Mengetahui Manfaat BPJS Ketenagakerjaan :lengkap

Mengetahui Manfaat BPJS Ketenagakerjaan :lengkap

Mengetahui Manfaat BPJS Ketenagakerjaan? – Di era JKN saat ini pemerintah mengeluargan 2 kategori program jaminan sosial yaitu BPJS ketenagakerjaan & BPJS kesehatan, keduanya sebenarnya bukan program baru namun program  hasil transformasi dari program-program yg sudah berjalan sebelumnya, sehingga manfaatnyapun tidak jauh berbeda dengan program sebelumnya.

Misalnya saja untuk BPJS ketenagakerjaan, ini sebenarnya bukanlah sesuatu yg baru karena ternyata BPJS ketenagakerjaan ialah hasil trasformasi dari JAMSOSOSTEK sebelumnya, begitu juga untuk BPJS kesehatan yg merupakan hasil trasformasi dari ASKES ditambah program Jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) yg awalnya berasal dari salah satu program JAMSOSTEK sebelumnya.

Mengetahui Manfaat BPJS ketenagakerjaan secara lengkap

Karena hasil transformasi dari JAMSOSTEK, program-program yg dimiliki BPJS ketenagakerjaan & manfaatnyapun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan program-program yg dimiliki oleh JAMSOSTEK, tapi untuk BPJS ketenagakerjaan ada tambahan satu program baru yakni jaminan pensiun (JP) yg sebelumnya tidak ada di JAMSOSTEK.

Beberapa program BPJS ketenagakerjaan yg diambil dari jamsostek ialah sebagai berikut:

  • Program Jaminan hari tua (JHT),
  • Program Jaminan Kecelakaan kerja (JKK)
  • Program Jaminan Kematian (JKM)

Tambahan satu program BPJS ketenagakerjaan yg sebelumnya tidak ada di program JAMSOSTEK yaitu.

  • Program Jaminan Pensiun (JP)

Sedangkan program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) yg sebelunya menjadi salah satu bagian dari program JAMSOSTEK untuk saat ini sudah dialihkan ke BPJS kesehatan.

Artikel terkait: Apakah bpjs ketenagakerjaan dapat digunakan untuk berobat?

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Berikut ialah beberapa manfaat yg terdapat pada BPJS ketenagakerjaan terkait dengan program-program yg dimilikinya bersumber dari http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id :

1. Program Jaminan Hari Tua (JHT)

Manfaat program jaminan hari tua (JHT) ialah peserta BPJS ketenagakerjaan akan menerima uang tunai yg besarnya merupakan hasil akumulasi dari total  iuran yg sudah dibayarkan oleh peserta ditambah dengan hasil pengembanganya yg akan dibayarkan secara sekaligus pada saat:

  • Peserta mengalami cacat total tetap
  • Peserta Berusia minial 56 tahun
  • Peserta Meninggal dunia

saat usia peserta mencapai 56 tahun dana JHT juga dapat diambil sebagian apabila masa kepesertaan minimal sudah mencapai 10 tahun

  • Diambil maksimal sebesar 10% dari total saldo untuk persiapan pensiun
  • Diambil maksimal sebesar 30% dari total saldo untuk uang perumahan

 Jika peserta Meninggal dunia maka tetap ahli waris akan menerima dana JHT atas nama peserta yg bersangkutan, ahli waris yg akan mendapatkan manfaat dari JHT ialah:

  • Janda/duda
  • Anak
  • Orang tua, cucu
  • Saudara Kandung
  • Mertua
  • Pihak yg ditunjuk dlm wasiat
  • Apabila tidak ada ahli waris & wasiat maka JHT dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan

2. Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Beberapa manfaat yg akan diperoleh peserta BPJS ketenagakerjaan dari program jaminan kecelakaan kerja (JKK) ialah sebagai berikut:

1. Beasiswa pendidikan anak untuk setiap peserta yg meninggal dunia / mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja sebesar Rp12.000.000,- (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta.

2. Rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) &// alat ganti (prothese) untuk Peserta yg anggota badannya hilang / tidak berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus dengan patokan harga yg ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit Umum Pemerintah ditambah 40% (empat puluh persen) dari harga tersebut serta biaya rehabilitasi medik.

3. Kegiatan Promotif & Preventif untuk mendukung terwujudnya keselamatan & kesehatan kerja sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja.

4. Program Kembali Bekerja (Return to Work) berupa pendampingan kepada peserta yg mengalami kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja yg berpotensi mengalami kecacatan, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja.

5. Santunan kematian & biaya pemakaman

  • Santunan Kematian sebesar = 60 % x 80 x upah sebulan, sekurang kurangnya sebesar Jaminan Kematian. 
  • Biaya Pemakaman Rp3.000.000,-.
  • Santunan berkala selama 24 bulan yg dapat dibayar sekaligus= 24 x Rp200.000,- = Rp4.800.000,-.

6. Pelayanan kesehatan (perawatan & pengobatan), antara lain:

  • pemeriksaan dasar & penunjang;
  • perawatan tingkat pertama & lanjutan;
  • rawat inap dengan kelas ruang perawatan yg setara dengan kelas I rumah sakit pemerintah;
  • perawatan intensif (HCU, ICCU, ICU);
  • penunjang diagnostic;
  • pengobatan dengan obat generik (diutamakan) &// obat bermerk (paten)
  • pelayanan khusus;
  • alat kesehatan & implant;
  • jasa dokter/medis;
  • operasi;
  • transfusi darah (pelayanan darah); &
  • rehabilitasi medik.

7. Santunan Kecacatan

  • Cacat Sebagian Anatomis sebesar = % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Sebagian Fungsi = % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Total Tetap = 70% x 80 x upah sebulan

8. Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB), dengan perincian penggantian, sebagai berikut:

  • 6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100% dari upah.
  • 6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 75% dari upah.
  • 6 (enam) bulan ketiga & seterusnya diberikan sebesar 50% dari upah.

9. Penggantian biaya pengangkutan peserta yg mengalami kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja, ke rumah sakit &// kerumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;.

  • Angkutan darat/sungai/danau diganti maksimal Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).
  • Angkutan laut diganti maksimal Rp1.500.000 (satu setengah juta rupiah).
  • Angkutan udara diganti maksimal Rp2.500.000 (dua setengah juta rupiah).

3. Program Jaminan Kematian (JKM)

Manfaat yg terdapat pada program jaminan kematian JKM BPJS ketenagakerjaan ialah sebagai berikut:

  • Uang tunai akan diberikan kepada ahli waris saat peserta meninggal dunia yg bukan disebabkan oleh kecelakaan kerja.
  • Santunan sekaligus Rp16.200.000,00 (enam belas juta dua ratus ribu rupiah);
  • Santunan berkala 24 x Rp200.000,00 = Rp4.800.000,00 (empat juta delapan ratus ribu rupiah) yg dibayar sekaligus;
  • Mendapat biaya pemakaman sebesar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah); &
  • Mendapat Beasiswa pendidikan anak diberikan kepada setiap peserta yg meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja & telah memiliki masa iuran paling singkat 5 (lima) tahun yg diberikan sebanyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta.

4. Program Jaminan Pensiun (JP)

Manfaat yg dapat diperoleh dari program jaminan pensiun (JP) dari BPJS ketenagakerjaan ialah sebagai berikut:

1. Mendapatkan sejumlah uang yg dibayarkan setiap bulan kepada peserta yg memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, / kepada ahli waris untuk peserta yg meninggal dunia. 

2. Mendapatkan manfaat pensiun hari tua (MPHT) Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada peserta (yg memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yg setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia; 

3. Manfaat Pensiun Cacat (MPC) Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada peserta (kejadian yg menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta & density rate minimal 80%) yg mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali / akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia / peserta bekerja kembali;

4. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD) Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada janda/duda yg menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia / menikah lagi, dengan kondisi peserta:

  • Meninggal dunia bila masa iuran kurang dari 15 tahun, dimana masa iuran yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan & density rate 80% /
  • Meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.

5. Manfaat Pensiun Anak (MPA),  Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada anak yg menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yg didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, / bekerja, / menikah dengan kondisi peserta;

  • Meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun, masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun & memenuhi density rate 80% & tidak memiliki ahli waris janda/duda /
  • Meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT & tidak memiliki ahli waris janda/duda /
  • Janda/duda yg memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.

6. Manfaat Lumpsum Peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:

  • Peserta memasuki Usia Pensiun & tidak memenuhi masa iur minimum 15 tahun
  • Mengalami cacat total tetap & tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta & minimal density rate 80%.
  • Peserta meninggal dunia & tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta & minimal density rate 80%. 

Itulah beberapa manfaat yg terdapat pada BPJS ketenagakerjaan, semoga dapat membantu.
Baca juga: Perbedaan BPJS ketenagakerjaan dengan BPJS kesehatan

      Mengetahui Manfaat BPJS Ketenagakerjaan :lengkap | carinsurancenet.us | 4.5