Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri

Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri

Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri – Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 tahun 2013 tentang perubahan atas peraturan presiden nomor 12 tahun 2013 tentang jaminan kesehatan disebutkan, bahwa kepesertaan jaminan kesehatan sifatnya wajib & mencakup seluruh indonesia, itu artinya seluruh warga negara indonesia harus mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS jika tidak maka akan kena sangsi.

Sesuai dengan Peraturan presiden no 86 tahun 2013 pada pasal 9 disebutkan, sangsi untuk yg tidak mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS ialah tidak akan mendapatkan pelayanan publik  yg meliputi pelayanan pembuatan KTP, SIM, Sertifikat Tanah, paspor IMB & sangsi lainnya. Sangsi kabarnya akan diberlakukan mulai 1 januari tahun 2019.

Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri

Ada 3 jenis kepesertaan bpjs saat ini, bpjs Pekerja penerima upah (PPU) yg khusus untuk pekerja di pemerintahan maupun swasta yg iuran bulannya sebagian ditanggung pemerintah, Peserta BPJS Penerima bantuan iuran (PBI) yg khusus untuk fakir miskin & warga kurang mampu yg iuran bulanannya di bayarkan oleh pemerintah, & yg terakhir ialah peserta BPJS mandiri.

Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri

Peserta BPJS Mandiri / perorangan ialah Peserta yg iuran bulanannya di tanggung oleh sendiri untuk setiap peserta, yg berhak menjadi peserta BPJS Mandiri ialah golongan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) & Bukan Pekerja (BP). Peserta BPJS Mandiri berhak atas kelas 1, kelas 2 ataupun kelas 3, besar iuran bulanan yg harus dibayar akan disesuaikan dengan jenis kelas yg diambil, kelas 1 umumnya lebih besar diiukuti oleh kelas II & kelas III.

Peraturan pemerintah yg berkaitan dengan kepesertaan BPJS mandiri sudah mengalami beberapa kali perubahan terutama peraturan yg berkaitan dengan ketentuan pembayaran iuran bulanan, besar iuran bulanan & juga denda / sangsi keterlambatan pembayaran iuran, adanya perubahan tersebut tentu harus diketahui oleh peserta bpjs terutama peserta bpjs mandiri sehingga tidak merasa dirugikan.

Berikut ialah Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri:

1. Semua anggota keluarga yg terdapat di KK semuanya harus didaftarkan menjadi peserta BPJS dengan memilih kelas yg sama.

2. Sistem pembayaran mulai 1 september 2016 untuk peserta BPJS mandiri baru akan mendapatkan hanya 1 nomor virtual account berlaku untuk satu keluarga yg terdapat di Kartu Keluarga (KK).

3. Satu anggota keluarga menunggak maka akan berdampak pada non-aktifnya kartu BPJS untuk anggota keluarga lainnya.

4. Denda dihilangkan, namun jika peserta yg menunggak mengaktifkan kembali kartu bpjs & ternyata sebelum 45 hari si peserta di rawat inap denda akan dihitung sebanyak 2,5% dari total bulan menunggak maksimal 12 bulan.

5. Denda yg dihitung maksimal sampai 30.000.000 (tiga puluh juta rupiah), itu artinya jika denda setelah dihitung lebih dari 30.000.000 maka denda yg harus dibayar maksimal ialah 30. juta saja.

6. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 khususnya pasal 17A.1 ayat (4), denda yg dikenakan untuk pelayanan rawat inap sebesar 2,5 % yg akan dikalikan dengan total biaya pelayanan rawat inap dikali dengan jumlah bulan dia menunggak. (2,5% x biaya perawatan x jumlah iuran bulanan x total bulan menunggak), jika jumlah bulan menunggak lebih dari 12 bulan maka maksimal yg dihitung ialah 12 bulan tunggakan saja.

7. Tunggakan akan terus dihitung meskipun kartu dlm keadaan non-aktif, tidak heran jika jumlah bulan menunggak banyak maka tunggakanpun akan semakin besar.

8. Tagihan BPJS akan berhenti jika peserta meninggal dunia degan catatan anggota keluarga sudah memberikan laporan ke pihak BPJS bahwa peserta tersebut meninggal dunia dengan melunasi tunggakannya.
Baca: Prosedur penonaktifan peserta BPJS yg meninggal dunia

Ketentuan Terbaru Mengenai Iuran & Denda untuk Peserta BPJS Mandiri | carinsurancenet.us | 4.5