Pendaftaran BPJS Untuk Bayi Baru Lahir (Ketentuan, Syarat & Prosedur)

Pendaftaran BPJS Untuk Bayi Baru Lahir (Ketentuan, Syarat & Prosedur)

Di artikel sebelumnya saya pernah menjelaskan bagaimana syarat & prosedur mendaftarkan bayi yg masih di dlm kandungan untuk menjadi peserta BPJS, perlu diketahui bahwa peserta bpjs yg dapat mendaftarkan bayinya saat masih di dlm kandungan ialah bayi dari orang tua peserta bpjs mandiri & bayi dari orang tua peserta bpjs PPU yg ditanggung oleh perusahaan, untuk anak ke 4 & seterusnya.

Se&gkan untuk peserta bpjs selain yg disebutkan di atas, yaitu bayi dari orang tua peserta BPJS PBI (peserta BPJS kelas III yg ditanggung oleh pemerintah) & bayi dari orang tua peserta BPJS PPU (Peserta BPJS yg iurannya ditanggung oleh perusahaan) sampai anak ke 3. dapat mendaftarkan bayinya setelah dilahirkan dengan masa tenggang selama 3 x 24 jam. jika bayi terdaftar setelah 3 x 24 jam, maka biaya atas masalah medis yg mungkin menimpa si bayi tidak dapat ditanggung oleh bpjs.

Pendaftaran bpjs bayi baru lahir

Untuk peserta PBI, ada Peraturan un&g-un& tentang pendaftaran bpjs untuk bayi dilahirkan dari peserta PBI, peraturan ini disebutkan dlm peraturan BPJSK 4/2014, peraturan direksi BPJSK 211/2014, surat direksi nomor 11255/VII.2/2014 yg dirangkum dlm peraturan BPJSK 1/2015, ketentuan tersebut menyatakan :

Bahwa bayi baru lahir dari peserta PBI dapat didaftarkan tanpa masa tenggang, tetapi si bayi menjadi peserta mandiri kecuali dapat kemudian didaftarkan menjadi peserta PBI atas rekomendasi dari dinas sosial untuk menjadi peserta PBI nasional.

Se&gkan untuk peserta mandiri & PPU untuk anak 2,3, & 3 maka bayi yg baru dilahirkan yg akan didaftarkan ke bpjs memiliki masa tenggang 3 x 24 jam.

Peserta BPJS yg Bisa mendaftarkan bayinya saat masih di dlm kandungan.

Peserta BPJS yg dapat mendaftarkan bayinya saat masih di dlm kandungan ialah sebagai berikut:

1. Bayi dari peserta BPJS Mandiri (peserta bpjs pekerja bukan penerima upah (PBPU) yg membayar iurannya sendiri)

2. Bayi dari Peserta BPJS PPU (peserta BPJD pekerja penerima upah yg seuntukan iurannya ditanggung oleh perususahaan, khusus untuk anak ke 4 & seterusnya. se&gkan untuk anak ke 1,2 sampai 3, harus didaftarkan setelah dilahirkan sebelum 3 x 24 jam.

Peserta harus mendaftarkan bayinya saat masih di dlm kandungan agar setiap biaya atas permasalahan medis yg mungkin menimpa si bayi dapat ditanggung oleh BPJS.

Syarat & prosedur mengenai tata cara pendaftarannya secara detail dapat di baca di artikel berikut:
Syaran & prosedur cara mendaftarkan bayi yg masih di dlm kandungan ke BPJS

Peserta BPJS yg dapat mendaftarkan Bayinya setelah dilahirkan 3×24 jam

Agar permasalahan medis yg menimpa si bayi dapat ditanggung oleh bpjs maka si Bayi dari peserta bpjs di bawah ini harus mendaftarkan bayinya setelah dilahirkan sebelum 3 x 24 jam.

Peserta bpjs yg dapat mendaftarkan  bayinya ke bpjs setelah dilahirkan sebelum 3 xx 24 jam meliputi:

1. Bayi dari peserta BPJS PBI (Peserta BPJS kelas III yg dijamin oleh pemerintah)

2. Bayi dari peserta BPJS PPU sampai anak ke 3 (peserta BPJS pekerja penerima upah yg seuntukan iurannya ditanggung oleh perusahaan) tapi khusus untuk anak ke 1 ke 2 & ke 3, mengingat yg menjadi tanggungan bpjs PPU sampai ialah 5 orang, yaitu dirinya, pasangannya & 3 orang anaknya.

Jika bayi terdaftar menjadi peserta BPJS sebelum 3 x 24 jam, maka biaya atas masalah medis yg menimpa si bayi semuanya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, se&gkan jika bayi terdaftar setelah 3 x 24 jam, baka biaya atas permasalahan medis yg menimpa si bayi harus ditanggung sendiri.

Jadi untuk pembaca yg memiliki kepesertaan di atas, & kebetulan akan segera melahirkan, pastikan nanti untuk mendaftarkan bayinya ke bpjs sebelum 3 x 24 jam.

Setelah pembaca mengetahui jenis peserta BPJS yg harus mendaftarkan bayinya setelah dilahirkan, maka selanjutnya yg akan saya bahas ialah, bagaimana syarat & prosedur untuk mendaftarkan bayi setelah dilahirkan ke BPJS.

Ketentuan Syarat & Prosedur Mendaftar BPJS untuk bayi setelah dilahirkan

Untuk pembaca peserta BPJS PBI yg akans segera melahirkan / pembaca peserta bpjs PPU yg akan segera melahirkan anak ke 1,2 / 3, agar bayinya dapat ditanggung oleh pbjs maka pastikan untuk mendaftarkan bayinya ke bpjs setelah di lahirkan sebelum 3 x 24 jam.

Untuk memperlancar proses pendaftaran maka sebaiknya pembaca siapkan berkas-berkas pendaftaran mulai dari sekarang, syarat & prosedur pendaftaran bayi setelah dilahirkan ke bpjs ialah sebagai berikut:

Ketentuan:

  • -Bayi harus didaftarkan paling lambat 3 x 24 jam kecuali peserta PBI
  • -Bayi yg didaftarkan akan ikut nama ibunya
  • -Iuran dapat dibayarkan langsung tidak harus menunggu 14 hari.

Perysaratan yg harus dipesiapkan

Sesuai dengan formulir perysaratan di atas, persyaratan untuk pendaftaran bpjs bayi baru lahir meliputi:

1. Fotocopy KTP suami & istri

2. Fotocopy Kartu keluarga (KK)

3. Fotocopy Surat Nikah

4. Fotocopy surat keterangan lahir (dapat pembaca minta dari dokter/bi&)

5. Fotocopy surat pengantar perawatan dari rumah sakit/bi&

6. NIK bayi dari kecamatan setempat
Pembuatan nik sedikit ribet, yg harus dipersiapkan sebelum membuat NIK ke kecamatan ialah

  • Membuat surat pengantar pembuatan NIK  dari RT/RW & desa/kelurahan setempat, 
  • Membuat surat keterangan kelahiran dari dokter/bi&

Memang cukup memakan waktu jadi sebaiknya disiapkan di jauh-jauh hari sebelum kelahiran anak pembaca, jika berkas sudah ada, maka pembaca dapat langsung menuju ke kantor kecamatan untuk dibuatkan NIK untuk bayi.

7. Surat rekomendasi dari dinas sosial setempat (ini khusus untuk pasien dengan ibu pemegang jamkes mas, jamkesda & peserta BPJS PBI kelas III).
Untuk membuat surat rekomendasi dapat langsung menuju dinas sosial, pastikan membawa Usrat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT/RW yg dilanjutkan ke kantor kepala desa/kelurahan setempat:
Cara memperoleh SKTM dapat di baca: cara membuat SKTM untuk warga miskin & kurang mampu.

Prosedur Pendaftaran Bayi setelah dilahirkan:

Setelah berkas-berkas pendaftaran pembaca lengkapi, maka untuk melakukan pendaftaran pembaca dapat langsung menuju Kantor BPJS setempat dengan membawa persyaratan di atas.

Untuk pendaftaran BPJS bayi baru dilahirkan biasanya ada loket khusus jadi pembaca tidak perlu harus menunggu antrian, & kabarnya berdasarkan pengalaman dari peserta BPJS khusus untuk bayi baru lahir iuran tidak harus menunggu 24 hari kerja tapi pada hari itu juga dapat dibayar & kartu akan langsung aktif setelah di bayar, kelas BPJS bayi ikut orang tuangnya.

Kartu BPJS untuk bayi dilahirkan sifatnya sementara, jika si anak belum memiliki nama, maka nama anak ikut nama ibunya (misalnya : Bayi Nyonya Onih…), setelah 3 bulan orang tua bayi harus mendaftarkan ulang anaknya ke bpjs dengan nama asli si bayi dengan membawa perysaratan yg berlaku.
Baca: Syarat daftar menjadi peserta BPJS

Harap diperhatikan:, Kebijakan Pendaftaran BPJS untuk bayi dilahirkan dapat saja berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya, sebaiknya pembaca berkordinasi dengan pihak rumah sakit, terutama tentang syarat-syarat pendaftaran bpjs untuk bayi baru dilahirkan, syukur-syukur syaratnya tidak terlalu ribet.

Tidak semua bayi baru dilahirkan perlu BPJS!

Bayi baru lahir yg biayanya dapat ditanggung oleh bpjs ialah bayi dengan masalah medis, jika bayi dlm kondisi normal maka biaya bpjs satu paket dengan orang tuanya, oleh karena itu jika bayi pembaca memiliki kendala medis maka sebaiknya langsung urus kepesertaan bpjs nya, tujuanya agar setiap biaya yg muncul untuk tindakan medis si bayi semuanya dapat ditanggung oleh BPJS kesehatan.

Demikian tentang cara Pendaftaran bpjs untuk bayi baru dilahirkan lengkap dengan syarat & prosedurnya, semoga membantu.

Pendaftaran BPJS Untuk Bayi Baru Lahir (Ketentuan, Syarat & Prosedur) | carinsurancenet.us | 4.5