Panduan Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek BPJS Tanpa Gagal

Panduan Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek BPJS Tanpa Gagal

Saya sajikan artikel tentang Pencairan Dana JHT 100% JAMSOSTEK BPJS Ketenagakerjaan ini untuk pembaca yg sering mengalami kesulitan & kegagalan saat melakukan klaim pencairan dana JHT, silahkan baca dengan teliti, pahami mengenai ketentuan, prosedur & persyaratan apa saja yg perlu dipersiapkan. dengan mengikuti panduan ini diharapkan pembaca akan dapat melakukan pencairan JHT dengan mudah & lancar.

Jaminan Hari Tua (JHT)  ialah salah satu program yg diusung oleh salah satu program jaminan sosial ekonomi yg dulu dikenal dengan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK), meskipun JAMSOSTEK saat ini sudah bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), program JHT masih menjadi bagian dari program BPJS TK.

Kebijakan mengenai ketentuan, prosedur & persyaratan pencairan JHT ini beberapa kali pernah mengalami perubahan, hingga perubahan terakhir dituangkan dlm PP nomor 60 tahun 2015 yg menjelaskan bahwa pencairan JHT BPJS TK dapat dicairkan 100% setelah peserta tidak bekerja dengan masa tunggu satu bulan sejak keluar dari perusahaan.

Keluhan yg sering dialami oleh peserta terkait klaim dana JHT JAMSOSTEK / BPJS TK ini ialah banyak yg mengalami merasa kesulitan saat melakukan proses pencairan, bahkan tidak jarang calon peserta harus rela bulak-balik memperbaiki berkas yg salah & belum lengkap demi berhasil melakukan pencairan dana JHT miliknya, & tidak jarang juga banyak yg dibuat putus asa karena beberapa kali gagal melakukan pencairan.

Sharing Pengalaman Rekan Kerja Melakukan Pencairan JAMSOSTEK (BPJS TK) 100%

Sebenarnya saya pribadi belum pernah melakukan pencairan dana JHT, namun apa yg akan saya uraikan di artikel kali ini ialah hasil dari berdialog dengan seorang rekan kerja yg kebetulan pernah melakukan klaim dana JHT 100% setelah 4 tahun bekerja di sebuah perusahaan, bahkan dari pengalamannya beliau sempat beberapa kali gagal melakukan proses pencairan dikarenakan kurangnya berkas & juga ketidak sesuaian data yg terdapat antar berkas dokumen persyaratan, sehingga beliau memiliki pengalaman harus rela bulak-balik ke kantor BPJS sampai 6 kali, tapi pada akhirnya berhasil & dapat mencairkan dana JHT 100% yg menjadi Haknya.

Dari pengalaman rekan saya tersebut saya akan coba uraikan juga mengenai permasalahan- & juga solusi yg sering dijumpai saat melakukan proses pencairan BPJS dari mulai kelengkapan berkas sampai pencairan berhasil, saya berharap apa yg akan saya uraikan ini dapat memberikan informasi yg berharga kepada siapapun pembaca yg kebetulan memiliki permasalahan serupa terkait dengan proses klaim untuk mencairkan dana JHT BPJS TK.

Persyaratan & cara Klaim Dana JHT BPJS 100%

Di peraturan terbaru menyebutkan bahwa dana JHT Jamsostek / BPJS ketenagakerjaam, dapat dicairkan seluruhnya (100%) hanya untuk peserta yg sudah keluar dari perusahaan, baik karena PHK maupun Resign, berapapun masa kerjanya, semakin lama masa kerja maka dana JHT pun akan semakin besar. Syarat utama melakukan kliam Dana JHT 100% ialah peserta harus sudah berhenti dari pekerjaan setelah 1 bulan.

Untuk melakukan klaim JHT JAMSOSTEK / BPJS TK saat ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dapat secara online / dapat secara offline, yaitu dengan datang langsung ke kantor BPJS setempat, namun yg terbukti paling mudah ialah klaim secara online melalui aplikasi e-klaim, caranya dapat pembaca baca di artikel yg pernah saya buat sebelumnya tentang Pencairan dana JHT 100% melalui e-klaim (online) terbukti lebih mudah, Perbedaan klaim secara online dengan cara manual ialah, jika dilakukan secara online maka berkas perysaratan harus di scan terlebih dahulu untuk dikirimkan melalui aplikasi e-klaim, & pembaca tinggal menunggu jadwal datang ke kantor bpjs dengan membawa berkas dokumen persyaratan asli.

Adapun persyaratan yg wajib dilengkapi ialah sebagai berikut:

  1. Fotocopy & asli KTP
  2. Fotocopy & asli Kartu Keluarga (KK)
  3. Fotocopy & asli Paklaring
  4. Fotocopy & asli Izajah Terakhir
  5. Fotocopy & asli Akta kelahiran
  6. Fotocopy & asli buku rekening bank milik peserta (hampir untuk semua bank kecuali BJB, karena info terakhir belum bekerjasama dengan BPJS TK, jika ingin cepat menggunakan rekening BNI)
  7. Fotocopy & asli Surat keterangan domisili dari RT/RW setempat jika pencairan dilakukan di kantor BPJS tidak sesuai dengan KTP.

Jika pembaca membaca artikel di blog lain mungkin persyaratannya tidak selengkap di atas, & kebanyakan tidak menyertakan Ijazah terakhir & akta kelahiran, namun ternyata di beberapa kantor BPJS kedua dokumen tersebut wajib disertakan sebagai dokumen pembanding biodata berkas lainnya, oleh karena itu sebaiknya kelengkapan di atas harus dipersiapkan dengan baik jangan sampai ada yg terlewat satupun, agar proses klaim JHT 100% dapat diproses dengan lancar & cepat.

Prosedur Pencairannya JHT 100%

Sebenarnya proses klaim & pencairan dana JHT jamsostek 100% itu sangatlah mudah, jika persyaratan & ketentuan persyaratan sesuai dengan yg diminta, yg menyebabkan proses pencairan terasa rumit & berbelit-belit itu karena ketentuan & kelengkapan persyaratan ternyata masih ada yg tidak cocok & kurang lengkap, sehingga si peserta mau tidak mau harus melengkapinya & ini yg dapat menyebabkan peserta harus rela bulak-balik ke kantor BPJS TK, & bukan hanya itu saja, peserta juga harus rela antri lagi & antri lagi serta berdesak-desakan dengan peserta lainnya yg tentunya ini dapat membuat peserta putus asa & merasa kelelahan.

Melalui aplikasi online e-klaim

Prosedur klaim dana JHT 100% jika dilakukan melalui aplikasi e-klaim (online), dengan syarat berkas persyaratan harus discan seluruhnya, karena berkas persyaratan akan diminta untuk diupload, selesainya proses pendaftaran melalui e-klaim pembaca akan menerima email konfirmasi, yg menyertakan informasi kapan pembaca harus datang ke kantor BPJS TK, dengan cara ini pembaca nanti tinggal menunggu jadwal datang ke kantor BPJS TK saja dengan membawa berkas perysaratan asli.

Melalui kantor bpjs langsung

Sedangkan prosedur klaim dana JHT 100% jika dilakukan secara langsung, pembaca harus datang ke kantor BPJS TK setempat dengan membawa perysaratan di atas, sayangnya proses pencairan secara langsung, pembaca harus rela antri & berdesak-desakan, bahkan pembaca harus antri mulai di pagi buta agar pembaca mendapat giliran & nomor antrian paling cepat, bahkan terkadang di beberapa kantor BPJS menggunakan sistem kuota antrian, jika jumlah peserta sudah memenuhi kuota maka biasanya nomor antrian akan dinyatakan habis & peserta lainnya terpaksa harus rela antri lagi di hari-hari berikutnya.

Jika sudah mendapatkan antrian, pembaca dapat menunggu giliran, ada yg memberlakukan langsung diproses pada hari itu juga, ada yg di reschedule ulang, jadi pada saat itu hanya digunakan untuk pemeriksaan berkas saja, sedangkan prosesnya akan dilakukan di hari lainnya sesuai dengan jadwal yg telah ditentukan, melalui panggilan telepon.

Jika berkas dianggap sudah sangat lengkap & sesuai dengan perysaratan yg berlaku, maka proses klaim akan diproses dengan mudah & terakhir pembaca akan diambil gambar (difoto) untuk dokumentasi & kartu BPJS Ketenagakerjaan pembaca akan langsung dihancurkan (dipatahkan).

Permasalahan & solusi terkait Pencairan dana JHT Jamsostek (BPJS TK) 100%

Dari berbincang dengan rekan kerja yg pernah gagal sampai 6 kali saat melakukan pencairan dana JHT jamsostek 100%, kebanyakan yg menjadi permasalahan ialah kelengkapan berkas dokumen & ketidaksesuaian data antar berkas,  oleh karena itu disini saya akan uraikan mengenai permasalahan & solusi terkait pencairan dana JHT jamsostek 100%, sebagai berikut:

1. Jika pencairan dilakukan di kantor BPJS tidak sesuai KTP

Jika pembaca melakukan pencairan di kantor BPJS TK yg tidak sesuai KTP, maka pembaca wajib membawa surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.

2. Pastkan antara Data yg tercantum di  KTP & KK  sama 

Adakalanya data yg tercantum di KK seperti nama, alamat RT/RW & data lainya berbeda, jika berbeda maka dapat menyebabkan berkas klain JHT pembaca ditolak & pembaca harus memperbaikinya, jadi semua data di KTP dengan yg di Kartu Keluarga harus dipastikan sama.
Solusi 
  • Jika data RT/RW  saja yg tidak sama, maka pembaca harus menyertakaan surat keterangan perbedaan RT/RW dari kantor kelurahan / desa setempat (perbedaan ini dapat saja terjadi jika pembaca pindah RT/RW tapi desanya masih sama).
  • Jika nama Desa yg tercantum antara KTP & KK beda, maka pembaca harus menyertakan surat keterangan pindah domisili dari disdukcapil (dinas kependudukan & catatan sipil).
  • Jika NIK di KK & KTP beda, maka pembaca harus membetulkan salah satu data baik KK / KTP.

3. Permasalahan Terkait Paklaring

Paklaring ialah surat keterangan yg dibuat oleh  perusahaan tempat pembaca bekerja sebelumnya, biasanya memuat data tanggal mulai bekerja & tanggal berhenti bekerja. untuk persyaratan pencairan dana JHT 100%, ketentuan paklaring ialah sebagai berikut:
  • Paklaring harus difotocopy & dilegalisir oleh perusahaan tempat pembaca bekerja, untuk yg berhenti bekerja sebelum tahun 2015 paklaring cukup difotocopy & dilegalisir oleh perusahaan, sedangkan yg berhenti bekerja tahun 2015 & setelahnya paklaring harus di legalisir juga ke dinas tenaga kerja dimana perusahaan berada.
  • Tanggal berhenti bekerja yg tercantum di paklaring harus sama dengan data tanggal berhenti bekerja di kantor BPJS TK yg dilaporkan oleh perusahaan, jika datanya beda maka paklaring terpaksa harus dibuat ulang, kasus perbedaan tanggal keluar ini sering ditemukan sehingga terjadi penolakan berkas perysaratan.

4. Data pada berkas persyaratan harus sama se detail-detailnya.

Data berkas persyaratan harus sesuai & sama satu dengan yg lainnya, jika ada yg berbeda kemungkinan besar akan mengalami penolakan.
Adakalanya data yg tercantum di Izajah mungkin saja berbeda dengan biodata KTP, / mungkin saja berbeda dengan KK, maka pembaca dapat merubah salah satu data pada berkas, misal jika yg ingin dirubah ialah KK / akta kelahiran, maka pembaca harus memperbaikinya ke disdukcapil, jika data Ijazah yg ingin diperbaiki silahkan perbaiki ke sekolah, namun coba cari perbaikan berkas yg sekiranya mudah dilakukan.
Demikian uraian lengkap tentang Panduan Pencairan 100% JHT Jamsostek BPJS Tanpa Gagal, semoga dapat membantu.

Panduan Klaim Pencairan 100% JHT Jamsostek BPJS Tanpa Gagal | carinsurancenet.us | 4.5