Program Jaminan Pensiun Program Baru BPJS

Program Jaminan Pensiun Program Baru BPJS

Jaminan pensiun ialah jaminan sosial yg bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yg layak untuk peserta &// ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, / meninggal dunia.
Manfaat pensiun ialah sejumlah uang yg dibayarkan setiap bulan kepada peserta yg memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, / kepada ahli waris untuk peserta yg meninggal dunia.
Kepesertaan Program Jaminan Pensiun
Peserta Program Jaminan Pensiun ialah pekerja yg terdaftar & telah membayar iuran. Peserta merupakan pekerja yg bekerja pada pemberi kerja selain penyelenggara negara, yaitu peserta penerima upah yg terdiri dari:
  1. Pekerja pada perusahaan
  2. Pekerja pada orang perseorangan
Selain itu, pemberi kerja juga dapat mengikuti Program Jaminan Pensiun sesuai dengan penahapan kepesertaan.
Pekerja yg didaftarkan oleh pemberi kerja mempunyai usia paling banyak 1 (satu) bulan sebelum memasuki usia pensiun. Usia pensiun untuk pertama kali ditetapkan 56 tahun & mulai 1 Januari 2019, usia pensiun menjadi 57 tahun & selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 tahun.
dlm hal pemberi kerja nyata-nyata lalai tidak mendaftarkan Pekerjanya, Pekerja dapat langsung mendaftarkan dirinya kepada BPJS Ketenagakerjaan.dlm hal peserta pindah tempat kerja, Peserta wajib memberitahukan kepesertaannya kepada Pemberi Kerja tempat kerja baru dengan menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya Pemberi Kerja tempat kerja baru meneruskan kepesertaan pekerja.
Iuran Program Jaminan Pensiun
  • Iuran program jaminan pensiun dihitung sebesar 3%, yg terdiri atas 2% iuran pemberi kerja & 1% iuran pekerja.
  • Upah setiap bulan yg dijadikan dasar perhitungan iuran terdiri atas upah pokok & tunjangan tetap. Untuk tahun 2015 batas paling tinggi upah yg digunakan sebagai dasar perhitungan ditetapkan sebesar Rp 7 Juta (tujuh juta rupiah). BPJS Ketenagakerjaan menyesuaikan besaran upah dengan menggunakan faktor pengali sebesar 1 (satu) ditambah tingkat pertumbuhan tahunan produk domestik bruto tahun sebelumnya. Selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan menetapkan serta mengumumkan penyesuaian batas upah tertinggi paling lama 1 (satu) bulan setelah lembaga yg menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang statistik (BPS) mengumumkan data produk domestik bruto.
  • Mekanisme pembayaran iuran mengikuti program paket.
  • Pemberi kerja wajib membayar iuran paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.
  • Pemberi kerja yg tidak memenuhi ketentuan pembayaran iuran dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan keterlambatan.
Manfaat Program Jaminan Pensiun
1. Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada peserta (yg memenuhi masa iuran minimum 15 tahun yg setara dengan 180 bulan) saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia;
2. Manfaat Pensiun Cacat (MPC)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada peserta (kejadian yg menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta & density rate minimal 80%) yg mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan tidak dapat bekerja kembali / akibat penyakit sampai meninggal dunia. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia / peserta bekerja kembali;
3. Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada janda/duda yg menjadi ahli waris (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) sampai dengan meninggal dunia / menikah lagi, dengan kondisi peserta:
  • meninggal dunia bila masa iur kurang dari 15 tahun, dimana masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan & density rate 80% /
  • meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT.
4. Manfaat Pensiun Anak (MPA)
Berupa Uang tunai bulanan yg diberikan kepada anak yg menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak yg didaftarkan pada program pensiun) sampai dengan usia anak mencapai usia 23 (dua puluh tiga) tahun, / bekerja, / menikah dengan kondisi peserta;
  • meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iur kurang dari 15 tahun, masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun & memenuhi density rate 80% & tidak memiliki ahli waris janda/duda /
  • meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun MPHT & tidak memiliki ahli waris janda/duda /
  • Janda/duda yg memperoleh manfaat pensiun MPHT meninggal dunia.
5. Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)
Manfaat yg diberikan kepada orang tua (bapak / ibu) yg menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iur peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iur yg digunakan dlm menghitung manfaat ialah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun & memenuhi density rate 80%.
6. Manfaat Lumpsum
Peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:
  • Peserta memasuki Usia Pensiun & tidak memenuhi masa iur minimum 15 tahun
  • Mengalami cacat total tetap & tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta & minimal density rate 80%.
  • Peserta meninggal dunia & tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta & minimal density rate 80%.
7. Manfaat Pensiun diberikan berupa manfaat pasti yg ditetapkan sebagai berikut:
  • Untuk 1 (satu) tahun pertama, Manfaat Pensiun dihitung berdasarkan formula Manfaat Pensiun; &
  • Untuk setiap 1 (satu) tahun selanjutnya, Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun dihitung sebesar Manfaat Pensiun tahun sebelumnya dikali faktor indeksasi.
8. Formula Manfaat Pensiun ialah 1% (satu persen) dikali Masa iur dibagi 12 (dua belas) bulan dikali rata-rata upah tahunan tertimbang selama Masa Iur dibagi 12 (dua belas).
9. Pembayaran Manfaat Pensiun dibayarkan untuk pertama kali setelah dokumen pendukung secara lengkap & pembayaran Manfaat Pensiun bulan berikutnya setiap tanggal 1 bulan berjalan & apabila tanggal 1 jatuh pada hari libur, pembayaran dilaksanakan pada hari kerja berikutnya.
10. dlm hal peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yg bersangkutan diperkerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun / pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun.
11. Penerima manfaat pensiun ialah peserta / ahli waris peserta yg berhak menerima manfaat pensiun.
Sumber :
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id

Program Jaminan Pensiun Program Baru BPJS | carinsurancenet.us | 4.5