intensif (HCU, ICCU, ICU);
  • penunjang diagnostic;
  • pengobatan dengan obat generik (diutamakan) &// obat bermerk (paten)
  • pelayanan khusus;
  • alat kesehatan & implant;
  • jasa dokter/medis;
  • operasi;
  • transfusi darah (pelayanan darah); &
  • rehabilitasi medik.
  • Pelayanan kesehatan diberikan tanpa batasan plafon sepanjang sesuai kebutuhan medis (medical need).
  • Pelayanan kesehatan diberikan melalui fasilitas kesehatan yg telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan (trauma center BPJS Ketenagakerjaan).
  • Penggantian biaya (reimbursement) atas perawatan & pengobatan, hanya berlaku untuk daerah remote area / didaerah yg tidak ada trauma center BPJS. Ketenagakerjaan. Penggantian biaya diberikan sesuai ketentuan yg berlaku.
2. Santunan berbentuk uang, antara lain:
a) Penggantian biaya pengangkutan peserta yg mengalami kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja, ke rumah sakit &// kerumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;.

  • Angkutan darat/sungai/danau diganti maksimal Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).
  • Angkutan laut diganti maksimal Rp1.500.000 (satu setengah juta rupiah).
  • Angkutan udara diganti maksimal Rp2.500.000 (dua setengah juta rupiah).
Perhitungan biaya transportasi untuk kasus kecelakaan kerja yg menggunakan lebih dari satu jenis transportasi berhak atas biaya maksimal dari masing-masing angkutan yg digunakan & diganti sesuai bukti/kuitansi dengan penjumlahan batasan maksimal dari semua jenis transportasi yg digunakan
b) Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), dengan perincian penggantian, sebagai berikut:

  • 6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100% dari upah.
  • 6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 75% dari upah.
  • 6 (enam) bulan ketiga & seterusnya diberikan sebesar 50% dari upah.
Dibayarkan kepada pemberi kerja (sebagai pengganti upah yg diberikan kepada tenaga kerja) selama peserta tidak mampu bekerja sampai peserta dinyatakan sembuh / cacat sebagian anatomis / cacat sebagian fungsi / cacat total tetap / meninggal dunia berdasarkan surat keterangan dokter yg merawat &// dokter penasehat.
c)  Santunan Kecacatan

  • Cacat Sebagian Anatomis sebesar = % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Sebagian Fungsi = % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Total Tetap = 70% x 80 x upah sebulan.
  • Jenis & besar persentase kecacatan dinyatakan oleh dokter yg merawat / dokter penasehat yg ditunjuk oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI, setelah peserta selesai menjalani perawatan & pengobatan.
  • Tabel kecacatan diatur dlm Lampiran III Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja & Jaminan Kematian.

d) Santunan kematian & biaya pemakaman

  • Santunan Kematian sebesar = 60 % x 80 x upah sebulan, sekurang kurangnya sebesar Jaminan Kematian.
  • Biaya Pemakaman Rp3.000.000,-.
  • Santunan berkala selama 24 bulan yg dapat dibayar sekaligus= 24 x Rp200.000,- = Rp4.800.000,-.
3.

Program Kembali Bekerja (Return to Work) berupa pendampingan kepada peserta yg mengalami kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja yg berpotensi mengalami kecacatan, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja.

4.

Kegiatan Promotif & Preventif untuk mendukung terwujudnya keselamatan & kesehatan kerja sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja.

5.

Rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) &// alat ganti (prothese) untuk Peserta yg anggota badannya hilang / tidak berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus dengan patokan harga yg ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah ditambah 40% (empat puluh persen) dari harga tersebut serta biaya rehabilitasi medik.

6.

Beasiswa pendidikan anak untuk setiap peserta yg meninggal dunia / mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja sebesar Rp12.000.000,- (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta.

 7.

 Terdapat masa kadaluarsa klaim 2 tahun sejak kecelakaan terjadi & tidak dilaporkan oleh perusahaan.

Ingin lebih Jelas Silahkan dapat Datang Ke Kanwil BPJS Silahkan Lihat disini Untuk Alamat Kanwil Seluruh Indonesia

Sumber :
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/page/program

Ini Dia Program Jaminan Kecelakaan Kerja Dari BPJS | carinsurancenet.us | 4.5