Sungguhkah memang kita butuh asuransi?

Sungguhkah memang kita butuh asuransi?

Pada beberapa waktu yg lalu telah ditulis artikel sederhana tentang kenapa kita butuh asuransi. Ditulisan itu disajikan beberapa fakta(tentu yg mendukungnya 🙂 kenapa kita memang membutuhkan asuransi dikehidupan di zaman modern ini. ya, sekali lagi dizaman modern dimana manusia dikatakan tak lagi mengandalkan alam, katanya dengan kepintarannya manusia memikirkan segalanya termasuk potensi resiko yg mungkin timbuk karena peristiwa yg tidak terfikirkannya 🙂 dimana semuanya & segalanya dinilai dengan materi 🙁 katanya secara tidak langsung,  pahala & balasan dari Tuhan Semesta Alam tidak termasuk? hmm.. sebetulnya apa sih maksud tulisan ini ya 🙂 sebetulnya sedikit dengan tulisan ini berharap ada pemikiran-pemikiran yg masih dapat disentuh dengan altenatif pemikiran yg mungkin sebetulnya jauh lebih hebat lagi seandanya kita menerimanya dengan tulus / dengan kecerdasan & kefahamannya membenarkan.

sungguhkah memang kita butuh asuransi
kita butuh asuransi?

Pada tulisan kali ini mencoba memaparkan fakta sebaliknya dari artikel kenapa kita butuh asuransi, yg patut difikirkan pula sesiapapun yg berfikir terbebas & terbuka dengan segala kemungkinan tanpa tunduk pada perintah trend sosial yg ada. yg harus disepakati pada awal untuk menerima pemikiran ini ialah didasari dengan adanya Keyakinan/Iman(Faith) akan Keberadaan & Kuasa Ilahiyah beserta fakta & sistem yg ada didalamnya. Khususnya didalam keyaninan Islam(saya tidak tahu keyakinan yg lain) tentu terdapat perintah & larangan sesuatu yg dianggap baik & membawa nilai kebaikan & dijamin akan mendapatkan balasan kebaikan pula & dianjikan berkali-lipat kebaikan akan dibalaskan/diterima pelakuknya, begitupun sebaliknya sesuatu yg buruk/dilarang akan membawa nilai keburukan & dipastikan akan mendapatkan nilai keburukan dari apapun yg diperbuatnya secara setimpal.

Ottoman scholar. wikipedia

Mari kita coba hubungkan dengan keyakinan dengan asuransi, beberapa pendapat para pakar/ulama(scholar) memang ada yg mendukung akan asuransi asalkan dengan menggunakan sistem asuransi syariah(Islami) pada blog asuransi keluarga yg sederhana ini sudah berulang kali diulas 🙂 silahkan gunakan fasilitas pencarian untuk mencari artikel terkait. Tetapi yg menarik dengan adanya tulisan ini ialah adanya pendapat pula yg menyatakan bahwa asuransi ialah sesuatu hal yg harus ditinggalkan didalam Islam, dikatakan karena asuransi mengandung sesuatu hal yg tidak jelas, bahkan mungkin(kemungkinan yg sangat-sangat besar) komoditinya ialah segala sesuatu yg tidak jelas 🙂 dengan mengancamkan berbagai keadaan yg tidak jelas & belum tentu terjadi, lantas memberikan solusi dengan mendapati diri dengan kewajiban(premi) rutin yg harus dibayarkan sampai pada batas waktu tertentu & sangat mengikat dengan perjanjian yg biasanya sangat-sangat menguntungkan fihak perusahaan asuransi, bahkan disebutkan tatkala kita hendak membatalkan perjanjian diawal-awal tahun maka kita mendapati sebuah penalty berupa potongan administrasi yg sangat besar sampai tembus 70% dari total dana/iuran yg disetorkan & lebih hebatnya lagi ini terjadi didalam asuransi yg katanya menggunakan sistem asuransi syariah.

Inti permasalahnya

Adapun beberapa point yg menjadi sandungan sistem asuransi baik itu asuransi umum / asuransi yg katanya syariah, tetap menggunakan kaidah/hukum bermuamalah. Pendapat yg senada sebetulnya pernah di ulas di tulisan haramkah asuransi?, semoga dengan tulisan kali ini lebih melengkapi wasasan kita semua & pada akhirnya diharap kita lebih bijak lagi dlm mengambil keputusan didalan kehidupuan dunia yg sebentar ini dengan mempertimbangkan hari perhitungan yg mungkin akan sangat merepotkan pabila kita mengambil keputusan berdasarkan keuntungan sesaat, wallohu’alam. Baik, ringkasnya kurang lebih ialah sebagai berikut disebagian pendapat memutuskan bahwa asuransi termasuk asuransi syariah ialah sesuatu yg haram;

  1. Dzolim/ghoror, misal; pembatalan premi kena biaya pembatalan +70%(istilah lain: biaya administrasi penutupan ditahun awal)
  2. Riba, misal; simpan sekian dapat sekian ratus juta..
  3. Judi/Mengundi berharap untung dengan pengorbanan minimal / rugi karena apa yg dipertanggungkan tak terjadi premi yg disetor hangus semuanya.
  4. Menjanjikan hal (mungkin) tidak terjadi.

Lantas apa kesimpulan untuk kita dari point-point diatas? ialah tinggalkan semua yg diperintahkan Keyakinan kita untuk ditinggalkan, berorientasi pada sesuatu yg lebih nyata dibanding menumpukan diri pada harapan & ketakutan yg membuat fihak lain mendapati keuntungan atas apa yg kita rasakan. Fahami lakukan sesuai sunnah, hati pasti lebih tenang & bebas, tanpa ada perasaan terjajah.. [bersambung]

Berikut video yg menjadi inspirasi untuk artikel ini, semoga membantu menambah keyakinan;

Sungguhkah memang kita butuh asuransi? | carinsurancenet.us | 4.5