Manarik Sekali Peraturan Dianggap Sebagai Risiko Terbesar Industri Asuransi Indonesia

Manarik Sekali Peraturan Dianggap Sebagai Risiko Terbesar Industri Asuransi Indonesia

Infoasuransi, ada informasi yg sangat menarik sekali, yaitu Peraturan Dianggap Sebagai Risiko Terbesar Industri Asuransi Indonesia.
Penasarn bukan?

Informasi Hangat Lainnya Wow.!! BRI uncurkan Produk Asuransi Gandeng AIA

Berikut Informasi lengkapnya tentang Peraturan Dianggap Sebagai Risiko Terbesar Industri Asuransi Indonesia

Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia dlm survei terbarunya menyatakan, para eksekutif asuransi di Indonesia menganggap peraturan ialah risiko terbesar yg dihadapi industri asuransi di Tanah Air.
Risiko ini dihadapi setidaknya dlm dua hingga tiga tahun ke depan. Selain peraturan, risiko besar lain yg dihadapi industri asuransi antara lain kondisi pasar, kondisi makroekonomi, sumber daya manusia, & saluran distribusi.
“Survei ini juga menyoroti masih banyaknya perusahaan yg masih perlu untuk terus mengembangkan & memperkuat fungsi manajemen risiko serta strategi mereka untuk menghadapi perubahan dlm hal digitalisasi & dampak teknologi yg sangat dinamis & sedang terus berlangsung,” kata David Wake, Financial Services Leader PwC Indonesia pada acara Indonesia Insurance Executive Forum 2016 di Fairmont Hotel Jakarta, Selasa (31/5/2016).
Menurut para responden, risiko terbesar yg dihadapi industri asuransi Indonesia antara lain peraturan, kondisi pasar, makroekonomi, sumber daya manusia, saluran distribusi, & kinerja investasi.
Risiko lain ialah tingkat bunga, inovasi produk, manajemen perubahan, & bencana alam. Sementara itu, risiko terbesar global dlm industri asuransi sebagai perbandingan ialah peraturan, makroekonomi, tingkat bunga, risiko siber, kinerja investasi, & manajemen perubahan.
Risiko lain ialah produk yg dijamin, saluran distribusi, bencana alam, & kualitas manajemen risiko.

Konsisten dengan tren global, ada kekhawatiran yg tinggi mengenai peraturan & perkiraan meningkatnya biaya hukum & kepatuhan.
Terutama, responden mengemukakan perlu adanya kejelasan dlm hal perpajakan. Namun, risiko siber tidak masuk dlm daftar 10 risiko terbesar industri asuransi di Indonesia.
Padahal, transformasi digital sedang berlangsung di sektor ini, para perusahaan asuransi mungkin meremehkan tantangan yg harus dihadapi di masa depan.
Di masa lalu, perusahaan asuransi tidak menghadapi serangan siber sebanyak perusahaan besar & lembaga keuangan.
Kemungkinan terjadinya perubahan dlm metode & motivasi melakukan serangan sebagian disebabkan pelaku kejahatan siber yg menyadari kerentanan industri asuransi.
“& juga, potensi pencurian identitas dengan dimilikinya data penting pribadi nasabah dlm data industri,” jelas Handikin Setiawan, Cyber Security Director PwC Indonesia pada kesempatan sama.

Manarik Sekali Peraturan Dianggap Sebagai Risiko Terbesar Industri Asuransi Indonesia | carinsurancenet.us | 4.5