Ketentuan Naik Kelas & Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Ketentuan Naik Kelas & Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Salah satu kendala yg sering dihadapi oleh pasien BPJS yg akan di rawat inap di rumah sakit ialah kamar kelas perawatan atas haknya penuh, & ini sepertinya bukan karena dibuat-buat, yg menjadi penyebab  kelas perawatan di suatu rumah sakit penuh dikarenakan sangat banyaknya jumlah pasien bpjs yg dirawat di rumah sakit tersebut.

Jika kelas perawatan atas hak peserta penuh, maka pasien akan diberikan beberapa alternatif yaitu turun kelas perawatan / naik kelas perawatan, dapat atas permintaan sendiri maupun atas kehendak pihak Rumah sakit.

Ketentuan naik kelas perawatan & turun kelas perawatan

Ada aturan & ketentuan khusus yg harus diketahui oleh peserta BPJS mengenai naik kelas perawatan / turun kelas perawatan ini, sehingga setiap peserta BPJS yg kebetulan harus dirawat inap tidak merasa dirugikan saat adanya tambahan biaya yg harus dibayar sendiri karena perubahan kelas perawatan.
.

Ketentuan Naik Kelas Perawatan & Turun Kelas Perawatan BPJS

BPJS mengatur tentang turun kelas perawatan & naik kelas perawatan ini pada Peraturan Menteri Kesehatan (PerMenKes / PMK) No 28 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN) dengan uraian sebagai berikut:

1. Peserta JKN, kecuali peserta PBI (peserta BPJS Kelas 3), dimungkinkan untuk meningkatkan kelas perawatan atas permintaan sendiri pada FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut)yg bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

2. Untuk pasien yg melakukan pindah kelas perawatan atas permintaan sendiri dlm satu episode perawatan hanya diperbolehkan untuk satu kali pindah kelas perawatan.

3. Khusus untuk pasien yg meningkatkan kelas perawatan (kecuali peserta PBI Jaminan Kesehatan):

  • Sampai dengan kelas I, maka diberlakukan urun biaya selisih tarif INA-CBGs kelas ruang  perawatan yg dipilih dengan tarif INA-CBGs yg menjadi hak nya.
  • Jika naik ke kelas perawatan VIP, maka diberlakukan urun biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yg menjadi haknya.

4. dlm hal ruang rawat inap yg menjadi hak peserta penuh, peserta dapat dirawat di kelas perawatan satu tingkat lebih tinggi paling lama 3 (tiga) hari. Selanjutnya dikembalikan ke ruang
perawatan yg menjadi haknya. Bila masih belum ada ruangan sesuai haknya, maka peserta ditawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan lain yg setara / selisih biaya tersebut menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan yg bersangkutan.

5. Apabila kelas sesuai hak peserta penuh & kelas satu tingkat diatasnya penuh, peserta dapat dirawat di kelas satu tingkat lebih rendah paling lama 3 (tiga) hari & kemudian dikembalikan ke
kelas perawatan sesuai dengan haknya. Apabila perawatan di kelas yg lebih rendah dari haknya lebih dari 3 (tiga) hari, maka BPJS Kesehatan membayar ke FKRTL sesuai dengan kelas dimana
pasien dirawat.

6. Bila semua kelas perawatan di rumah sakit tersebut penuh maka rumah sakit dapat menawarkan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yg setara dengan difasilitasi oleh FKRTL yg merujuk & berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan.

7. Rumah sakit harus memberikan informasi mengenai biaya yg harus dibayarkan akibat dengan peningkatan kelas perawatan.

8. dlm hal peserta JKN (kecuali peserta PBI) menginginkan kenaikan kelas perawatan atas permintaan sendiri, peserta / anggota keluarga harus menandatangani surat pernyataan tertulis & selisih biaya menjadi tanggung jawab peserta.

Kesimpulan

  • Sesuai dengan permenkes di atas, bahwa naik kelas perawatan hanya diperuntukan untuk peserta BPJS NON- PBI (Kelas I & II), 
  • Naik Kelas perawatan dapat atas permintaan sendiri (APS), namun peserta / anggota keluarga peserta harus menandatangani surat pernyataan tertulis & selisih biaya menjadi tanggung jawab peserta, artinya peserta harus membayar sendiri selisih biaya kelas perawatan.
  • Selisih biaya yg harus di bayarkan oleh peserta BPJS jika naik kelas perawatan sampai kelas I sejumlah tarif INA-CBGs untuk ruangan kelas perawatan yg diambil dikurangi tarif INA-CBGs ruang kelas perawatan atas haknya.
  • Peserta Juga dapat naik kelas perawatan sampai VIP,  selisih biaya tambahan yg harus di bayar oleh peserta sendiri ialah selisih tarif VIP lokal dikurangi tarif INA-CBGs kelas perawatan yg menjadi haknya, hati-hati naik kelas perawatan VIP biaya dapat membengkak

Penjelasan selebihnya sudah sangat jelas di uraikan di permenkes no 28 tahun 2014 di atas.

Pilih mana naik kelas perawatan / turun kelas perawatan?

Jika pembaca memilih harus naik kelas perawatan, pilihlah naik kelas perawatan setidaknya sampai kelas I, karena biaya perawatan yg dapat ditanggung oleh BPJS ialah sampai kelas I, dengan naik kelas sampai kelas I pembaca hanya akan membayar selisih biaya ruangan saja.
Sebenarnya pembaca juga dapat memilih naik kelas perawatan sampai kelas VIP tapi pembaca harus siap menanggung konsequensinya, pembaca harus siap jika selisih biaya tambahan yg harus pembaca bayar jumlahnya sangat besar.
Oleh karena itu alternatif terbaik ialah jika memang sampai kelas I penuh, maka pembaca lebih baik memilih turun kelas daripada naik kelas VIP, sehingga pembaca dapat terhindar dari pembayaran selisih biaya kelas perawatan yg dapat membengkak.
Dengan mengetahui Ketentuan Naik Kelas & Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan pembaca tidak akan merasa dirugikan karena untuk naik kelas maupun turun kelas perawatan ini, BPJS sendiri sudah mengatur dengan sangat jelas. semoga membantu.

Ketentuan Naik Kelas & Turun Kelas Perawatan BPJS Kesehatan | carinsurancenet.us | 4.5