Tarif Iuran Bulanan BPJS Kesehatan Terbaru

Tarif Iuran Bulanan BPJS Kesehatan Terbaru

BPJS Kesehatan ialah salah satu program pemerintah yg menyelenggarakan program jaminan sosial nasional yg mengunakan konsep funded social security, yaitu jaminan sosial yg didanai oleh peserta, artinya peserta harus membayar premi / iuran bulanan yg besar kecilnya sudah ditentukan.

Oleh karena itu salah satu kewajiban peserta BPJS ialah membayar iuran bulanan yg besar kecilnya sudah ditentukan oleh peraturan pemerintah, iuran tersebut harus selalu dibayarkan setiap bulan sesuai dengan waktu yg telah ditentukan, Peraturan terbaru saat ini mengharuskan setiap peserta harus sudah membayar iuran BPJS sebelum tanggal 10 pada setiap bulan yg bersangkutan.

biaya iuran bulanan bpjs keseahtan
Iuran bulanan bpjs

Jika iuran tidak dibayarkan / menunggak minimal 1 bulan saja maka kepesertaan bpjs akan langsung dinonaktifkan / diblokir untuk sementara, sehingga peserta tidak akan dapat menggunakan kartu bpjs untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Peserta BPJS yg memiliki Kewajiban Harus Membayar Biaya Iuran Bulanan

Besar kecilnya iuran sangat dipengaruhi oleh Jenis kepesertaan BPJS & juga kelas BPJS yg diambil oleh setiap peserta, perlu diketahui bahwa kepesertaan BPJS yg memiliki kewajiban harus membayar biaya iuran bulanan ialah hanya untuk peserta BPJS non PBI saja, yaitu peserta BPJS yg merupakan kategori bukan penerima bantuan iuran dari pemerintah.

Jenis kepesertaan BPJS kesehatan yg harus membayar iuran bulanan terdiri dari:

  1. Peserta BPJS PBPU (Peserta bukan penerima upah), Individu/ Perorangan seperti pengacara, akuntan, arsitek, dokter aktris, penilai, pembawa acara dll, peserta BPJS jenis ini berhak memilih kelas I, II & kelas III.
  2. Peserta BPJS BU (Peserta Bukan Pekerja) yg terdiri dari Penerima Pensiun, Pemberi Kerja, Veteran dll. Peserta BPJS ini berhak memilih kelas I, II & kelas III
  3. Peserta BPJS PPU (Peserta Penerima Upah) Terdiri dari pegawai pemerintah & pegawai non pemerintah seperti PNS, TNI / POLRI, Pegawai BUMN, BUMD, karyawan swasta dll, Peserta BPJS jenis ini hanya berhak mendapatkan kelas I & II saja.

Untuk setiap peserta tersebut besar kecilnya iuran yg harus dibayar juga sangat dipengaruhi oleh kelas BPJS yg diambil, yaitu kelas 1, 2 / kelas 3. Umumnya peserta yg mengambil kelas 1 biaya iuran bulanan lebih mahal diikuti oleh kelas 2 & kelas 3.

Peraturan Pemerintah yg mengatur tentang Iuran BPJS Kesehatan

Peraturan pemerintah yg mengatur besar kecilnya tarif iuran bulanan yg harus dibayarkan oleh peserta BPJS ialah peraturan pemerintah (PP) No. 12 tahun 2013. Kemudian pemerintah mengeluarkan peraturan baru terkait perubahan biaya iuran  yaitu Peraturan pemerintah (PP) No. 19 tahun 2016 yg merupakan perubahan ke satu atas PP No. 12 tahun 2013 yg menyatakan bahwa iuran bulanan untuk kelas I, kelas II & kelas III semuanya Naik, disusul lagi dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah baru No 28 tahun 2016 yg membatalkan naiknya perubahan iuran untuk peserta BPJS kelas III.

Ini Dia Tarif Iuran Bulanan BPJS Kesehatan Terbaru

Biaya iuran bulanan terbaru yg harus dibayar oleh peserta BPJS setiap bulan diatur oleh PP No. 28. tahun 2016, yg secara tidak langsung menyatakan “Iuran bulanan kelas 1 & 2 tetap Naik, sedangkan kelas 3 tidak naik“. Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan ini beraku sejak 1 April 2016 dengan rincian sebagai berikut:

  • Kelas 1, iuran bulanan yg harus dibayar awalnya Rp. 59.500 menjadi Rp. 80.000
  • Kelas 2, awalnya Rp. 42.500 menjadi Rp. 51.000
  • Kelas 3, Iuran Bulanan Rp 25.000 tidak mengalami kenaikan( khusus kelas 3 kenaikan dibatalkan yg awalnya 30.000 dikembalikan menjadi Rp. 25.500 sesuai diterbitkannya pp nomor 28 tahun 2016 revisi ketiga atas pp no 12 tahun 2013).

Iuran Bulanan harus di bayarkan paling lambat sampai tanggal 10 bulan yg bersangkutan, saat ini telat membayar iuran tidak akan dikenakan denda, namun jika terjadi telat bayar iuran minimal menunggak 1 bulan maka kartu akan langsung dinonaktifkan (diblokir) sementara, itu artinya Kartu BPJS pembaca tidak akan dapat digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Untuk mengembalikan kartu BPJS yg diblokir peserta harus membayar seluruh tunggakannya, seluruhnya secara sekaligus tidak dapat dicicil.

Silahkan Baca: Cara mengaktifkan kembali kartu BPJS yg diblokir

yg harus selalu diingat ialah pemberhentian pembayaran iuran BPJS tidak akan membuat si peserta dikeluarkan dari kepesertaan BPJS, jika dikemudian hari si peserta ingin menggunakan kartu BPJS untuk mendapatkan layanan kesehatan yg ditanggung oleh BPJS, maka peserta harus mengaktifkan kembali kartu BPJS yg diblokir dengan cara membayar seluruh tunggakan tanpa dapat dicicil.

Baca Juga: Bagaimana cara keluar dari BPJS Kesehatan

dapat dibayangkan jika peserta menunggak selama bertahun-tahun, maka peserta akan diminta harus membayar seluruh tunggakan jika ingin menggunakan kartu BPJS tersebut. oleh karena itu disarankan kepada siapapun pembaca yg sudah terdaftar menjadi peserta BPJS ingat untuk membayar iuran setiap bulannya, jangan sampai menunggak dlm waktu yg lama, karena pada akhirnya akan membuat pembaca merasa terbebeani manakala pembaca ingin mengkatifkan kembali kartu BPJS pembaca.

Jika pembaca benar-benar merasa berat / benar-benar tidak mampu membayar iuran bulanan BPJS, pemerintah memberikan solusi khusus untuk warga negara tidak mampu / fakir miskin dengan menyediakan jenis kepesertaan BPJS PBI (Penerima bantuan Iuran), pembaca dapat beralih menjadi peserta BPJS PBI yg iuran bulannya akan dibayarkan oleh pemerintah, jadi pembaca tidak harus membayar iuran bulanan karena akan dibayarkan oleh pemerintah.

Tarif Iuran Bulanan BPJS Kesehatan Terbaru | carinsurancenet.us | 4.5