Investasi pada perkembangan mental & pengetahunan menghadapi keadaan finansial.

Investasi pada perkembangan mental & pengetahunan menghadapi keadaan finansial.

Di era masa depan yg tidak menentu ditandai dengan berbagai kesenjangan yg terjadi di berbagai lini struktur sosial sejenak mari kita mengenyampingkan optimisme berdasarkan fakta secara global dimana berbagai macam konflik hampir terjadi disetiap negara baik itu dibagian asia eropa timur / ditimur tengah. Mungkin kita berfikir konflik seperti itu tidak akan terjadi di negara kita Indonesia tercinta ini, kalaulah kita masih berfikir seperti ini, mungkin perkembangan mental kita berhenti setelah masa kanak-kanak / kita tengah dlm kondisi terprogram untuk seperti ini adanya? Who know :-).
Sisi optimis kita harus diseimbangkan dengan fakta yg ada & kecenderungan, no eggs in same basket, hendak kemana dibawa peradaban manusia ini apabila frekuensi konflik disetiap belahan dunia terus meningkat dimulai kesenjangan ekonomi berlanjut ketidaksetabilan politik / ini dapat terjadi diawali dengan kejadian  sebaliknya, yg kemudian terjadi konflik fisik / perang sipil. Selanjutnya pertanyaanya, apa yg sudah pembaca persiapkan untuk menghadapi hal-hal yg tidak diinginkan dimasa yg akan datang? Apakah invest kita di beberapa ladang bisnis kita anggap sangat aman untuk situasi semacam ini? Cukupkah sekedar dengan berdoa saja? Kalo begitu yo.. mari kita berdoa, berdoa mulai!.. 🙂 apa saya menulis tentang ini karena pesimisme dikepala ini kian menjadi? Oke tenang saja. Saya masih seimbang kok, dilanjut..

Evaluasi optimisme kita.

Baik, kembali lagi pada optimisme kita. Kalau kita optimis atas apa yg akan terjadi kelak pasti lebih baik, tentu kita tak ada salahnya memikirkan juga kemungkinan yg lain agar kita lebih fleksibel dengan apapun yg terjadi dimasa depan. Misalkan; jika kita optimis bahwa dunia perpolitikan juga perekonomian akan lebih baik & begitupun iklim investasi akan berkembang, tentu kita akan mengeluarkan/menyediakan anggaran / modal usaha kita untuk investasi di berbagai ladang yg subur / setidaknya kata para analis diprediksi akan berkembang dibeberapa waktu kedepan, baik itu investasi saham, investasi reksadana & asuransi baik itu asuransi bertujuan investasi / sekedar asuransi untuk perlindungan dari potensi resiko saja seperti asuransi pendidikan, asuransi kesehatan. / ya setidak-nya kita menabung, mungkin menyisihkan tabungan pendidikan untuk buah hati kita. / jika kita menginginkan yg lebih sesuai dengan kaidah Islam / fiqh Islam tentang bermuamalah, kita akan mengendapkan modal usaha kita ke sistem-sistem investasi syariah, tentu alhandulillah sekarang berbagai produk investasi yg ada terdapat pula produk dengan system investasi syariah.

Mari kita perhatikan ulang keyakinan-keyakinan yg menjadi optimisme yg ada dibenak kita;

 

Politik & pemerintahan.

politics @flickr: MCAD Library

Pertanyaan nya apakan kita masih mempercayai(alhamdulillah kalau masih percaya 🙂 pada pemerintahan dimana kita berada sedangkan fakta yg ada terjadi hampir setiap hari pejabat dipemerintahan yg berkuasa ada saja yg terkena / terlibat korupsi penyelewengan dana rakyat. Kemudian ada juga gossip kalau pemerintahan kita ternyata dikendalikan dari luar, benarkah. Tentu kita tidak dapat mendapatkan bukti yg nyata, kecuali kecenderungan dari keberfihakkan dari tindakan penguasa, kita dapat membacanya dari berbagi kebijakan / peraturan / perundang-undangan yg dibuat. Ya terlepas dari itu semua, keyakinan yg sangat solid untuk pemeritahan yg berkuasa bahwasannya mereka yg diatas akan memihak kita rakyatnya mungkin itu keyakinan yg sedikit ketinggalan zaman ya.. mungkin pada akhirnya kita hanya dapat mengandalkan pada diri sendiri untuk mengurus kita & keluarga. Semoga ini masih jauh. Setidaknya semoga siapapun yg  berkuasa tetap yg terbaik meski perasaan ini yg terbaik dari sekian yg banyak ada yg bermasalah juga.

ekomomi.

Jujur saja kita semua mayoritas ialah pekerja(mungkin). & pasti hanya sebagian kecil diantara kita berada dilevel tertinggi dlm keadaan keuangannya, ialah investor & ber investasi disana-sini yg cukup menghasilkan. Kemudian dikatakan pula status pengusaha pun diantara kita masih dapat diitung jari. Kebanyakan dari kita mungkin tidak akan pernah pergi dari lingkaran ini(semoga saja tidak) sampai akhir hayat, / bahkan ke anak kita pun kita mewariskan yg kita kerjakan seumur hidup sampai dimana kita kita sakit-sakitan tak mampu berproduktif lagi, & akhirnya anak kita pun menjadi pekerja. Hubungannya dengan sistem(pemerintahan) yg ada, boleh dikatakan setiap pemerintahan yg ada didunia ini tentu berorientasi / keberfihakannya lebih besar kepada industri, pemilik modal, / kooporasi.
Pemerintah cenderung untuk menomor-duakan / entah nomor berapa tentang kepentingan rakyatnya. Misal kalau perusahaan takut merugi, dapat saja perusahaan melakukan PHK / merumahkan para pekerja, kira-kira apa langkah nyata yg dilakukan pemerintah ini? Membuka lapangan pekerjaan? Biasanya kepada siapa manfaat kebijakan pembukaan lapangan pekerjaan? Ya tentu bukan secara langsung kepada kita rakyatnya. Tetapi kepada para pengusaha besar manfaat itu mengalir. Kita? Ya siap-siap ijasah untuk melamar lagi 😛 harga semakin mahal, pekerjaan semakin sulit ditambah banjirnya berdiri perusahaan-perusahaan asing yg hanya mempekerjakan pekerja asing.
 image©Jessica Dailey for Inhabitat
& percaya / tidak mungkin ini hanyalah awal dari berbagai macam kepayahan ekomomi yg akan kita hadapi jika kita hanya mengandalkan pada pemerintah. So mandirilah mulai dari keluarga, seperti memanfaatkan lahan pekarangan yg ada untuk misalkan menanam bumbu dapur, & selanjutnya dapat meningkat menanam sayuran untuk kebutuhan nutrisi keluarga tanpa peduli harga pasar naik / turun / bahkan(sudah banyak dicontohkan diluarnegeri sana) mereka dapat menjual hasil dari lahan yg terbatas dimiliki ke lingkungan / kepasar, & tentu ini sebuah penghasilan yg tidak dapat dianggap enteng kita dapat menyisihkan apa yg kita dapat untuk rencana kedepan seperti membeli lahan baru untuk lebih serius di agro industri dengan mengusung(macam orang-orang di Amerika sana) konsep local food / ogranik food / setidaknya mengambil tabungan pendidikan / asuransi pendidikan untuk buah hati kita & jenis-jenis investasi yg lain sesuai dengan kemampuan kita atas pendapatan yg semakin stabil kelak. Semoga selanjutnya sikap ini ditularkan ke lingkungan/tetangga yg tertarik untuk memanfaatkan & memaksimalkan apa yg ada dilingkungan sekitar untuk tetap bertahan hidup tanpa jadi pengemis, baik itu pengemis yg tidak menggunakan proposal / yg lebih elite, menggunakan proposal :-D.
Besambung! nanti saya semat kan link ke bagian II

Investasi pada perkembangan mental & pengetahunan menghadapi keadaan finansial. | carinsurancenet.us | 4.5