Ini Penyebab Kenapa Tagihan BPJS pembaca membengkak!

Ini Penyebab Kenapa Tagihan BPJS pembaca membengkak!

Salah satu kewajiban peserta BPJS kesehatan untuk peserta mandiri / individu ialah membayar iuran BPJS yg besar kecilnya sangat ditentukan oleh kelas BPJS yg mereka ambil, umumnya kelas 1 lebih mahal dari pada kelas 2 & diikuti oleh kelas 3, pembayaran premi harus dilakukan setiap bulan, peraturan saat ini memberlakukan bahwa iuran harus dibayarkan paling lambat setiap tanggal 10 di bulan yg bersangkutan, jika peserta menunggak minimal 1 bulan maka kepesertaan BPJS peserta akan dinonaktifkan dengan diblokirnya kartu BPJS sehingga tidak dapat digunakan untuk berobat.

Sistem BPJS setiap bulan mampu menghitung secara otomatis berapa iuran peserta yg harus di bayarkan, bahkan jika memiliki tunggakan sekalipun sistem dapat menginformasikan kepada peserta berapa tunggakan yg harus di bayar. Untuk mengingatkan akan kewajiban membayar iuran, pihak bpjs menyediakan berbagai fasilitas yg dapat memudahkan peserta mengecek jumlah tagihan bpjs, dapat melalui websiter resmi bpjs, dapat melalui telepon & dapat juga melalui sms gateway, dengan begitu peserta tau berapa jumlah tunggakan yg harus dibayar.

iuran bpjs membengkak

Karena saya pribadi banyak menerima laporan tagihan iuran bulanan peserta BPJS tidak sesuai & membengkak, maka di artikel kali ini saya akan informasikan kepada peserta BPJS, penyebab kenapa tagihan bpjs mereka tiba-tiba membengkak. sehingga dengan mengetahui penyebabnya pembaca tidak akan merasa di rugikan dengan tagihan iuran bulanan bpjs pembaca yg harus pembaca bayar.

Penyebab Kenapa Tagihan BPJS pembaca membengkak

Berikut ialah beberapa penyebab yg dapat menebabkan informasi tagihan iuran bulanan BPJS pembaca membengkak:
1. Pembayaran Iuran BPJS menggunakan 1 Nomor Virtual Account (VA) untuk 1 Keluarga (KK)
pembaca harus tau bahwa sistem iuran terbaru bpjs sekarang sudah menggunakan sistem 1 VA untuk 1 KK sekaligus, sehingga saat pembaca cek menggunakan virtual account salah satu anggota keluarg maka informasi tagihan ialah akumulasi untuk 1 keluarga yg sudah terdaftar menjadi peserta BPJS, jadi jangan kaget saat pembaca mengecek tagihan seperti membengkak. dengan sistem ini pembaca tinggal bayar dengan 1 kali transaksi sekaligus.
Baca: Sistem iuran BPJS terbaru menggunakan VA Keluarga


2.  pembaca memiliki Tunggakan

Silahkan pembaca ingat kembali barangkali ada dari salah satu anggota keluarga pembaca yg iuran bulannya tidak dibayarkan, / pembaca hanya membayarkan iuran bpjs sebagian keluarga saja, saat menggunakan sistem pembayaran lama, sehingga timbul tunggakan yg mengakumulasi tagihan iuran bpjs pembaca.
Artikel terkait: Apakah pembayaran tunggakan BPJS dapat diangsur?
3. Adanya kesalahan sistem BPJS
Adakalanya sistem bpjs belum sepenuhnya benar saat melaporkan nominal tagihan, ini pernah dialami oleh beberapa peserta saat sistem baru 1 va untuk 1 KK mulai diberlakukan, ada yg akumulasi tagihannya seluruh keluarga, padahal yg baru menjadi peserta baru sebagian, / ada yg iurannya tiba-tiba tidak sesuai dengan jumlah peserta dlm keluarga, dapat lebih kecil / lebih besar, bahkan ada juga peserta yg meninggal dunia yg sudah dilaporkan sebelumnya ke BPJS untuk dinonaktifkan, tiba-tiba tagihan iurannya dihitung kembali.
Jika terjadi kasus seperti ini, maka yg harus pembaca lakukan ialah mengurusnya ke pihak BPJS terdekat sehingga kesalahannya dapat diperbaiki dengan cepat.
4. pembaca tidak melaporkan Peserta BPJS yg sudah meninggal dunia
yg dapat keluar dari BPJS sampai saat ini ada 2, peserta yg sudah menjadi penghuni alam barzak (peserta meninggal dunia) & peserta yg menjadi warga negara asing (WNA). 
Jika di anggota keluargamu ada peserta yg meninggal dunia / menjadi warga negara asing padahal sebelumnya diketahui sebagai peserta BPJS mandiri, maka pembaca harus secepatnya membuat laporan kematian, kemudian lakukan pengurangan data kepesertaan di kantor BPJS setempat. jika tidak maka iuran untuk peserta tersebut akan tetap dihitung, sehingga anggapan pembaca akan mengurangi iuran bulanan justru malah sama saja.
Baca : Cara menonaktifkan peserta BPJS yg meninggal dunia
5. Terkena denda rawat inap BPJS
Sebenarnya denda BPJS terhitung mulai tanggal 1 juli 2016, sudah dihapuskan terutama untuk peserta bpjs yg memiliki tunggakan, sehingga untuk mengaktifkan kartu peserta cukup membayar tunggakan tanpa denda.
Namun sebenarnya denda masih diberlakukan tapi untuk kasus-kasus khusus, yaitu, jika peserta ternyata diketahui menjalani rawat inap sebelum 45 hari setelah mengaktifkan kartu bpjs yg sebelumnya non-aktif, maka peserta akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari total biaya rawat inap & jumlah bulan menunggak sebelumnya, & nilai denda akan dimasukan sebagai tagihan peserta di bulan berikutnya, sehingga adanya denda ini akan menambah jumlah tagihan bpjs pembaca.
Total Denda maksimal 30.000.000, (tiga puluh juta rupiah), artinya jika setelah dihitung denda melebihi 30.000.000, maka denda yg akan diambil ialah 30.000.000 saja.
Jumlah bulan yg akan terkena denda maksimal 12 bulan, artinya jika peserta menunggak lebih dari 12 bulan misal 13 bulan, maka tetap jumlah tunggakan yg akan terkena denda sebesar 12 bulan saja. sisanya tidak akan kena denda, tapi sisa tunggakan tetap harus dibayar.

***
Jadi sebaiknya saat pembaca mendapati iuran BPJS pembaca membengkak sebaiknya jangan dulu kaget barangkali ada hal-hal diatas yg sebelumnya tidak pembaca sadari Demikian tentang beberapa  Penyebab Kenapa Tagihan BPJS pembaca membengkak, semoga bermanfaat

Ini Penyebab Kenapa Tagihan BPJS pembaca membengkak! | carinsurancenet.us | 4.5