Perhitungan biaya Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Perhitungan biaya Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Pada dasarnya BPJS kesehatan akan menanggung seluruh biaya pasien BPJS selama proses yg ditempuh pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur, akan tetapi untuk bebera kasus, misalnya untuk pasien bpjs yg dirawat inap, peserta BPJS harus membayar sendiri biaya tambahan apabila peserta memilih naik kelas perawatan.

Peserta BPJS Kesehatan terdiri dari kelas 1, kelas 2 & kelas 3, ke 3 kelas tersebut dapat dipilih oleh peserta BPJS mandri dari golongan peserta Bukan Pekerja & juga golongan pekerja bukan penerima upah (PBPU), sedangkan untuk Peserta BPJS dari golongan Pekerja Penerima Upah (PPU) / peserta BPJS badan usaha yg sebagian iurannya ditanggung oleh perusahaan hanya berhak atas kelas I & II, & Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yg iuran bulannya ditanggung oleh pemerintah hanya berhak atas kelas III saja.

yg membedakan ke tiga kelas tersebut ialah besar kecilnya iuran bulanan bpjs & juga fasilitas ruangan rawat inap di rumah sakit, umumnya, setiap kelas bpjs yg diambil mewakili ruangan kelas rawat inap yg akan diperoleh peserta saat peserta dirawat inap.

tarif / biaya yg harus dibayar sendiri saat naik kelas bpjs
Biaya naik kelas BPJS

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PerMenKes / PMK) No 28 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN), selain peserta BPJS PBI (kelas tiga yg iuran bulannannya ditanggung oleh pemerintah, dapat melakukan turun kelas perawatan / naik kelas perawatan.

Turun kelas perawatan / naik kelas perawatan dapat dilakukan jika di rumah sakit yg dirujuk hak atas kelas dlm keadaan penuh, peserta dapat memilih naik kelas / turun kelas. untuk naik kelas selisih biaya yg timbul harus di bayar sendiri oleh pasien.

Perhitungan biaya Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan

Perhitungan selisih biaya yg harus dibayar oleh pasien manakala naik kelas perawatan, misalnya kelas 2 naik kelas perawatan ke kelas I / kelas III ke kelas 2,  aturannya sudah ditetapkan oleh peraturan menteri kesehatan Nomor. 28 tahun 2014 sebagai berikut:
Khusus untuk pasien yg meningkatkan kelas perawatan (kecuali peserta PBI Jaminan Kesehatan):
1. Sampai dengan kelas I, maka diberlakukan urun biaya selisih tarif INA-CBGs kelas ruang  perawatan yg dipilih dengan tarif INA-CBGs yg menjadi hak nya.
Jika pasien BPJS memilih naik kelas sampai dengan kelas I, sebagai contoh pasien kelas II naik kelas perawatawan menjadi kelas I dikarenakan ruangan penuh, maka pasien akan dikenakan biaya tambahan atas selisih biaya yg timbul & harus dibayar sendiri dengan perhitungan Tarif INA-CBGs ruang perawata kelas I dikurangai Tarif INA-CBGs ruang perawatan kelas II, selisih baiya ruang kelas perawatan tersebut harus dibayar sendiri oleh pasien atas konsekuensi naik kelas.
Tarif INA cbgs menggunakan sistem paket, artinya besar kecilnya tidak akan dipengaruhi oleh jumlah hari perawatan, berapa lamapun biayanya akan tetap sama.
Silahkan baca : Apa itu Ina CBGs

Kenapa hanya biaya ruangan saja yg dihitung ?

Keapa hanya biaya ruangan saja yg dihitung, bagaimana dengan biaya medis lainnya?. Karena Tarif Ina CBGs atas pelayanan pasien untuk biaya medis lainnya seperti, visit dokter, obat-obatan biayanya sama antar kelas 1, 2 & 3, dihitungpun tidak akan menghasilkan selisih, sedangkan untuk ruangan tarifnya berbeda, sehingga untuk menghitung selisih biaya naik kelas perawatan sampai kelas satu cukup mengurangi selisih tarif ruangan saja.
2. Jika naik ke kelas perawatan VIP, maka diberlakukan urun biaya sebesar selisih tarif VIP lokal dengan tarif INA-CBGs kelas perawatan yg menjadi haknya.

yg biayanya ditanggung oleh BPJS hanya sampai kelas I, namun pasien bpjs juga memiliki hak untuk naik kelas perawatan sampai VIP, konsequensinya harus membayar selisih biaya tambahan sendiri.
Jika pasien memilih naik kelas vip maka biaya tambahan yg harus dibayar oleh sendiri atas selisih biaya ialah, tarif lokal VIP dikurangi tarif INA-CBGs ruang perawatan atas haknya, jika misalkan pasien harus mendapatkan perawatan di VIP selama 3 hari, maka total biaya perawatan vip akan dihitung selama 3 hari dari mulau ruangan, obat-obatan & tindakan medis lainnya, hasilnya dikurangi oleh paket tarif Ina-CBGs untuk biaya ruangan atas kelas haknya.
Tentu saja semakin lama dirawat di kelas VIP maka selisih biaya yg harus di bayar akan semakin besar, karena biaya VIP tidak menjadi tanggungan BPJS (ingat bpjs hanya dapat menanggung sampai kelas 1), sehingga biaya vip akan dipengaruhi oleh lama dirawat & juga biaya tindakan medis lainnya, inilah yg menyebabkan kenapa naik kelas vip biaya dapat membengkak, 

Kesimpulan

Dengan mengetahui sistem perhitungan BPJS atas biaya rawat inap peserta BPJS maka pembaca dapat memilih alternatif terbaik saat dihadapkan pada pilihan naik kelas perawatan / turun kelas perawatan.
Pilihan terbaik ialah, jika pembaca memutuskan untuk memilih naik kelas perawatan, pilihlah sampai kelas I, karena selisih biaya yg harus dibayar sendiri tidak akan terlalu besar, tidak dipengaruhi oleh lama pembaca dirawat karena biayanya sudah paket. jika memang sampai kelas 1, ternyata penuh pembaca dapat memilih turun kelas / pindah rumah sakit, tentu saja atas anjuran dokter rumah sakit.
pembaca juga dapat naik kelas VIP tapi pembaca harus siap dengan konsequensinya, semakin lama pembaca di rawat di kelas VIP maka selisih biaya yg harus pembaca bayar akan semakin membengkak,
Demikian tentang Perhitungan biaya Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan, semoga informasi ini bermanfaat untuk pembaca.

Perhitungan biaya Naik Kelas Perawatan BPJS Kesehatan | carinsurancenet.us | 4.5