Syarat & Ketentuan Pencairan Jamsostek/BPJSTK

Syarat & Ketentuan Pencairan Jamsostek/BPJSTK

Sebelumnya saya pernah menyajikan sebuah artikel tentang cara pencairan jamsostek paling mudah melalui aplikasi online e-klaim, untuk memberikan banyak sumber referensi kepada pembaca disini juga saya akan coba uraikan lagi  mengenai syarat & ketentuan pencairan Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan, terutama untuk pencairan saldo / dana Jaminan Hari tua (JHT) yg merupakan salah satu program yg diusung di Jamsostek / BPJS Ketenagakerjaan saat ini.

Tata cara pencairan saldo JHT sudah mengalami beberapa kali kebijakan, ini guna memberikan pelayanan yg terbaik kepada peserta Jamsostek, namun sayangnya ada banyak sekali peserta yg masih mengalami banyak kesulitan saat melakukan proses pencairan, bahkan tidak jarang peserta harus rela bulak balik kantor BPJS hanya untuk menyelesaikan proses pencairan, sehingga prosesnya banyak menguras waktu & tenaga.

persyaratan & cara pencairan jamsostek

Kendala yg sering menjadi penyebab gagal / ditolaknya proses pencairan Jamsostek BPJSTK biasanya terkait dengan masalah kelengkapan berkas persyaratan & juga ketidaksesuaian data pada berkas persyaratan, sehingga peserta mau tidak mau harus rela memperbaikinya / melengkapi berkas persyaratan terlebih dahulu. padahal jika saja berkas persyaratan disiapkan & diperhatikan dengan baik pencairan tentu akan dapat diproses dengan lancar & mudah.

Syarat Pencairan Dana JHT Jamsostek/BPJSTK

Berikut ini saya uraikan beberapa syarat & ketentuan pencairan jamsostek/ bpjs tenaga kerja yg harus pembaca persiapkan sebelum melakukan klaim pencairan dana JHT BPJSTK:

  1. Fotocopy & asli KTP
  2. Fotocopy & asli Kartu Keluarga (KK)
  3. Fotocopy & asli Paklaring
  4. Fotocopy & asli Izajah Terakhir, Ijazah biasanya digunakan untuk pembanding data persyaratan, jadi pastikan datanya sama dengan yg tercantum di persyaratan lainnya, seperti misalnya tanggal lahir & nama.
  5. Fotocopy & asli Akta kelahiran, Sama halnya dengan ijazah, akta kelahiran juga digunakan sebagai salah satu alat pembanding data, jadi harus dipastikan bahwa data yg tercantum di Akta kelahiran & data yg tercantum di berkas lainnya sama.
  6. Fotocopy & asli buku rekening bank milik peserta (hampir untuk semua bank kecuali BJB, karena info terakhir belum bekerjasama dengan BPJS TK, jika ingin cepat menggunakan rekening BNI)
  7. Fotocopy & asli Surat keterangan domisili dari RT/RW setempat jika pencairan dilakukan di kantor BPJS tidak sesuai dengan KTP.

Ketentuan Persyaratan Pencairan Jamsostek

Berikut ialah ketentuan yg harus diperhatikan terkait berkas persyaratan jamsostek/bpjstk:

1. Data RT/RW yg tercantum di KK & KTP Harus Cocok

Ini juga sepertinya jangan dianggap remeh, karena jika terjadi perbedaan maka klaim JHT dapat ditolak, data RT/RW dapat berbeda karena peserta misalkan pindah rumah, jika terjadi perbedaan maka peserta wajib menyertakan surat keterangan pindah RT/RW dari kelurahan setempat.

2. Data alamat di KK & alamat di KTP Harus sama

Pastikan data yg terdapat di KK & KTP sama, Jika data alamat yg tertera di KTP & KK berbeda, missal karena yg bersangkutan pindah domosili,  maka peserta wajib menyertakan surat keterangan pindah dari dinas kependudukan & catatan sipil (disdukcapil) setempat, yg  mencantumkan alamat sebelum pindah & alamat sekarang.

3. Data NIK di KK & KTP harus sama.

Pastikan juga data Nik yg terdapat di Kartu Keluarga & KTP cocok, jika data NIK di KK & KTP berbeda maka pembaca harus memperbaiki salah satu berkas mana yg dianggap paling benar, untuk mengurus perbaikian data NIK yg terdapat di KK ataupun data NIK di KTP maka pembaca dapat dating ke dinas kependudukan & catatatan sipil setempat.

4. Alamat Pencairan tidak sesuai dengan alamat KTP harus menyertakan surat keterangan domisili

Jika pencairan dilakukan di kantor BPJS yg terdapat di luar daerah / provinsi yg tidak sesuai dengan alamat KTP peserta, maka peserta wajib menyertakan surat keterangan domisili dari RT/RW setempat.

5. Data semua Berkas Persyaratan harus cocok

Pastikan bahwa sebelum melakukan klaim pencairan 100% JHT BPJS persyaratan sudah lengkap & data yg tertera di setiap berkas sesuai & sama, jika ada salah satu saja data yg berbeda apapun data tersebut maka wajib diperbaiki & dicocokan, baik dengan menyertakan surat pernyataan maupun melakukan perbaikan data yg tidak sesuai, jika tidak maka kemungkinan besar klaim akan ditolak.

6. Ketentuan mengenai Paklaring

Paklaring ialah salah satu persyaratan wajib untuk klaim dana JHT jamsostek BPJS, paklaring ialah surat keterangan yg dibuat oleh  perusahaan tempat pembaca bekerja sebelumnya, biasanya memuat data tanggal mulai bekerja & tanggal berhenti bekerja. untuk persyaratan pencairan dana JHT 100%, ketentuan paklaring ialah sebagai berikut:
  • Paklaring harus difotocopy & dilegalisir oleh perusahaan tempat pembaca bekerja, untuk yg berhenti bekerja sebelum tahun 2015 paklaring cukup difotocopy & dilegalisir oleh perusahaan, sedangkan yg berhenti bekerja tahun 2015 & setelahnya paklaring harus di legalisir juga ke dinas tenaga kerja dimana perusahaan berada.
  • Tanggal berhenti bekerja yg tercantum di paklaring harus sama dengan data tanggal berhenti bekerja di kantor BPJS TK yg dilaporkan oleh perusahaan, jika datanya beda maka paklaring terpaksa harus dibuat ulang, kasus perbedaan tanggal keluar ini sering ditemukan sehingga terjadi penolakan berkas perysaratan.

Jika persyaratan lengkap & kesesuaian data yg tercantum di setiap berkas persyaratan cocok satu sama lain maka pencairan akan mudah & cepat untuk diproses sehingga pembaca tidak perlu bulak-balik hanya untuk melengkapi berkas persyaratan yg tidak sesuai, oleh karena itu hal wajib yg harus diperhatikan sebelum melakukan pencairan dana JHT jamsostek ialah mempersiapkan berkas persyaratan.

Silahkan pembaca baca: Hal-hal yg harus dipersiapkan sebelum melakukan pencairan JHT100% Jamsostek agar lancar

Demikian artikel tentang Syarat & Ketentuan Pencairan Jamsostek/BPJSTK, semoga membantu.

Syarat & Ketentuan Pencairan Jamsostek/BPJSTK | carinsurancenet.us | 4.5