Operasi Kista bisakah ditanggung BPJS bagaimana prosedurnya?

Operasi Kista bisakah ditanggung BPJS bagaimana prosedurnya?

Operasi penganggkatan Kista bisakah ditanggung BPJS kesehatan bagaimana prosedurnya? – pertanyaan ini kerap terdengar dari beberapa pasien bpjs yg kebetulan memiliki penyakit kista, & ingin melakukan operasi penganggkatan, sebelum saya jelaskan lebih lanjut saya akan uraikan sedikit mengenai apa itu kista?,

Kista lebih sering kita dengar untuk kaum hawa, Kista dikategorikan sebagai tumor jinak yg terbungkus oleh selaput semacam jaringan & paling sering ditemukan di organ reproduksi perempuan. Bentuknya kistik, berasa cairan kental, & ada pula yg berbentuk anggur. Kista juga ada yg berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya, pada dasarnya kista tidaklah berbahaya namun jika tidak ditangani dengan benar dapat membuatnya berbahaya karena dapat berkembang menjadi kangker & bersifat mematikan.

operasi kista dapat ditanggung bpjs

Salah satu jalan terbaik untuk penderita penyakit kista ialah melakukan operasi penganggkatan sedini mungkin. Jika pembaca kebetulan ialah pasien BPJS, maka ini kabar baik, karena biaya operasi penganggkatan kista dapat ditanggung oleh BPJS, selama langkah-langkah pengobatan yg ditempuh oleh peserta sesuai dengan prosedur yg sudah ditetapkan oleh BPJS kesehatan. Perlu pembaca ketahui bahwa sebenarnya BPJS dapat menanggung hampir semua penyakit jika sesuai dengan indikasi medis termasuk kista ovarium, kecuali penyakit / gangguan kesehatan yg sudah disebutkan tidak dapat ditanggung.

Baca: Kenali penyakit yg dapat ditanggung & tidak dapat ditanggung oleh bpjs

Bagaimana prosedur agar operasi kista dapat ditanggung oleh bpjs?

Penyakit yg seharusnya dapat ditanggung oleh BPJS dapat saja pada prakteknya tidak dapat ditanggung jika prosedur yg ditempuh untuk pengobatan salah, oleh karena itu agar pengobatan dapat ditanggung oleh bpjs, langkah pertama yg harus ditempuh ialah prosedur pengobatan untuk penyakit tersebut harus sesuai dengan prosedur yg telah ditetapkan oleh BPJS, sebagai berikut:

1. Lakukan pemeriksaan mulai dari faskes tingkat 1.

Silahkan periksakan diri ke faskes tingkat 1 sesuai dengan faskes tingkat 1 yg tertera di kartu BPJS milik peserta, dokter di faskes tingkat 1 akan merujuk pasien ke faskes tingkat berikutnya, jika pasien terbukti secara medis memiliki penyakit yg harus ditangani lebih serius, & di faskes tingkat 1 sarana & pra sarananya kurang memadai untuk menangani pasien maka dokter faskes tingkat 1 akan memberikan surat rujukan ke faskes tingkat 2 (RSUD).

2. Jangan Sekali-kali Meminta Surat Rujukan atas permintaan sendiri.

Jangan sekali-kali meminta surat rujukan atas permintaan sendiri, karena meskipun dokter akan menerbitkan surat rujukan untuk pembaca, tapi dapat jadi pembaca akan dikategorikan sebagai pasien umum & bukan pasien bpjs sehingga pembaca harus membayar biaya pengobatan sendiri, dokter lebih tau dari pembaca, jika secara medis pembaca harus dirujuk maka tanpa pembaca minta pun dokter akan menerbitkan surat rujukan untuk pembaca.

3. Jika Kondisi Emergency dapat langsung menuju IGD rumah sakit

Khusus untuk kondisi pasien dlm keadaan emergency, dapat langsung datang ke IGD, tidak harus mulai dari faskes tingkat 1, pembaca akan tetap diberlakukan menjadi pasien BPJS.

4. Koordinasi dengan pihak rumah sakit sebelum melakukan operasi.

Ada kasus seorang ibu baru saja melahirkan & dokter ternyata mengidentifikasi ibu tersebut memiliki kista, pihak rumah sakit akhirnya menawarkan untuk langsung operasi, tetapi si pasien harus menandatangani surat pernyataan yg menyatakan bahwa biaya harus ditanggung sendiri, dengan alasan kista baru ditemukan pasca melahirkan.

Kasus ini dapat saja menimpa pembaca, secara aturan memang seharusnya jika penyakit sesuai dengan indikasi medis maka dapat ditanggung oleh BPJS, jika kejadian tersebut menimpa pembaca pembaca dapat berkoordinasi dengan petugas yg ada di BPJS center untuk mengklarifikasi permasalahan itu. sehingga pembaca dapat mendapatkan informasi dengan jelas.

5. Pilihlah rumah sakit pemerintah yg sudah bekerjasama dengan BPJS

Prioritaskan untuk memilih rumah sakit rujukan pemerintah yg sudah bekerjasama dengan BPJS, rumah sakit pemerintah akan lebih  taat untuk prosedur, dibandingkan dengan rumah sakit swasta.

6. pembaca dapat naik kelas perawatan namun harus siap dengan tambahan biaya.

pembaca dapat naik kelas perawatan, misal hak pembaca kelas 2 karena penuh pembaca dapat naik ke kelas 1 jika mau, namun pembaca harus siap dengan selisih biaya yg muncul yg harus pembaca bayar sendiri, hati-hati pikirkan lagi untuk memutuskan naik kelas VIP, biaya dapat membengkak. Untuk peserta BPJS Kelas 3 tidak dapat naik kelas perawatan.

7. Kartu BPJS pembaca harus dlm keadaan aktif

Kartu BPJS akan non-aktif jika memiliki tunggakan minimal 1 bulan, jika kartu non-aktif maka tidak dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan apapun dari BPJS, & juga setelah kartu aktif & sebelum 45 hari pasien ternyata harus menjalani rawat inap maka pasien akan dikenakan denda. oleh karena itu bayarlah iuran bpjs tepat waktu & jangan sampai terlambat / memiliki tunggakan, jika tidak kartu bpjs pembaca akan diblokir.

Operasi kista ialah salah satu operasi yg dapat ditanggung oleh BPJS keseahtan, selaa prosedur pengobatan yg ditempuh sesuai dengan pertaturan yg sudah ditetapkan oleh BPJS keseahtan. demikian penjelasan tentang Operasi Kista bisakah ditanggung BPJS bagaimana prosedurnya?, semoga membantu.

Operasi Kista bisakah ditanggung BPJS bagaimana prosedurnya? | carinsurancenet.us | 4.5