Pemeriksaan Laboratorium dapat Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

Pemeriksaan Laboratorium dapat Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan

Salah satu penunjang kesehatan ialah pemeriksaan laboratorium, ada kabar baik di era bpjs sekarang ini, karena peserta bpjs dapat mendapatkan pemeriksaan laboratorium yg biayanya dapat ditanggung oleh bpjs kesehatan. namun saygnya tidak semua pemeriksaan laboratorium dapat ditanggung oleh bpjs tergantung dari kategori pemeriksaan lab & juga tempat melakukan pemeriksaan laboratorium itu sendiri.

Kita ketahui bersama bahwa pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan baik di faskes tingkat 1 seperti poliklinik / puskesmas maupun di faskes tingkat lanjut (rumah sakit), jika faskes tingkat 1 memadai untuk melakukan pemeriksaan lab, maka pemeriksaan lab dapat dilakukan di faskes tingkat 1, namun jika tidak memadai maka pemeriksaan lab akan dirujuk untuk dilakukan di rumah sakit.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua pemeriksaan lab dapat dijamin oleh bpjs, jika pemeriksaan lab dilakukan atas indikasi medis & sesuai dengan kategori yg sudah ditentukan oleh bpjs maka pemeriksaan lab dapat ditanggung sepenuhnya oleh bpjs, namun jika tidak maka pasien harus membayar sendiri biaya pemeriksaan lab tersebut.

#1 Pemeriksaan lab di faskes tingkat 1 (faskes primer)

Untuk pasien bpjs yg secara medis harus melakukan pemeriksaan lab maka jika di faskes tingkat 1 terdapat fasilitas pemeriksaan lab, maka dapat dilakukan di faskes tingkat 1, namun jika pemeriksaan lab dilakukan di faskes tingkat 1 maka tidak semua item pemeriksaan dapat dijamin oleh bpjs. seperti terlihat di ilustrasi gambar di bawah ini:

pemeriksaan laboratorium pasien bpjs

Sesuai dengan penjelasan pada gambar di atas, pemeriksaan lab di faskes tingkat 1 yg dapat ditanggung oleh bpjs meliputi:

  1. Darah sederhana (Hemoglobin, leukosit, trombosit, hematokrit, eritrosit, laju endap darah & golongan darah)
  2. Urin sederhana (PH, berat jenis, kejernihan, warna, leukosit, eritrosit)
  3. Fases sederhana (cacingan)
  4. Gula darah sewaktu
Se&gkan jika pemeriksaan di luar kategori di atas maka tidak dapat ditanggung oleh bpjs kesehatan, seperti misalnya widal, asam urat, gula darah puasa, kolesterol, pasien harus membayar biaya sendiri untuk pemeriksaan di luar 4 kategori di atas.
Catatan Penting:
Pemeriksaan lab di faskes tingkat 1 tidak wajib, artinya walaupun faskes tingkat 1 memiliki fasiltias lab untuk melakukan pemeriksaan darah tidak harus faskes tersebut memberikan pelayanan cek lab untuk pasien bpjs, sehingga pasien bpjs harus menanggung biayanya sendiri, namun jika faskes tingkat 1 memberikan pelayanan cek lab yg dapat ditanggung bpjs, maka pasien tidak perlu mengeluarkan biaya selama pemeriksaan sesuai dengan kategori bpjs di atas.

#2 Pemeriksaan Lab di faskes tingkat lanjut (Rumah sakit)

Pemeriksaan lab di rumah sakit yg dapat ditanggung oleh bpjs ialah pemeriksaan lab atas indikasi medis & atas rujukan dari faskes tingkat 1, namun tetap rujukan dari faskes tingkat 1 harus ditujukan ke poli bukan laboratorium langsung.  Tugas dokter spesialis yg akan menentukan pemeriksaan darah apa saja yg harus dilakukan pasien.
Untuk peserta bpjs yg melakukan pemeriksaan lab di rumah sakit atas indikasi medis & atas rujukan dari faskes tingkat 1/ pasien ugd, hampir semuanya dapat ditanggung oleh bpjs, selama ada teknologinya & dilakukan di dlm rumah sakit iru sendiri.

Pemeriksaan Lab untuk pasien rujuk balik Apakah dapat ditanggung BPJS?

Se&gkan untuk pasien yg menjalani program rujuk balik karena diagnosis & terapinya sudah jelas, maka cek lab dapat dilakukan di puskesmas/poliklinik yg dipilih pasien, jika klinik / puskesmas tidak memiliki fasilitas cek lab, maka faskes 1 dapat merujuknya ke laboratorium yg sudah bekerjasama dengan bpjs, biaya sepenuhnya dapat ditanggung oleh bpjs kesehatan.

Pemeriksaan Laboratorium dapat Ditanggung Oleh BPJS Kesehatan | carinsurancenet.us | 4.5