Sistem Asuransi syariah, apakah kita sedang diperdaya / kita memang maunya berfikir praktis & sederhana?

Sistem Asuransi syariah, apakah kita sedang diperdaya / kita memang maunya berfikir praktis & sederhana?

Sebuah pemikiran ulang landasan awal kita mengambil asuransi syariah sebagai pilihan dibandingkan dengan sistem asuransi konfensional.  

Berawal

dari maraknya sistem perbankan syariah & diikuti dengan berbagai produk sistem asuransi syariah yg ditawarkan tentu saja ini berkaitan erat dengan adanya kesadaran masyarakat/ummat akan sistem islami / milimal pemikiran yg tidak merugikan & diharapkan lebih adil, dikatakan pula tatkala terjadi resesi /bencana ekonomi di negeri ini terbukti lembaga-lembaga keuangan syariah tetap hidup malah lebih berkembang. Atas kesuksesan ini mulailah berkembag institusi keuangan & institusi asuransi menawarkan sistem syariah. Khususnya dlm perasuransian dinegeri ini. Banyak pula institusi besar baik lokal / lembaga asuransi luar/internasional, menawarkan produk-produk asuransi berbasiskan sistem syariah, dengan berbagai macan fitur-fitur & keunggulan yg beragam. Apakan ada yg salah dengan ini? Tentu tidak. Tetapi secara pribadi ialah kiranya sedikit ganjalan, sebenarnya apa sih yg kita sebenarnya harapkan dengan memilih sistem asuransi syariah sebagai asuransi keluarga kita harapkan. Apakah kita hanya ikut-ikutan trend, karena secara umum sudah menjadi trend kemudian kita ikut saja, / karena memang kesadaran diri kita bahwa kita sebagai ummat mengharapkan apa yg kita kerjakan kelolakan dengan uang kita sesuai dengan landasan syariah untuk mendapatkan status halal mengharapkan keridhoan Alloh semata.

Permasalahan yg terjadi

terdapat pula pertanyaan susulan dibenak, oke.. kalo sudah halal apakah cukup? Wow kenapa ribet banget sih, mang? Ya secara islam halal itu ada pasangannya yaitu toyiban, sering kita dengan dengan halalan toyiban. Maksudnya kita tidak cukup hanya dengan halal saya tetapi haruslah mengandung nilai-nilai kebaikan. Nah nilai kebaikan ini tentu kebaikan untuk Islam sendiri & tentu ini menjadi prioritas kita sebab kita memang muslim & tentu saja non-muslim pun tentu akan memprioritaskan sesama mereka karena tidak mungkin mereka akan memprioritaskan kita kecuali dengan niat mencari keuntungan semata, bukan karena mereka mengakui benar adanya sistem syariah ialah sistem yg paling unggul. Apa maksudnya nih? Oke oke sabar dulu, tentu saja dlm paparan yg disampaikan beikut sangatkah subjektif. Tetapi ini tentu ide yg diharapkan menginsprasi yg lain yg sama berfikir & mempertanyakan sesuai karena sesuai yg mengganjal difikiran, alhamdulillah mungkin itu yg namanya hidayah? Hehe keren ya.. hidayah dlm berasuransi? 😛 Kembali lagi ke ungkapan halalan toyiban, dimana halal saya tidak cukup tetapi haruslah mengandung pula nilai kebaikan, sejujurnya pertanyaanya. Kita mengambil produk asuransi keluarga syariah misalnya tentu bukan karena ikut trend saja, tetapi tentu karena kesadaran kita selaku muslim mengharapkan sebuah sistem yg sesuai syariat, coba fikirkan lebih lanjut lagi. Ya sistem yg digunakan sistem asuransi syariah, tetapi siapakan pemilik perusahaan asuransinya? Apakah mereka muslim? Apakah tidak ada perusahaan asuransi syariah yg pemilik nya muslim investornya muslim & keuntungannya digunakan untuk kepentingan islam.

males

Kesimpulannya

didalam tulisan ini tentu tidak bermaksud untuk mengharamkan produk asuransi sistem syariah dari perusahaan konvensional/non-Islam, tetapi cobalah mempertanyakan segalanya sebelum segala sesuatu itu terlambat untuk dirubah. Sadari kita mengambil produk asuransi syariah karena kita mengharapkan keridoanNYA tetapi tentu saja haruslah dibarengi dengan kefahaman akan pengetahuan yg tuntas, ya sederhananya dlm hadist dinyatakan bahwasannya kalaulah tidak merepotkan pasti setiap muslim setiah berwudhu diwajibkan untuk bergosok gigi. Dari hadist ini timbul pertanyaan yg sama dengan perusahan asuransi & produk asuransi syariahnya apakah ada muslim yg mempunyai perusahaan pasta gigi / sikat gigi? Kalaupun ada apakah banyak? Tentu saja secara kasar kita dapat menyebutkan banyaklah kiranya perusahan-perusahaan yg non-muslim yg mengambil keuntungan. Lantas apakah kita akan menerima keadaan ini? Tidakkan kita ingin merubahnya, untuk menyempurnakan setelah halal itu haruslah pula mempunyai nilai kebaikan untuk islam sendiri agar kelak nanti saat datang masanya kita mempertanggungjawabkan atas apa yg kita lakukan tidaklah dihadapkan pada bebah yg maha berat yg akan membuat berat beban kita untuk dimasukanNYA kedalam surgaNYA.
Tetapi ringkasannya produk asuransi syariah = halal, kemudian produk asuransi syariah dari perusahan muslim = insyaAlloh mempunyai nilai kebaikan dibandingkan dengan perusahaan non-muslim, ingat kepada siapakan pembaca memberikan uang pembaca sebab dapat saja uang yg kita berikan digunakan untuk berbagai projek yg justru menghancurkan Islam, naudubillah.

Sistem Asuransi syariah, apakah kita sedang diperdaya / kita memang maunya berfikir praktis & sederhana? | carinsurancenet.us | 4.5