Status BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign / PHK)

Status BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign / PHK)

Sesuai dengan undang undang no 111 tahn 2013 bahwa setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk mendaftarkan setiap karyawannya ke bPJS Kesehatan sebagai peserta BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU) / peserta BPJS Badan Usaha/Perusahaan, ada beberapa kasus yg sering dijumpai terutama yg berkaitan dengan kepesertaan BPJS Badan usaha, kasus tersebut muncul manakala terjadi si karyawan tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut baik itu karena Resign ataupun Karena putus hubungan Kerja (PHK).

Kita ketahui bersama bahwa yg namanya bekerja di sebuah perusahaan tidak akan selamanya berjalan mulus, terkadang karena adanya permasalahan tertentu / hal-hal tertentu si karyawan terpaksa harus rela meninggalkan perusahaan tempat kerjanya, sayangnya di era BPJS saat ini jika ada karyawan keluar maka tidak selesai begitu saja, tetapi harus ada penyelesaian terkait dengan urusan kepesertaan BPJS untuk karyawan yg bersangkutan, lantas saat pindah kerja keluar / resign “bagaimana status kenaggotaan bpjs keseahtan untuk karyawan tersebut?, apakah perusahaan harus tetap membayar iuran bpjs kesehatan?”

status karyawan bpjs resign / phk

Memang di era BPJS saat ini, urusan kepesertaan bpjs kesehatan untuk karyawan keluar akan selalu menyangkut pautkan karyawan keluar, perusahaan & juga kantor BPJS. menindak lanjuti karyawan yg keluar, perusahaan harus secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak bpjs untuk memperbarui kepesertaan bpjs guna mencabut kepesertaan badan usaha karyawan yg keluar, agar iuran bpjs karyawan tersebut tidak selamanya menjadi tanggungan perusahaan, begitu juga si peserta setelah keluar dari perusahaan harus siap untuk menanggung sendiri iuran bulanan bpjs yg sebelumnya sebagian iuran ditanggung oleh perusahaan.

Status Kepesertaan & Kewajiban Iuran BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign / PHK)

Seorang kaywayan yg sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Prusahaan bis keluar dari perusahaan dikarenakan resign / Putus hubungan kerja PHK. status kepesertaan BPJS kesehatan PPU untuk karyawan yg keluar dari perusahaan ialah sebagai berikut:

1. Untuk Karyawan yg keluar Karena Putus Hubungan Kerja (PHK)

Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN) & Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.yg membahas soal karyawan yg mengundurkan diri / mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). menjelaskan bahwa “Karyawan yg mengalami PHK masih tetap memperoleh Manfaat Jaminan Kesehatan paling lama enam bulan sejak di PHK tanpa membayar iuran“.

Dijelaskan juga di surat edaran bpjs keseahtan di bawah ini:

Surat edaran-status-kepesertaan-bpjs-karyawan-phk

Itu Artinya, jika karyawan keluar dari perusahaan karena di PHK maka perusahaan masih memiliki kewajiban untuk membayarkan iuran bpjs kesehatan untuk karyawan tersebut selama 6 bulan ke depan. & kartu BPJS yg dimiliki oleh si karyawan masih dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS.

dlm waktu 6 bulan karyawan harus secepatnya melakukan perubahan data kepesertaan, jika setelah 6 bulan masih belum bekerja maka dapat lapor ke dinas sosial setempat untuk menjadi peserta BPJS PBI jika peserta merasa tidak mampu untuk membayar iuran bulanan bpjs, / dapat juga  menjadi peserta BPJS mandiri / pindah menjadi peserta bpjs PPU di perusahaan lainnya, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan perusahaan sebelumnya untuk menonaktifkan kepesertaan di perusahaan lama tersebut.

Jika setelah 6 bulan kepesertaan BPJS karyawan masih belum melakukan perubahan data kepesertaan, baik sebagai peserta BPJS mandiri maupun perusahaan lainnya, maka seharusnya tidak ada utang-piutang antara bpjs & peserta yg bersangkutan.

Tapi memang pada kenyataanya tidaklah seperti itu, BPJS dapat menjamin karyawan / pekerja yg di PHK jika ada ketetapan PHK dari pengadilan hubungan industrial, sehingga tidak jarang peraturan tersebut tidak diterapkan, pada akhirnya peserta memiliki tunggakan yg harus dibayar & harus dilunasi sendiri.

2. Untuk Karyawan yg Keluar dari Perusahaan karena Resign

Bagaimana status kepesertaan untuk karyawan yg keluar dari perusahaan karena resign?, “Apakah perusahaan harus membayar iuran bpjs kesehatan untuk peserta tersebut?. jika berhenti bekerja / resign sebenarnya mantan karyawan harus ingat untuk mengurus perubahan kepesertaan bpjs keseahatan miliknya, agar kepesertaan dapat terus berlanjut & terhindar dari denda.

Departemen Komunikasi & Hubungan Masyarakat, Grup Komunikasi & Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Kantor Pusat, menjelaskan jika karyawan keluar dari perusahaan karena resign, di bulan berikutnya perusahaan tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayarkan iuran untuk karyawan yg bersangkutan, oleh karena itu agar tidak terjadi tunggakan karyawan harus secepatnya melakukan perubahan data kepesertaan untuk menjadi peserta BPJS mandiri dengan langsung datang ke kantor bpjs setempat dengan membawa persyaratan:

  • Kartu Keluarga KK
  • Kartu BPJS
  • KTP
  • & surat keteranga sudah keluar dari perusahaan
  • Koordinasikan juga dengan pihak perusahaan bahwa kepesertaan bpjs perusahaan untuk karyawan tersebut sudah dinonaktifkan.
Jika karyawan tidak melanjutkan kepesertaan maka dapat timbul tunggakan yg harus dilunasi saat karyawan ingin melakukan perubahan kepesertaanmenjadi peserta bpjs mandiri.

Demikian artikel tentang Status BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign / PHK), semoga membantu.

Status BPJS Kesehatan untuk Karyawan Keluar (Resign / PHK) | carinsurancenet.us | 4.5