Perbedaan asuransi kesehatan keluarga konvensional & syariah

Perbedaan asuransi kesehatan keluarga konvensional & syariah

Asuransi Kesehatan Menjadi Primadona
Tidak semua orang memiliki asuransi yg dapat meng-cover semua resiko baik pendidikan, asset barang, / kesehatan. Hal ini dapat disebabkan beberapa faktor. & salah satunya karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenal asuransi itu sendiri. Padahal asuransi tidak hanya penting untuk diri sendiri saja, namun juga untuk keluarga. Asuransi yg terpenting untuk dimiliki ialah asuransi kesehatan / asuransi jiwa. & sisanya di luar kedua asuransi tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan & prioritas masing-masing individu. Oleh sebab itu, selain memiliki asuransi kesehatan, juga perlu adanya asuransi kesehatan keluarga.

Perbedaan Asuransi Kesehatan Syariah & Konvensional
Namun sekarang ini asuransi kesehatan keluarga tidak hanya yg konvensional saja jenisnya, namun juga syariah. Adapun perbedaan dari asuransi kesehatan keluarga konvensional & asuransi keluarga syariah akan diulas berikut ini. Jika dilihat dari prinsip, asuransi konvensional menerapkan konsep perjanjian antara dua pihak & dapat lebih. Pihak tersebut ialah pihak penanggung yg mengikatkan diri pada pihak tertanggung. Perjanjian tersebut berisikan mengenai bahwa pihak penanggung akan menerima premi iuran asuransi dari pihak tertanggung yg nantinya digunakan untuk penggantian kepada pihak tertanggung. Sedangkan asuransi kesehatan syariah, sekumpulan orang saling membantu, bekerja sama, & saling menjamin dengan caranya masing-masing untuk mengeluarkan dana tabarru.

Perbedaan selanjutnya jika dilihat dari asal usul, asuransi kesehatan keluarga konvensional bernama perjanjian Hammurabi yg berasal dari masyarakat Babylonia pada tahun 4000-3000 SM. & di tahun 1668 berdiri cikal bakal asuransi konvensional di London. Asuransi kesehatan keluarga syariah berasal dari kebiasaan suku Al Aqilah di Arab jauh sebelum agama Islam datang. Lalu disahkan oleh Rasullullah & berdasarkan pada hukum Islam serta tertuang di dlm konstitusi Madinah. & dari aspek sumber hukumnya, asuransi kesehatan konvensional bersumber dari kebudayaan & pikiran manusia yg berdasarkan pada hukum alami, hukum positif, & dari contoh sebelumnya. Sedangkan asuransi kesehatan syariah bersumber dari wahyu Ilahi berdasarkan syariah Islam di antaranya Al Qur’an, Ijma, Qiyas, Sunnah / kebiasaan rasul, Istihsan, fatwa sahabat, mashalih Mursalah, & tradisi.

Perbedaan lainnya jika asuransi kesehatan keluarga konvensional terdapat Maisir, Gharar, & juga Riba yg mana diharamkan dlm hukum Islam, lain halnya dengan asuransi kesehatan keluarga Syariah. Asuransi kesehatan keluarga ini tidak terdapat unsur tersebut sehingga sah dlm hukum Islam jadi bersih & juga aman untuk umat Islam. Terlebih masyarakat Indonesia mayoritas menganut agama Islam. Asuransi kesehatan konvensional tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah & dlm prakteknya banyak terdapat yg bertentangan dengan kaidah syara’. Sedangkan jika dilihat dari segi akadnya, akad asuransi kesehatan konvensional berdasarkan dengan akad jual beli. & asuransi kesehatan syariah berdasarkan akad tabarru & juga Tijarah.

Pengelolaan dana asuransi kesehatan konvensional tidak adanya pemisahan dana sehingga mengakibatkan dana hangus. Sedangkan asuransi kesehatan syariah terdapat pemisahan dana untuk produk-produk saving life yaitu dana peserta & dana tabarru sehingga tidak terjadi dana hangus yg merugikan pihak tertanggung. Begitu juga dengan term insurance & juga general insurance bersifat tabarru’. Untuk visi asuransi kesehatan keluarga konvensional ialah misi sosial & misi ekonomi secara garis besar. & untuk asuransi kesehatan syariah misinya diembankan pada asuransi syariah, yaitu misi aqidah, ibadah, ekonomi, & juga sosial / pemberdayaan umat. Keuntungannya pun juga berbeda antara asuransi kesehatan konvensional & asuransi kesehatan syariah. Asuransi kesehatan konvensional diperoleh berasal dari surplus underwriting & komisi reasuransi. & hasil dari investasi tersebut, seluruhnya merupakan keuntungan untuk perusahaan. Sedangkan keuntungan asuransi kesehatan syariah juga sama. Akan tetapi hasil dari investasi tidak semuanya untung perusahaan, namun dilakukan untuk hasil dengan para peserta.

Asuransi kesehatan keluarga jenis konvensional bebas dlm melakukan investasi dengan dibatasi oleh ketentuan yg diatur oleh undang-undang. & kebebasan tersebut juga tidak dibatasi dengan halal / haram baik dari objek maupun dari sistem yg digunakan. Sedangkan asuransi kesehatan syariah dilakukan berdasarkan pada aturan undang-undang selama tidak menyimpang dari prinsip syariah agama Islam & bebas dari tempat terlarang untuk berinvestasi & tidak adanya riba.

Kepemilikan dana asuransi kesehatan keluarga jenis konvensional berasal dari premi seluruh peserta & menjadi milik perusahaan. Perusahaan asuransi tersebut memiliki hak untuk bebas menggunakan kepemilikan dana tersebut & bebas menginvestasikan dana ke mana saja. Kepemilikan dana asuransi kesehatan syariah berasal dari dana peserta namun dlm bentuk kontribusi & menjadi milik peserta. Asuransi syariah hanyalah sebagai pemegang amanah untuk mengelola dana tersebut. Unsur premi asuransi kesehatan jenis konvensional terdiri dari bunga, biaya asuransi, & tabel mortalita. Sedangkan asuransi kesehatan jenis syariah terdiri dari tabungan & tabarru yg tidak mengandung riba di dalamnya. Tabarru dihitung juga dari tabel mortalita namun tidak ada perhitungan bunga teknik. Loading pada asuransi kesehatan jenis konvensional lumayan besar terutama untuk komisi agen. Besarannya dapat hingga total premi tahun pertama & kedua. Maka dari itu biasanya nilai tunai di tahun pertama & kedua belum ada / hangus. Sedangkan syariah loading tidak dibebankan kepada peserta namun berasal dari pemegang saham. Tapi sebagian diambil dari premi tahun pertama sebesar 20% hingga 30%. Demikian beberapa perbedaan dari asuransi kesehatan keluarga jenis konvensional maupun syariah.

Perbedaan asuransi kesehatan keluarga konvensional & syariah | carinsurancenet.us | 4.5