Inilah Iuran BPJS Kesehatan yg Wajib diketahui

Inilah Iuran BPJS Kesehatan yg Wajib diketahui

Informasi ini ialah informasi promo dari BPJS Kesehatan tentang iuran.

Inilah Iuran BPJS Kesehatan yg Wajib diketahui

1.    untuk peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan iuran dibayar oleh Pemerintah.

2.   Iuran untuk Peserta Pekerja Penerima Upah yg bekerja pada Lembaga Pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, & pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5% (lima persen) dari Gaji / Upah per bulan dengan ketentuan : 3% (tiga persen) dibayar oleh pemberi kerja & 2% (dua persen) dibayar oleh peserta.

3.   Iuran untuk Peserta Pekerja Penerima Upah yg bekerja di BUMN, BUMD & Swasta sebesar 5% ( lima persen) dari Gaji / Upah per bulan dengan ketentuan : 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja & 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.

4.     Iuran untuk keluarga tambahan Pekerja Penerima Upah yg terdiri dari anak ke 4 & seterusnya, ayah, ibu & mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% (satu persen) dari dari gaji / upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.

5.   Iuran untuk kerabat lain dari pekerja penerima upah (seperti saudara kandung/ipar, asisten rumah tangga, dll); peserta pekerja bukan penerima upah serta iuran peserta bukan pekerja ialah sebesar:

a. Sebesar Rp. 25.500,- (dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.

b. Sebesar Rp. 51. 000,- (lima puluh satu ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.

c. Sebesar Rp. 80. 000,- (delapan puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
6.    Iuran Jaminan Kesehatan untuk Veteran, Perintis Kemerdekaan, & janda, duda, / anak yatim piatu dari Veteran / Perintis Kemerdekaan, iurannya ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari 45% (empat puluh lima persen) gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 (empat belas) tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.

7.      Pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan

PERUBAHAN PERATURAN TENTANG DENDA

1. dlm hal keterlambatan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan lebih dari 1 (satu) bulan sejak tanggal 10, penjaminan peserta diberhentikan sementara.

2. Ketentuan denda keterlambatan pembayaran iuran dihapus

3. Denda hanya berlaku untuk peserta yg memperoleh Pelayanan Rawat Inap dlm waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, yakni sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan Rawat inap di kali lama bulan tertunggak dengan ketentuan :

 – Jumlah bulan tertunggak maksimal 12 bulan

 – Besar denda paling tinggi Rp. 30.000.000

Perubahan peraturan tentang denda mulai berlaku pada 01 Juli 2016

Inilah Iuran BPJS Kesehatan yg Wajib diketahui | carinsurancenet.us | 4.5