PERBANDINGAN ASURANSI SYARIAH DAN ASURANSI KONVENSIONAL

PERBANDINGAN ASURANSI SYARIAH & ASURANSI KONVENSIONAL – Asuransi ialah serapan dari kata “assurantie” (Belanda), atau assurance/insurance (Ingrris). Menurut istilah, kata assurantie itu sendiri sesungguhnya bukanlah istilah asli bahasa Belanda, melainkan berasal dari bahasa Latin yg kemudian diserap ke dalam bahasa Belanda yaitu assecurare yg berarti “meyakinkan orang”. Pengertian harfiah kata assurance dan insurance, secara sederhana, asuransi berarti pertanggungan atau perlindungan atas suatu obyek dari ancaman bahaya yg menimbulkan kerugian. Asuransi atau pertanggungan ialah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian.

 

Adapun perbedaan antara Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah, terutama terletak pada kepemilikan harta (uang) yg dibayarkan para pemegang polis. Perbedaan lain antara Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah terletak pada sumber penghasilan yg diperoleh masing-masing perusahaan. Asuransi Konvensional, sumber penghasilan lebih di dasarkan pada sistem bunga yg sangat mungkin mengandung unsur spekulatif dan riba. Sedangkan, Asuransi Syariah penghasilan perusahaan lebih bersumberkan pada sistem upah dan bagi hasil.
Asuransi Konvensional ialah asuransi yg berdasarkan jual beli, sehingga tentu akan berbeda dengan jenis asuransi yg lain. Asuransi Konvensional mengembang misi perusahaan yaitu ekonomi dan sosial. Sedangkan Asuransi Syariah ialah ialah sebuah sistem di mana para peserta mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusi/premi yg mereka bayar untuk digunakan membayar klaim atas musibah yg dialami oleh sebagian peserta.

PERBANDINGAN ASURANSI SYARIAH DAN ASURANSI KONVENSIONAL

 

PERBANDINGAN ASURANSI SYARIAH & ASURANSI KONVENSIONAL

Mudharabah

Mudharabah ialah suatu konsep yg marak dipakai (lazim) dlm bisnis syariah & sepertinya sudah menjadi trend sehingga setiap lembaga keuangan di Indonesia yg berbasis syariah biasa menggunakan konsep ini. Definisi Mudharabah: Akad kerjasama antara pemilik dana/nasabah/tertanggung (shahibul maal) dngn pengusaha/penanggung (mudharib) untuk melakukan suatu usaha bersama. Keuntungan yg diperoleh dibagi antara keduanya dngn perbandingan nisbah yg disepakati sebelumnya.

 

Mekanisme pengelolaan dana premi syariah

Sesuai dngn prinsip yg menjadi dasar pelaksanaan Asuransi Syariah, lalu seluruh dana yg dihimpun dari pemegang polis asuransi akan dikelola sesuai dngn prinsip syariah. Keuntungan perusahaan diperoleh dari pembagian keuntungan dana pemegang polis asuransi yg dikembangkan dngn prinsip bagi hasil (mudharabah).

Para pemegang polis dlm hal ini berkedudukan sbg pemilik modal (shohibul mal) & Asuransi Syariah berfungsi sbg pemegang amanah (mudharib). Setiap premi yg dibayar oleh pemegang polis akan dimasukkan dlm rekening Tabarru perusahaan, yaitu kumpulan dana yg telah diniatkan oleh peserta sbg iuran & kebajikan untuk tujuan saling tolong menolong & saling membantu. Kumpulan dana pemegang polis sebelum dikelola lebih lanjut terlebih dulu dipisahkan menjadi dua golongan, yaitu dana Pemegang Saham (Shareholder Fund) & dana Peserta Asuransi (Participant Fund / Premium), & masing-masing dana mempunyai akuntansi terpisah. Hasil pengembangan dana setelah dikurangi dngn beban asuransi (klaim & premi reasuransi) akan dibagi antara pemegang polis & perusahaan menurut prinsip al-mudharabah dlm suatu perbandingan tetap yg besarnya telah ditentukan pada awal penutupan polis asuransi. Misal: 70% untuk perusahaan & 30% untuk seluruh peserta. Ilustrasi mekanisme pengelolaan dana dapat dilihat pada diagram alur berikut ini.

 

Perbandingan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional

NoPrinsipKonvensionalSyariah
1KonsepPerjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri dengan pihak tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan pergantian kepada tertanggung.Sekumpulan orang yang saling membantu, saling menjamin, dan bekerja sama, dengan cara masing-masing mengeluarkan dana tabrru’
2Asal usulDari masyarakat babilonia 4000-3000 SM yang dikenal dengan perjanjian Hammurabi. Dan tahun 1668M di Coffe House London berdirilah Lloyd of London sebagai cikal bakal asuransi konvensional.Dari al-Aqidah, kebiasaan suku Arab jauh sebelum Islam ddatang. Kemudian disakan oleh Rosululloh menjadi hokum Islam, bahkan telah tertuang dalam konstitusi pertama di dunia (Piagam Madina) yang dibuat langsung Rosululloh.
3.Sumber hokumBersumber dari pikiran manusia dan kebudayaan.

Berdasarkan hokum positif, hokum alami dan contoh sebelumnya.

Bersumber ddari wahyu Ilahi

Sumber hokum dalam syariah Islam adalah Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, Fatwa Shahabat, Qiyas, Istihsan, “urf Tradisi, dan Mashalih Mursalah

4Maisir Gharar, RibaTidak selaras dengan syariah Islam karena terdapat 3 hal ini.Bersih dari praktik Maisir Gharar, dan Riba
5DPS (Dewan Pengawas Syariah)Tidak ada. Sehingga ddalam praktiknya banyak bertentangn dengan kaidah-kaidah syara’Ada, yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktik-praktik muamalah yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
6AkadAkad jual beli (akad mu’awadhoh, akad idz’aan, akad gharra, dan akad mulzim)Akad tabarru’ dan akad tijaroh (mudhorobah, wakalah, wadiah, syirkah, dan sebagainya)
7Jaminan/risk (resiko)Transfer of risk, di mana terjadi transfer resiko ddari tertanggung kepada penanggungSharing of risk, di mana terjadi proses saling menanggung antara satu peserta dengan peserta lain (ta’awun)
8Pengelolaan danaTddak ada pemisahan dana, yang berakibat terjadinya dana hangus (untuk produk saving life)Pada produk-produk saving life terjadi pemisahan dana, yaitu dana tabarru’, derma ddan dana peserta, sehingga tidak mengenal dana hangus. Sedangkan untuk term insurance (life) dan general insurance semuanya bersifat tabarru’.
9InvestasiBebas melakukan investasi dalam batas-batas ketentuan perundang-undangan. Dan tidak terbatasi pada halal-haramnya objek atau system investasi yang digunakan.Dapat melakukan investasi sesuai ketentuan perundang-undangan, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Bebas ddari riba dan tempat-tempat investasi yang terlarang.
10Kepemilikan danaDana yang terkumpul dari premi peserta seluruhnya menjadi milik perusahaan. Perusahaan bebas menggunakan dan menginvestasikan ke mana saja.Dana yang terkumpul dari peserta dalam bentuk iuran atau kontribusi, merupakan milik peserta (shohibul mal), asuransi syariah hanya sebagai pemegang amanah(mudhorib) dalam mengelola dana tersebut.
PERBANDINGAN ASURANSI SYARIAH DAN ASURANSI KONVENSIONAL | carinsurancenet.us | 4.5