Mendaftarkan Bayi Baru Lahir Menjadi Peserta BPJS Badan Usaha

Mendaftarkan Bayi Baru Lahir Menjadi Peserta BPJS Badan Usaha

Bayi yg baru dilahirkan tidak serta merta menjadi peserta BPJS kesehatan walaupun kedua orang tuanya ialah peserta BPJS kesehatan, baik peserta BPJS Penerima Upah (PPU)/Badan Usaha dari golongan PNS, TNI/Polri maupun Pegawai swasta, Peserta BPJS Bukan Penerima Upah (PBPU)/Madiri / Peserta BPJS Bantuan Iuran (PBI), kecuali bayi yg baru lahir tersebut didaftarkan menjadi peserta BPJS kesehatan, dengan demikian jika terjadi hal-hal yg tidak diinginkan pada si bayi (masalah medis) yg membuat si bayi harus mendapatkan pelayanan kesehatan maka biayanya dapat ditanggung oleh BPJS.

Untuk bayi yg baru dilahirkan agar semua biaya pelayanan kesehatan atas bayi saat baru dilahirkan dapat ditanggung oleh BPJS maka maksimal dlm waktu 3 x 24 jam bayi tersebut harus sudah didaftarkan menjadi peserta BPJS, jika tidak maka biaya pelayanan kesehatan atas bayi tersebut tidak dapat dijaminkan bpjs.
Mendaftarkan bayi baru lahir sebagai peserta BPJS PPU
Sebenarnya BPJS memberikan solusi terbaik khusus ibu hamil yg akan melahirkan, peserta dapat mendaftarkan bayinya sejak masih dlm kandungan, karena sesuai dengan peraturan BPJS, saat ini Bayi yg masih didalam kandungan sudah dapat didaftarkan menjadi peserta BPJS kesehatan.

Hal ini untuk mengantisifasi hal-hal yg tidak diinginkan yg dapat terjadi pada bayi terkait masalah medis saat dilahirkan yg membuat bayi mendapatkan pelayanan kesehatan dari fasilitas kesehatan dapat dijaminkan oleh BPJS.

Silahkan baca: Cara mendaftarkan bayi yg masih dlm kandungan menjadi peserta BPJS

Cara Mendaftarkan Bayi Baru Lahir Menjadi Peserta BPJS Perusahaan

Khusus untuk orang tua yg kebetulan terdaftar sebagai peserta BPJS Peserta penerima Upah (PPU)/Badan Usaha, yg ingin mendaftarkan bayinya yg baru dilahirkan sebagai peserta BPJS badan usaha maka perysaratan & prosedur yg harus pembaca tempuh ialah sebagai berikut:

a. Bayi tersebut maksimal harus anak ke 3.
Peserta BPJS badan usaha menanggung 5 anggota keluarganya (dirinya, suami/istri, 3 orang anak), jika anak yg baru dilahirkan ialah masih termasuk ke dlm tanggungan tersebut maka bayi tersebut dapat didaftarkan menjadi peserta BPJS badan usaha, jika tidak maka bayi harus didaftarkan menjadi peserta BPJS mandiri.
b. Nama Bayi & Kelas BPJS ikut ibunya
Jika bayi belum memiliki nama pasti, maka nama dapat ikut ke nama ibunya & Kelas BPJS ikut ibunya
c. Bayi harus sudah didaftarkan maksimak 3x 24 jam.
Agar biaya atas pelayanan kesehatan atas bayi dapat ditanggung bpjs maka bayi harus sudah didaftarkan ke BPJS maksimal dlm waktu 3×24 jam, jika tidak maka biaya atas bayi harus ditanggung sendiri.
d. Setelah 3 bulan harus dilakukan daftar ulang
Bayi harus melakukan registrasi Ulang BPJS setelah usia bayi minimal 3 bulan dengan menyertakan identitas asli bayi.
e. Surat keterangan kelahiran dari dokter
f. Asli & fotocopy kartu BPJS ibu bayi
g. Asli / Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
h. Pembayaran iuran pertama dapat dilakukan paling lambat sampai 30 hari sejak bayi lahir
Untuk peserta BPJS PPU Badan usaha, pendaftaran dapat melalui HRD perusahaan untuk dilakukan penambahan anggota keluarga tanggungan, pihak perusahaan akan mengurusnya ke kantor BPJS, / dapat juga dengan datang langsung ke kantor BPJS setempat dengan membawa persyaratan diatas kemudian mengisi formulir penambahan anggota keluarga, pihak BPJS akan mengurus pendaftaran bayi pembaca.
Demikian tentang bagaimana cara Mendaftarkan Bayi Baru Lahir Menjadi Peserta BPJS Badan Usaha (PPU), semoga membantu.

Mendaftarkan Bayi Baru Lahir Menjadi Peserta BPJS Badan Usaha | carinsurancenet.us | 4.5