Poin penting tentang hukum mempromosikan riba, sebuah Introspeksi

Poin penting tentang hukum mempromosikan riba, sebuah Introspeksi

Intro

Secara interaksi sosial ekonomi dunia digital hari ini, manusia terbagi menjadi tiga; produsen/seller, promoter, konsumen; dari sudut rentang waktu proses biasanya terbalik, posisi kita merupakan konsumen, sering proses pendewasan akan pemahaman finansial melaju kepada tahap selanjutnya menjadi promoter, dimana kerjanya berupa menjajakan merayu menjerumuskan orang lain untuk membeli suatu produk tertentu agar kita mendapatkan komisi penjualan. Lantas diakhir cerita, tentu apabila ceritanya berakhir happy ending, kita berada selanjutnya ditahap terakhir sebagai produsen// seller, dimana kita mempunyai celah pengetahuan akan kebutuhan pasar & merangkumnya dlm sebuah ramuan sistem bisnis tersendiri.
baik, tulis ini tentu tak akan panjang lebar, hanya sekedar menceritakan sebuah kisah, & kemudian menarik benang merah-nya, selanjutnya mencoba mengambil hikmah yg terkandung didalamnya, semoga kita menjadi orang yg beruntung atas pengalaman hidup seseorang. Kata pepatah mengatakan(kurang lebih); “orang yg pintar ialah orang yg mengambil pelajaran hidup dari pengalaman orang, sebaliknya, orang yg bodoh ialah pengalaman hidupnya diambil pelajaran orang“, maka ..pintarlah 🙂

Soal cerita.

Poin penting tentang hukum mempromosikan riba, sebuah Introspeksi

Singkat cerita, saya memiliki seorang teman yg mungkin boleh dianggap lumayan sukses, / setidaknya menjelang sukses, bisnis onlinenya mulai menghasilkan dollar/rupiah, bahkan adiknya sendiri pernah mengabarkan kalau dia pernah menghasilkan dlm sebulan sampai 10jt lebih apalagi katanya waktu itu matahari mall mulai online katanya, dia ingin segera membelikan sebuah mobil untuk sang istri, what a lovely, right?. Sungguh apa yg dia dapati banyak mempengaruhi saya secara pribadi, meskipun tidak secara langsung mendapati arahan darinya, untuk diketahui dia secara keilmuan dapat disebut ‘pelit’, saat katakanlah pembaca menanyakan bagaimana caranya.. dia secara spontan akan menjawab; “berdoa aja ke Alloh” katanya, sambil ketawa-ketawa. wtf.

Kesuksesan yg dia dapati sangat membuat saya secara pribadi untuk mempelajari langkah-langkah apa saja untuk membuatnya berada pada situasi sekarang. tetapi yg lebih menarik lagi ialah tentang keputusannya membuat sebuah web blog yg didedikasikan khusus untuk asuransi BJPS. ya, tentu tidak ada yg salah dengan itu, jika kita berfikir bebas, dlm arti tak mempertimbangkan kebaikan / keburukan yg mungkin terjadi. Jika dia berfikir bahwa asuransi BPJS memang baik untuk ummat, mungkin keputusannya sangat tepat. tetapi jika ada pendapat ulama yg menyatakan asuransi BPJS tidak baik untuk ummat karena bersifat memaksa & mengandung unsur ketidakjelasan, pendapat pribadinya tentu harus dikesampingkan karena dia seperti halnya kita, bukan seorang fuqaha/faqih / seorang yg faham tentang urusan agama(Islam).

Bahkan ada sebagian pendapat yg menyatakan BPJS haram adanya sebelum ada perbaikan yg disesuaikan dengan aturan syariah Islam. Tentu saja ini akan mengarah pada hukum mempromosikan produk riba, & ini pasti tidak dibenarkan apapun alasannya, misalkan beralasan melakukan/mempromosikan produk riba demi pengobatan istri tercinta.

Benang merah

Sangat sederhana sebetulnya, persis apa yg disampaikan sebelumnya. dimana disini saya hanya ingin sedikit membagi pengalaman, perasaan juga pengetahuan yg sederhana ini semoga menjadi bahan renungan. pengalaman seseorang yg dengan getolnya mempromosikan produk haram/riba demi keuntungan dunia yg sesaat. misalnya saat kita melakukan amal itu jika tanpa pengetahuan yg cukup pasti akan ada perasaan bangga karena kita tengah mencari nafkah, tetapi tentu kalau ditelisik lagi ternyata kita tengah mempromosikan produk riba, & akan mendapat dosa sama halnya dengan para pelaku urusan riba lainnya, ya kecipratan dosanya gitu 🙂 semoga pembaca dapati kerjakeras pembaca sebuah kesuksesan tanpa memberikan nafkah dari cara yg haram kepada anak istri tercinta, amin.

Beberapa pendapat terkait Hukum mempromosikan produk riba.

Pendapat yg berkesuaian diantaranya ialah;

 ” ما حرم أخذه حرم إعطأوه “

Maksud: Sesuatu yg haram menerimanya juga diharamkan memberinya.
maknanya kaedah ini membawa maksud apapun segala sesuatu yg haram diambil / mengambilnya, haram juga hukumnya memberikan kepada orang lain,  ia akan membantu / menolong kepada perbuatan yg diharamkan.

Kembali lagi ke soal cerita diatas, patut disadari pula jika sesuatu sudah nyata pengetahuan tentang keharamannya kemudian kita mencari nafkah tetap disitu & tidak sekuat tenaga mencari pendapatan yg halal, maka silahkan pertanyakan ini kepada diri sendiri, tentang niat kita sebetulnya, tentang hasrat memurnikan diri dari segal hal yg tidak diridhoiNYA.

Berikut hadits yg mungkin sangat erat hubungannya dengan sikap / keputusan diri untuk mengais rejeki dengan mempromosikan asuransi ribawi; hadith Nabi SAW yg jelas melarang umat Islam daripada terlibat dengan urusan & perniagaan ribawi yaitu yg bermaksud: ”Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi wakilnya, pencatatnya & dua saksinya. Nabi SAW bersabda: Semuanya sama-sama dilaknat”, meskipun ada sebagian pendapat ulama, yg menyatakan para pekerja didalam sistem riba termasuk yg mempromosikan asuransi riba tidak termasuk dlm hukum ini, dikarenakan yg termasuk kedalam hukum ini hanya yg teribat secara langsung, karena yg dianggap secara langsung ialah posisi individu muslim yg berada terlibat didalam kontrak & perniagaan secara langsung.

Secara pribadi saya kurang sependapat, karena orang yg mempromosikan harusnya jauh lebih terhukum dengan hadits diatas, karena pada posisi inilah orang diarahkan menuju produk asuransi riba, sebelum orang bertemu dengan fihak penjual produk asuransi ribawi, bak setan yg membisikan untuk menjerumuskan diri kedalam jurang perbuatan dosa, dia menjalani untuk menapaki jalan agar semua terjerumus padanya..

Beberapa ayat secara jelas menyatakan tentang riba;

Hai orang-orang yg beriman, bertakwalah kepada Allah & tinggalkan sisa riba (yg belum dipungut) bila kamu orang yg beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka ketahuilah, bahwa Allah & Rasul-Nya akan memerangimu. Tetapi jika kamu bertaubat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) & tidak pula dizalimi (dirugikan).QS. Al-Baqarah (2): 278-279.

hadiah untuk orang yg masih tidak perduli riba atas harta yg dimakan oleh anak istri / dirinya sendiri didunia;

Orang-orang yg memakan riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yg kemasukan setan karena gila. yg demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli & mengharamkan riba”. QS. Al-Baqarah (2): 275.

kemudian setelah kemalangan yg dia terima karena riba didunia ada juga bonus kelak yg diterimanya diakhirat;

Barangsiapa mendapat peringatan dari Rabbnya, lalu ia berhenti (dari memakan riba), maka apa yg telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya & urusannya (terserah) kepada Allah. Namun barang siapa yg kembali (memakan riba), maka untuk mereka ialah azab neraka & mereka kekal di dalamnya”. QS. Al-Baqarah (2): 275

Kami mendatangi sungai yg airnya merah seperti darah. Tiba-tiba ada seorang lelaki yg yg berenang di dalamnya, & di tepi sungai ada orang yg mengumpulkan batu banyak sekali. Lalu orang yg berenang itu mendatangi orang yg telah mengumpulkan batu, sembari membuka mulutnya & memakan batu-batu tersebut … Orang tersebut tidak lain ialah pemakan riba”. HR. Bukhari (no. 7047)

Poin penting tentang hukum mempromosikan riba, sebuah Introspeksi

Pada malam Isra’ aku mendatangi suatu kaum yg perutnya sebesar rumah, & dipenuhi dengan ular-ular. Ular tersebut terlihat dari luar. Akupun bertanya, “Siapakah mereka wahai Jibril?”. “Mereka ialah para pemakan riba” jawab beliau”. HR. Ibn Majah (no. 2273) dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu

Demikian, semoga tulisan sederhana ini menjadikan kita tetap diberikan kekuatan untuk mengambil hikmah pelajaran didalam setiap detik nafas kehidupan sampai ahkir hayat kelak, sebab hanya dengan itu hidup kita akan menjadi lebih baik. Tidak ada kebaikan didalam riba.

Poin penting tentang hukum mempromosikan riba, sebuah Introspeksi | carinsurancenet.us | 4.5